Tawarkan Gowes Kelilingi Bangunan Kuno

466
WISATA SEJARAH: Anggota Pegiat Kawasan Kota Lama Semarang dan wartawan Jawa Pos Radar Semarang saat gowes ria berkeliling bangunan-bangunan kuno di Kota Lama. (NURCHAMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
WISATA SEJARAH: Anggota Pegiat Kawasan Kota Lama Semarang dan wartawan Jawa Pos Radar Semarang saat gowes ria berkeliling bangunan-bangunan kuno di Kota Lama. (NURCHAMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kegiatan cycling tour yang diinisiasi Pegiat Kawasan Kota Lama Semarang kini tersedia untuk menyemarakkan aktivitas pariwisata di area tersebut. Paket tersebut menawarkan sensasi bersepeda mengelilingi bangunan-bangunan kuno bersejarah.

Yuliansyah Ariawan, salah seorang Pegiat Kota Lama mengatakan, hal ini dilakukan sebagai usaha untuk menjadikan Kota Lama Semarang terdaftar sebagai World Heritage List di UNESCO. ”Sekarang ini masih tentative list, jadi ada kemungkinan degradasi. Tapi kami terus berusaha mengenalkan Kota Lama sebagai ikon wisata Semarang,” terangnya. Pada cycling tour Minggu (12/3) Pegiat Kota Lama Semarang mengajak Jawa Pos Radar Semarang berkeliling ke salah satu bangunan cagar budaya Semarang, Kesusteran St. Fransiskans di Jalan Ronggowarsito.

Start dari gedung Monodhuis milik Oey Tiong Ham yang terkenal sebagai Raja Gula Asia di Jalan Kepodang, rombongan dipandu oleh Ari melalui kawasan Kota Lama menuju St. Fransiskans. Di sana, Ari bersama Suster Kepala Bertha menjelaskan tentang bangunan peninggalan Belanda yang kini dijadikan sekolah suster Katolik dan telah ada sejak 1800-an. ”Kami memang menggandeng stakeholder dari bangunan cagar budaya yang ada di kawasan Kota Lama, dengan tujuan untuk melestarikan,” katanya.

Ari mengatakan, tur sepeda ini juga dilakukan sebagai alternatif bagi wisatawan yang mampir ke Kota Lama jika ingin bersantai dan menikmati suasana yang kental dari bangunan-bangunannya.

”Selain cycling tour kami juga menyediakan walking tour. Tapi itu dilakukan malam hari karena siang kan panas dan juga bisa lebih santai,” ungkapnya.

Sedikitnya 20 sepeda dan becak disediakan bagi pengunjung yang ingin berkeliling Kota Lama. Kegiatan ini rutin dilakukan seminggu sekali pada akhir pekan.

Terdapat tiga jalur yang bisa ditelusuri sembari gowes seperti Jalur Satu yang meliputi Kawasan Kota Lama hingga Pengapon, lalu Jalur Dua, Kawasan Kota lama hingga Bubakan dan Jalur Tiga, yakni Kawasan Kota Lama dan Pecinan. Cukup rogoh kocek Rp 35.000 untuk Jalur Satu dan Dua, dan Rp 50.000 untuk Jalur Tiga, paket tur Kota Lama dengan bersepeda ini bisa dinikmati. (mg26/ric/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here