Kakek Tewas Tersambar Kereta

3664
MENGENASKAN : Hendak bekerja di sawah seorang buruh tani asal Pekalongan disambar kereta dan langsung tewas di tempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MENGENASKAN : Hendak bekerja di sawah seorang buruh tani asal Pekalongan disambar kereta dan langsung tewas di tempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Sutikno, 60, seorang buruh tani yang beralamat di RT 1/1 Kelurahan Degayu Kota Pekalongan, tewas mengenaskan akibat tersambar kereta di jembatan perlintasan kereta api Gamer Kelurahan Setono Pekalongan Timur, Senin pagi (13/3) kemarin.

Korban mengalami luka fatal di bagian kepala hingga menyebabkan langsung meninggal di lokasi kejadian. Satu jam kemudian, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Bendan untuk diotopsi, sebelum akhirnya diambil keluarganya.

Kapolsek Pekalongan Timur, Kompol Agus Riyanto menerangkan bahwa kejadian memilukan tersebut diperkirakan terjadi saat pagi. Sekitar pukul 07.00 seorang saksi mata, Rabin, 48, dan Totok Aji, 48, warga Kelurahan Setono sempat melihat dari rumahnya, korban menuntun sepeda onthel di jalur kereta, yang memang jaraknya dekat dengan lokasi. Tidak berapa lama, terdengar suara benturan keras. Setelah didekati di lokasi, ternyata korban sudah tergeletak di tanah dengan badan penuh darah. Sedangkan sepeda onthelnya masih berada di pinggir rel kereta.

“Saksi mata atas kejadian tersebut langsung melapor ke petugas kami, melalui Babinkamtibnas Aiptu M Khamim. Atas laporan tersebut, petugas langsung ke TKP dan evakuasi jenazah korban,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pengecekan dan koordinasi, korban diketahui adalah warga Gamer. Yang kesehariannya bekerja sebagai petani, saat kejadian korban hendak berangkat menuju sawah yang digarapnya. Seperti biasa, korban menuntun sepeda kesayangannya melalui tepi rel kereta. Naas, pagi ini korban terserempet kereta api dan tubuhnya terpental hingga belasan meter.

Kapolsek beserta jajarannya dan dibantu tim Inafis Polres Pekalongan Kota langsung evakuasi jasad korban ke RSUD Bendan guna kepentingan otopsi. Sementara itu, sejumlah keluarga korban yang tiba di lokasi tak kuasa menahan kesedihannya. Karena rumah korban memang tidak jauh dari TKP. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here