UTI Pro Sesalkan Adanya Diskriminasi

344
MAJUKAN TAEKWONDO: Pengurus UTI Pro Jawa Tengah usai menggelar rapat koordinasi, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
MAJUKAN TAEKWONDO: Pengurus UTI Pro Jawa Tengah usai menggelar rapat koordinasi, kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk memajukan olahraga taekwondo. Ketua UTI Pro Jateng Theodorus Yosep Parera juga akan memperjuangkan kedudukan para atlet binaannya agar bisa mengikuti segala event.

Hal tersebut ditegaskan Yosep mengingat atletnya sempat terkendala mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Menurutnya selama ini atlet-atletnya banyak didiskriminasi.

”Seperti dalam event Popda yang ada di Kota Semarang sebelumnya, atlet kami sudah lolos seleksi, tapi ada larangan dari panitia pelaksana, kalau tergabung di UTI Pro maka tidak boleh ikut, padahal dinas pemuda olahraga tidak ada larangan,” kata dalam rapat persiapan rancangan program kerja daerah (Rakerda) di Kampung Laut, Minggu (12/3).

Oleh karena itu, ia menegaskan semua atlet harus sama kedukannya dan semua harus bisa terlibat dengan baik, di semua event yang diadakan. Ketua Peradi Kota Semarang ini, juga meminta semua pengurus menjaga soliditas. Jangan sampai terpecah belah, termasuk dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) jangan sampai bermusuhan, karena menurutnya yang terpenting adalah kerja sama.

”Kita ndak perlu menyalahkan, apalagi menggugat atau menjelek-jelekan, yang penting kita kerja saja, dan biarkan masyarakat yang menilai,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda terpilih, Agung Tri Wibawa memastikan dalam acara Rakerda tersebut nantinya juga akan membahas sejumlah kebijakan, terkait adanya diskriminasi yang dialami sejumlah atlet di lingkup UTI Pro.

”Kami hanya ingin berjuang kepentingan atlet. Berkaitan Rakerda akan diadakan 18-19 Maret di Candi View Hotel Semarang,” imbuh Agung yang juga Wakil Ketua UTI Pro Kota Semarang. (jks/zal/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here