Ditemukan Makam Guru Kiai Soleh Darat

2613
MERIAH: Peresmian pemugaran makam Habib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy di makam Jagalan dihadiri ratusan warga dan santri. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH: Peresmian pemugaran makam Habib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy di makam Jagalan dihadiri ratusan warga dan santri. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Makam ulama besar ditemukan di pemakaman Jagalan Kaliwungu, Kendal. Yakni makam Habib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy. Sosok ini diyakini adalah guru dari ulama besar Muhammad Saleh bin Umar As-Shamarani atau terkenal dengan nama Kiai Sholeh Darat yang makamnya di Semarang.

Penemuan makam ulama besar ini terletak di Desa Jagalan. Kali pertama ditemukan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Pekalongan, ulama besar yang juga menjadi mursyid thariqah-thariqah di Indonesia.

Panglima Santri 0294, Basyarohman mengatakan penemuan makam sebenarnya pada awal tahun ini. Tepatnya, saat Habib Lutfi berziarah ke makam KH Ahmad Badawi di Bukit Jabal. Saat melintas, Habib Lutfi mendoakan semua makam yang di Jagalan ini. “Beliau berkata, di makam (Jagalan, Red) ini ada lebih dari 50 makam orang ahli dan penghafal Quran yang sampai saat ini jasadnya masih utuh,” kata pria yang akrab disapa Gus Basyar itu di sela acara peresmian makam, Selasa (14/3) kemarin.

Usai mendoakan, Habib Lutfi berjalan kembali melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di makam Babib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy, Habib Lutfi kembali mendoakannya cukup lama. “Kemudian beliau (Habib Lutfi, Red) bercerita bahwa disini adalah makam ulama besar, yakni Habib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy yang merupakan guru dari Kiai Soleh Darat. Kami diminta untuk merawat dan memugarkan makam ini,” tuturnya.

Menurutnya, penemuan makam ini sekaligus menjadi bukti, jika Kaliwungu menjadi salah satu daerah peradaban Islam yang tertua di bumi Jawa ini. Sebab jika dilihat, ternyata dari Habib Ahmad bin Aqil Almunawar Ba’alwiy adalah guru dari Kiai Soleh Darat.

Sementara Kiai Soleh Darat sendiri adalah seorang guru dari KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan. “Kami diminta merawatnya, agar tradisi ziarah kubur ke makam ulama yang telah berjasa besar ini tidak putus,” jelasnya.

Ahmad Supari salah seorang pengunjung mengatakan jika benar makam tersebut adalah makam dari guru Kiai Soleh Darat, maka ini penemuan penting dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia. “Kiai Soleh Darat adalah guru dari ulama pendiri Nahdatul Ulama (NU) yakni KH Hasyim Asyari. Selain itu juga, guru dari KH Ahmad Dahlan pendiri dari Muhammadiyah,” katanya.

Makanya, ia berharap kepada pemerintah agar Kaliwungu benar-benar digarap serius sebagai kota wisata religi. Sebab, selain banyak pondok pesantren, di Kaliwungu banyak makam-makam wali dan ulama besar.

“Pondok Pesantren di Kaliwungu jumlah ada puluhan, belum tokoh-tokoh kiai di Kaliwungu yang jumlahnya juga sangat. Selain itu, makam wali-wali, Mbah Sunan Katong, Makam Kiai Guru, Wali Musyafa dan sebaginya,” imbuhnya. (bud/ida)

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here