33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Ajak Masyarakat Melek Hukum

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Kasus korupsi E KTP yang menyebut keterlibatan nama-nama besar seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus disikapi dengan bijaksana. Karena ini berkaitan dengan ranah hukum, masyarakat harus bisa melek hukum agar bisa memahami kasus tersebut secara jelas.

Perhimpunan Advokat indonesia (Peradi) Kota Semarang meminta masyarakat tidak asal menuduh dan harus faham. Karena belum tentu nama-nama yang disebut dalam dakwaan KPK itu jadi tersangka kasus korupsi E KTP. “Kami ingin mengajak masyarakat agar bisa melek hukum. Agar tidak ada kekacauan penegakan hukum di Indonesia,” kata Wakil Sekretaris DPC Peradi Semarang Sunarto.

Ia mengaku akan ikut terlibat langsung untuk memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat. Peradi Semarang bahkan sudah menggandeng Fakultas Hukum Undip untuk mengadakan seminar terbuka terkait kasus dugaan korupsi E KTP. Pihaknya ingin agar masyarakat bisa lebih cerdas dalam menyikapi kasus dugaan korupsi E KTP yang sempat menyebut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.  “Masyarakat Jateng pasti risau karena pimpinanya disebut-sebut. Jadi nanti diharapkan bisa mendapatkan jawaban dari kegiatan tersebut,” tambah Kandidat Ketua Peradi Semarang periode 2017- 2022 tersebut.

Kegiatan seminar dilaksakan dengan menggandeng Fakultas Hukum Undip Kamis (30/3) mendatang. Prof Nyoman Serikat Putrajaya (guru besar FH Undip); Wakil Sekretaris DPC Peradi Semarang Sunarto sertadan Ganjar Pranowo akan menjadi pembicara langsung. “Sebagai advokat kami ingin memperjuangkan supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia. Jadi masyarakat harus bisa melek hukum,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum Undip, Benny Riyanto mengatakan, Peradi Semarang memang mengajak kerjasama untuk diskusi panel dalam rangka membuka wawasan hukum bagi masyarakat. Pihaknya menegaskan, sepanjang masih dalam koridor akademis akan difasilitasi. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Galang Dana dengan Drumblek

SALATIGA - Momen berkumpul masyarakat Salatiga sekitarnya dalam memanfaatkan udara pagi untuk berolahraga, tak disia-siakan Paguyupan Drumblek Salatiga (PDS), Minggu (10/12). Sedikitnya, 20 grup...

Melihat Kampung IT Perum Depkes Kramat Utara

Di tangan Evi Dwi Hastutik dan Tris Prayogo Muslim, lingkungan Perum Depkes, Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara disulap menjadi Kampung Informasi Teknologi (IT). Anak-anak...

Koleksi Buku-Buku, Donasi dari Para Pendiri

Budaya membaca mulai terkikis dengan maraknya penggunaan teknologi canggih berbasis jaringan internet. Akibanya, sebagian besar masyarakat kini lebih menyukai pemenuhan rasa ingin tahunya dari...

Viral Video Jenazah Imam Samudera Utuh, Mabes Polri Pastikan Hoax

JawaPos.com - Beredar video mengklaim jenazah Abdul Aziz alias Imam Samudera, terpidana mati dalam bom Bali 2002, masih utuh. Namun hal tersebut dipastikan hoax...

Ajak Siswa Pahami SDA Indonesia

SEMARANG – Puluhan siswa SMA Negeri 10 Semarang antusias mendengarkan setiap penjelasan terkait minyak dan gas bumi. Mereka juga dimotivasi untuk mau berkarir di...

Belajar Enterpreneur Di Sekolah

RADARSEMARANG.COM,  ''Negara yang makmur adalah negara yang memiliki prosentase pengusaha  sebesar 17 %, namun di negeri kita ini bisa kita lihat sedikit sekali yang...