Siswa Jangan Gagap Teknologi

Penerapan UNBK

324
Joko Sriwidadi (Ahmad Zainudin/Radar Kedu)
Joko Sriwidadi (Ahmad Zainudin/Radar Kedu)

WONOSOBO – SMK Negeri 1 Wonosobo menyambut baik pemberlakuan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi SMP dan SMA/SMK sederajat. UNBK dinilai sangat tepat dan selaras dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat.

“Jangan sampai anak-anak kita justru gagap teknologi. Kalau apa-apa sudah serba digital kenapa dunia pendidikan tidak?. Seruan UNBK saya pikir sangat tepat,” ujarnya Kepala SMKN 1 Wonosobo Joko Sriwidadi.

Ia menilai, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan lewat UNBK. D iantaranya, siswa akan lebih mahir memakai komputer dan tidak bisa saling contek. Kemudian pihak sekolah terbebas dari biaya penggandaan soal, juga tidak membutuhkan pengawas yang banyak seperti ujian tertulis.

“Itu keuntungan UNBK. Cuma menurut saya, ada hal yang jauh lebih penting. Ya itu tadi, teknologi harus dekat dan melengkapi dunia pendidikan kita. Kalau UNBK bisa, kenapa harus ujian tertulis,” katanya.

Saking semangatnya, ia mengaku menjadi satu-satunya kepala sekolah dari Wonosobo yang langsung meminta kepada Pemprov agar sekolahnya diikutkan dalam ujicoba UNBK 2016. Bagi dia, sistem pendidikan yang maju layak menjadi prioritas sekolah. Sekolah mesti dinamis agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Wakil Kepala SMKN 1 Wonosobo Rohmat Istiyadi menambahkan, kendati UNBK ini sangat bagus namun di beberapa sekolah masih banyak yang kesulitan untuk menyediakan alat supaya bisa melaksanakan UNBK mandiri. Karena itu, ke depan, butuh perhatian pemerintah.

“Syarat sekolah bisa melaksanakan UNBK mandiri kan harus punya perangkat komputer sebanyak sepertiga jumlah siswa yang mau ujian. Harus punya teknisi yang handal juga. Syarat itu yang kadang sulit dipenuhi oleh pihak sekolah. Kalau mau dihitung, biaya belanja alat memang tidak murah,” jelasnya.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Komisi D DPRD Wonosobo Faizun menjelaskan, penyediaan alat untuk UNBK bersumber dari 2 anggaran. Untuk tingkat SMP sederajat dari anggaran pemerintah kabupaten sementara SMA/SMK dari pemerintah provinsi. Khusus mengenai peralatan UNBK bagi SMP, pihaknya berjanji akan mengupayakan. Diperkirakan, penganggaran untuk belanja alat akan masuk di anggaran penetapan tahun depan.

“Sudah ada wacana kesitu, tinggal nanti Dinas Pendidikan memasukkan kebutuhannya berapa, terus prioritasnya mana saja baru kita akan susun sesuai proporsi dan kemampuan anggaran,” katanya. (cr2/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here