33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Bupati Kembangkan Kuliner Khas Pekalongan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KAJEN–Sektor kuliner di Kabupaten Pekalongan dinilai oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, sangat berpotensi untuk dikembangkan. Utamanya di daerah perkotaan seperti Wiradesa, Tirto, Buaran, Kedungwuni, Kajen, Karanganyar dan Bojong.

Hal itu untuk mengulang sukses shelter kuliner di Taman Kota Kedungwuni yang kini menjadi tujuan wisata kuliner di malam hari. Bahkan kuliner di daerah tersebut, buka hingga 24 jam. Dengan makanan khasnya berupa pindang tetel, yakni masakan berupa daging tetelan yang dimasak dengan tomat dan dicampur dengan telur dan pete.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika menerima kunjungan kerja DPR RI, di Aula Setda lantai Pemkab Pekalongan, Selasa (14/3) kemarin. Menurutnya, saat ini perkembangan kuliner, di wilayah perkotaan tersebut sangat pesat. Dimana di wilayah kecamatan seperti Wiradesa, Tirto, Buaran, Kedungwuni, Kajen, Karanganyar dan Bojong tersebut kulinernya sangat beragam dan hampir 24 jam ada atau hidup.

“Beragam makanan khas Kabupaten Pekalongan, seperti nasi megono dan garang asem, mudah dijumpai. Hampir di setiap sudut merupakan tempat strategis, banyak warung makan yang buka hampir 24 jam,” ungkap Bupati.

Bupati Asip juga mengungkapkan bahwa maraknya warung atau rumah makan, yang buka hampir 24 jam dengan menjual makanan khas Pekalongan, karena ditopang oleh faktor budaya atau tradisi masyarakat. Di antaranya adanya kebiasaan para ibu yang jarang masak, apalagi untuk makan malam. Rata-rata mereka bekerja di sektor industri kecil.

Menurutnya, adanya tradisi pocokan atau gajian di hari Kamis pada setiap minggunya, menjadikan malam Jumat, rata-rata warung atau rumah makan ramai pengunjung. “Hal inilah yang menumbuhsuburkan pusat-pusat kuliner di Kabupaten Pekalongan, karena perputaran uang atau ekonominya lebih cepat. Yaitu seminggu sekali, bukan satu bulan sekali. Dan ini adalah potensi yang harus ditangkap oleh masyarakat,” kata Bupati Asip.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan membuat semacam lomba yang dikhususkan bagi warung atau tempat makan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan kriteria penilaian tertentu dan melibatkan juri dari pakar kuliner.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada para pemilik warung agar senantiasa menjaga kualitas menu yang disajikan. Selain enak, tentunya harus bersih dan pelayanannya cepat serta memiliki kekhasan.

“Nantinya kita akan bina warung dan rumah makan yang ada, sehingga kalau ada tamu dari luar daerah, bisa diperkenalkan kekayaan kuliner kita kepada mereka,” tegas Bupati Asip.

Bupati Asip juga menandaskan bahwa saat ini, dirinya tengah menggali potensi kuliner tradisional di Kabupaten Pekalongan, khususnya yang berupa makanan kecil atau oleh–oleh yang lebih spesifik atau khas Kota Santri, karena saat ini masih belum spesifik.

Ke depan akan dibuka pusat oleh-oleh khas kabupaten Pekalongan. Dengan begitu, jika ada tamu atau wisatawan yang datang ke Kabupaten Pekalongan, mereka tidak akan kesulitan memperoleh oleh-oleh khas.

“Saya berharap dengan sering berkunjung ke tempat kuliner yang ada di Kabupaten Pekalongan,  dapat bertemu dengan tokoh–tokoh kuliner di Kabupaten Pekalongan. Sehingga ketemu makanan khas Kabupaten Pekalongan yang sesuai dengan basic cultur kita dan tidak dimiliki oleh daerah lain,” tandas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...