33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Langgar Lalin, Kaum Difable Ditilang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN–Penertiban pengguna jalan di Kabupaten Semarang semakin tidak pandang bulu. Baik itu pengguna kendaraan yang normal maupun difable. Menyusul diterbitkannya SIM (Surat Izin Mengemudi) D yang dikhususkan bagi kaum difable.

“Sekarang tidak ada perbedaan perlakuan bagi pengguna jalan, baik yang normal maupun yang difabel. Tetap akan ditilang jika tidak lengkap,” ujar Kasatlantas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho usai peluncuran SIM D di Mapolres Semarang, Rabu (15/3).

Penerbitan SIM D sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mewajibkan calon pengendara untuk memiliki SIM. Namun dalam implementasinya, terdapat sejumlah kendala. Baik dari para penyandang difabel maupun dari pihak kepolisian sendiri. “Mungkin keterbatasan waktu dan minimnya informasi. Dari Kepolisian juga minim fasilitas, kesulitan sarana uji praktik SIM,” katanya.

Dwi juga mengakui jika hingga saat ini belum ada Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang ditunjuk untuk memproduksi kendaraan roda tiga khusus untuk difabel. Namun saat ini Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Semarang sudah menyiapkan unit kendaraamnm maupun fasilitas pendukunh untuk uji praktek SIM D ini.

“Sepeda motor teman-teman difabel ini ukurannya lebih lebar. Maka disesuaikan lintasan uji praktik lapangan 1, misalnya untuk pembatas lintasan zig-zagnya kita lebihkan satu meter dari ukuran normal,” tuturnya.

Dwi juga mengatakan diberlakukannya SIM D yang dikhususkan untuk penyandang difable merupakan kali pertama di Kabupaten Semarang. Peluncuran SIM D juga untuk menghilangkan adanya diskriminasi pengguna jalan khususnya bagi penyandang difable. Peluncuran melalui kegiatan Motivasi Keselamatan Komunitas Penyandang Cacat (Mata Kaca) tersebut, juga menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Semarang.

Secara simbolis, Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso dalam kesempatan itu juga menyerahkan SIM D kepada dua penyandang difable dari PPDI sebagai perwakilan. Mereka antara lain Wakrys Ala Hada Shifa, 36, warga Watuagung, RT 03/09, Kecamatan Suruh dan Suharyono, 57, warga Perum Sraten Permai, RT 5/7, Kecamatan Tuntang.

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Semarang, Ridwan, 45, mengatakan jika saat ini penyandang disabilitas kerap di anak tirikan. Sehingga, banyak hak yang seharusnya diterima penyandang disabilitas tidak diperhatikan. “Salah satunya diantaranya dalam kepemilikan SIM ini,” katanya.

Saat ini dari 100 anggota PPDI di Kabupaten Semarang hanya 50 orang di antaranya yang sudah memiliki SIM D. Atas apa yang dilakukan Polres Semarang, ia pun mengapresiasi. “Bisa menggugah kesadaran para penyandang disabilitas untuk sadar keselamatan berkendara dengan memiliki SIM,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nasmoco Undi 4.771 Kupon Berhadiah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 4.771 kupon dari 22 dealer Nasmoco di seluruh Jateng-DIJ selama periode Maret-April 2018 diundi di Atrium Mal Paragon, Semarang, Rabu (9/5). Pengundian...

Biayai Kuliah hingga S2 dari Budidaya Sayur Organik

RADARSEMARANG.COM - Di saat sejumlah rekan memilih hijrah ke kota dan bekerja di luar sektor pertanian, Shofyan Adi Cahyono justru bertahan. Bersama sejumlah pemuda...

Diskon Grand Opening Pringsewu Resto

RADARSEMARANG.COM - PRINGSEWU Resto di Jalan Suari No 10 – 12, Kota Lama, Semarang, menyambut grand opening memberikan diskon 30 persen untuk semua pembelian....

Pedagang Ayam Tuntut Harga Turun

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Sebanyak 250 pedagang ayam dari Kabupaten Temanggung dan Magelang yang tergabung dalam Paguyuban Anti-Prei (PAP) mendatangi kantor DPRD Kabaputen Temanggung Selasa...

FIFGROUP Bukukan Pembiayaan Rp 8,5 T

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA-Perusahaan pembiayaan terbesar tanah air, FIFGROUP mencatat kinerja positif di kuartal pertama tahun ini. Anak perusahaan Astra itu, mampu menyalurkan pembiayaan sebesar Rp...

Nostalgia, Ganjar Menginap di Dusun Tertinggi di Magelang

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG–Petahana Ganjar Pranowo bernostalgia di Dusun Butuh, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Ganjar kembali mengunjungi desa tertinggi di Magelang untuk mengenang perjalanan saat mendaki Gunung...