Karang Taruna Didorong Bentuk Kelompok Usaha

368
LATIH WIRAUSAHA : Ketua Karang Taruna Jawa Tengah, Dede Indra Permana Sudiro saat memberikan paparan dalam seminar “Kepemimpinan Generasi Muda Mandiri yang Berjiwa Pancasila” di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (13/3). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LATIH WIRAUSAHA : Ketua Karang Taruna Jawa Tengah, Dede Indra Permana Sudiro saat memberikan paparan dalam seminar “Kepemimpinan Generasi Muda Mandiri yang Berjiwa Pancasila” di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (13/3). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Potensi Karang Taruna di berbagai daerah bisa dibilang kurang tergarap. Peran mereka sebatas menjadi panitia acara 17 Agustusan di kampung masing-masing. Melihat fenomena itu, Ketua Karang Taruna Jawa Tengah, Dede Indra Permana Sudiro mencoba membangkitkan karakter pemuda. Mengubah mindset Karang Taruna yang selama ini hanya mengurusi acara kampung, menjadi kelompok usaha.

“Menumbuhkan semangat wirausaha tanpa meninggalkan jiwa kebangsaan dan wawasan tentang nasionalisme,” katanya dalam Seminar Kebangsaan dan Kepemimpinan “Kepemimpinan Generasi Muda Mandiri yang Berjiwa Pancasila” di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (13/3).

Dalam seminar tersebut, pihaknya sengaja mengundang Presdir Dafam Group, Bily Dahlan untuk berbagai informasi seputar perintisan usaha. Menurutnya, Bily punya kisah inspiratif membangun usaha. “Ilmu itu bisa ditularkan ke teman-teman Karang Taruna,” imbuhnya.

Dijelaskan Dede, setelah seminar, akan ada pelatihan yang dikemas dalam pendidikan kewirausahaan. Ada juga bantuan alat kerja bagi Karang Taruna yang berniat mengembangkan usaha, sesuai dengan skill masing-masing. “Kami juga mengarahkan Karang Taruna bisa menjadi pendamping desa. Lagipula ada paparan dari Karang Taruna di beberapa daerah yang kegiatannya cukup menarik,: katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo juga mengimbau pemuda Karang Taruna untuk mendampingi Kepala Desa mengembangkan daerah masing-masing. Bisa menentukan prioritas program, membantu pembangunan, hingga inovasi seperti memanfaatkan IT untuk mempromosikan potensi desa wisata. “Kan ada dana desa. Itu bisa dimanfaatkan. Tapi bukan mengelola, hanya sebatas menjadi pendamping desa,” tegasnya.

Karang Taruna juga diharapkan mampu memetakan situasi sosial dan kultur budaya. Apa yang bisa mereka perbuat agar bisa berkembang. “Nanti bisa dikonsultasikan ke Karang Taruna atau pemerintah. Mereka bikin sisipan program yang baik, nanti kami fasilitasi,” cetusnya. (amh/ric)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here