Bupati Kembangkan Kuliner Khas Pekalongan

3706
GAGAS PUSAT KULINER : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyampaikan gagasan untuk pengembangan kuliner di Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAGAS PUSAT KULINER : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyampaikan gagasan untuk pengembangan kuliner di Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Sektor kuliner di Kabupaten Pekalongan dinilai oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, sangat berpotensi untuk dikembangkan. Utamanya di daerah perkotaan seperti Wiradesa, Tirto, Buaran, Kedungwuni, Kajen, Karanganyar dan Bojong.

Hal itu untuk mengulang sukses shelter kuliner di Taman Kota Kedungwuni yang kini menjadi tujuan wisata kuliner di malam hari. Bahkan kuliner di daerah tersebut, buka hingga 24 jam. Dengan makanan khasnya berupa pindang tetel, yakni masakan berupa daging tetelan yang dimasak dengan tomat dan dicampur dengan telur dan pete.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika menerima kunjungan kerja DPR RI, di Aula Setda lantai Pemkab Pekalongan, Selasa (14/3) kemarin. Menurutnya, saat ini perkembangan kuliner, di wilayah perkotaan tersebut sangat pesat. Dimana di wilayah kecamatan seperti Wiradesa, Tirto, Buaran, Kedungwuni, Kajen, Karanganyar dan Bojong tersebut kulinernya sangat beragam dan hampir 24 jam ada atau hidup.

“Beragam makanan khas Kabupaten Pekalongan, seperti nasi megono dan garang asem, mudah dijumpai. Hampir di setiap sudut merupakan tempat strategis, banyak warung makan yang buka hampir 24 jam,” ungkap Bupati.

Bupati Asip juga mengungkapkan bahwa maraknya warung atau rumah makan, yang buka hampir 24 jam dengan menjual makanan khas Pekalongan, karena ditopang oleh faktor budaya atau tradisi masyarakat. Di antaranya adanya kebiasaan para ibu yang jarang masak, apalagi untuk makan malam. Rata-rata mereka bekerja di sektor industri kecil.

Menurutnya, adanya tradisi pocokan atau gajian di hari Kamis pada setiap minggunya, menjadikan malam Jumat, rata-rata warung atau rumah makan ramai pengunjung. “Hal inilah yang menumbuhsuburkan pusat-pusat kuliner di Kabupaten Pekalongan, karena perputaran uang atau ekonominya lebih cepat. Yaitu seminggu sekali, bukan satu bulan sekali. Dan ini adalah potensi yang harus ditangkap oleh masyarakat,” kata Bupati Asip.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan membuat semacam lomba yang dikhususkan bagi warung atau tempat makan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan kriteria penilaian tertentu dan melibatkan juri dari pakar kuliner.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada para pemilik warung agar senantiasa menjaga kualitas menu yang disajikan. Selain enak, tentunya harus bersih dan pelayanannya cepat serta memiliki kekhasan.

“Nantinya kita akan bina warung dan rumah makan yang ada, sehingga kalau ada tamu dari luar daerah, bisa diperkenalkan kekayaan kuliner kita kepada mereka,” tegas Bupati Asip.

Bupati Asip juga menandaskan bahwa saat ini, dirinya tengah menggali potensi kuliner tradisional di Kabupaten Pekalongan, khususnya yang berupa makanan kecil atau oleh–oleh yang lebih spesifik atau khas Kota Santri, karena saat ini masih belum spesifik.

Ke depan akan dibuka pusat oleh-oleh khas kabupaten Pekalongan. Dengan begitu, jika ada tamu atau wisatawan yang datang ke Kabupaten Pekalongan, mereka tidak akan kesulitan memperoleh oleh-oleh khas.

“Saya berharap dengan sering berkunjung ke tempat kuliner yang ada di Kabupaten Pekalongan,  dapat bertemu dengan tokoh–tokoh kuliner di Kabupaten Pekalongan. Sehingga ketemu makanan khas Kabupaten Pekalongan yang sesuai dengan basic cultur kita dan tidak dimiliki oleh daerah lain,” tandas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here