Siapkan 16 BRT Khusus Pelajar

295
MOTIVASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberi motivasi kepada para siswa SMP Negeri 14 Semarang.
MOTIVASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberi motivasi kepada para siswa SMP Negeri 14 Semarang.

SEMARANGPemkot Semarang saat ini sedang berusaha keras mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan. Salah satunya membut jalan menjadi jalur satu arah. Di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajahmada, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Veteran. Selain itu, dalam mengurai kemacetan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga berencana membangun simpang susun di daerah Ngaliyan, Pedurungan, dan Banyumanik, serta melakukan pelebaran jalan di sejumlah ruas.

Meski begitu, lanjut Hendi –sapaan akrab wali kota– semua hal yang telah dilakukan tidak dapat menjamin ke depannya Kota Semarang akan terbebas dari kemacetan. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengguna kendaraan bermotor terus bertambah.

“Perlu lebih dari sebuah penanganan teknis untuk dapat mengurangi potensi kemacetan di sebuah kota. Budaya bepergiannya juga harus diubah,” kata Hendi.

Karena itulah, Hendi akan mengampanyekan naik kendaraan umum ke setiap SMP di seluruh Kota Semarang guna menanamkan budaya naik kendaraan umum sejak kecil.  “Kita akan bagikan E-Ticket Bus Trans Semarang (BRT) gratis kepada para siswa di SMP untuk dapat digunakan selama satu bulan,” jelas wali kota.

E-Ticket BRT berbentuk kartu yang dibagikan secara gratis tersebut berisi saldo Rp 50 ribu, sedangkan tarif  BRT yang berlaku untuk pelajar sendiri adalah Rp 1.000. Untuk mendukung kampanye naik kendaraan umum di sekolah-sekolah tersebut, wali kota akan menyiapkan BRT khusus pelajar.

“Saat ini, kami siapkan 16 BRT khusus pelajar yang akan beroperasi mulai pagi hari jam 05.30,” ujarnya.

Ke-16 BRT khusus pelajar yang dapat mengakomodasi 848 penumpang itu  terdiri atas 4 bus besar yang masing-masing berkapasitas 83 penumpang, dan 12 bus sedang yang masing-masing berkapasitas 43 penumpang. Bus tersebut dirancang agar dapat mengakomodasi kebutuhan transportasi para pelajar. Sebab, masing-masing bus hanya berjarak 10 menit. Dari 4 koridor masing-masing koridor terdapat 2 pool dan masing-masing pool terdapat 2 BRT khusus pelajar.

Sedangkan bus pertama, ketiga, kelima dan seterusnya tetap melayani seluruh penumpang baik pelajar maupun umum dengan tetap menawarkan pembayaran menggunakan kartu yang menjamin pembayaran lebih cepat dan mudah, di mana kartu tersebut dapat dibeli di shelter transit Pemuda, Imam Bonjol, Karangayu, dan RS Elisabeth.

Ardian, 15, salah seorang pelajar yang kerap menggunakan BRT mengaku senang dengan adanya BRT khusus palajar. “Berarti harus mengutamakan pelajar. Karena selama ini juga mengangkut penumpang umum, pelajar belum jadi prioritas,” katanya. (zal/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here