Sosialisasikan Makanan Berbahaya pada Anak

287

SEMARANG– Meskipun sudah dinyatakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa permen dot yang beredar di Surabaya beberapa waktu yang lalu nihil kandungan narkoba, langkah preventif perlu dilakukan. Selain memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, anak-anak juga harus diberikan pemahaman tentang makanan yang aman dan layak dikonsumsi.

Sie Gizi bidang Kesehatan keluarga Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dien Hasanah, mengingatkan, meskipun pemberitaan menyatakan permen dot nihil narkoba, orang tua perlu waspada dengan jajanan dan minuman yang sehari-hari dikonsumsi. Banyaknya makanan dan minuman yang beredar tidak higienis, dikhawatirkan hanya akan memberi dampak buruk terhadap kesehatan anak. Sehingga peran orang tua sebagai controller sangat fundamental, terutama dalam memilah dan memilih makanan yang tepat untuk anak.

“Peredaran makanan dan minuman di sekitar anak harus selalu diwaspadai. Apalagi saat ini banyak bahan-bahan berbahaya masih digunakan pedagang,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (14/3).

Dikatakan, bahan-bahan makanan yang berbahaya seperti rhodamin (pewarna makanan) dan pengawet makanan (boraks) jika dikonsumsi terus menerus, dapat berimbas kepada sistem syaraf. Sehingga dalam perkembangannya, konsentrasi belajar anak menjadi terganggu selain beberapa penyakit yang ditimbulkannya. “Tak hanya komposisi, orang tua juga perlu cermat dalam setiap membeli. Mulai dari tanggal kedarluarsa sampai makanan tersebut terdaftar di BPOM atau tidak,” ujarnya.

Dalam kesempatan lain, Kepala SDN Bugangan 02, Chajah Fauzani, menuturkan, sebagai upaya menghindarkan siswa sekolahnya dari bahaya makanan dan minuman yang tak aman dan layak konsumsi, pihaknya memberikan sosialisasi secara rutin melalui guru kelas masing-masing.

Selain itu, tindakan nyata yang dilakukan yaitu dengan menyediakan kebutuhan anak melalui kantin sekolah. “Kita tidak bisa serta merta melarang pedagang jualan di sekitar sekolah, tetapi semua jajanan yang dijual di kantin dijamin aman,” katanya.

Bentuk dukungan juga disampaikan oleh Sa’adah, wali murid SD Isriati Baiturrahman. Dia mengatakan, peran sekolah sangat penting dalam mengarahkan anak. Dengan peraturan yang ketat juga akan memudahkan pengawasan dari orang tua. “Semua itu didasari oleh lingkungan. Selalu bawakan bekal kepada anak merupakan salah satu bentuk yang dapat dilakukan orang tua untuk memonitoring kebutuhan gizi sang anak,” tutur orang tua Kaira itu. (mg28/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here