PKB Incar Posisi Wakil Gubernur

Bulan Ini, Gerindra Gelar Konvensi

261

SEMARANG – Sejumlah partai politik (parpol) mulai bersiap menghadapi bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang. Ada yang masih melakukan pemetaan situasi politik, hingga menentukan target.

Seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mematok kadernya menjabat kursi Wakil Gubernur Jateng. Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin membeberkan, pihaknya sudah mulai menghitung kekuatan partai dalam Pilgub Jateng 2018. ”Kami berharap untuk Jateng setidaknya wakil gubernur,” ucapnya.

Target itu bukan sekadar angan-angan. Sebab, Cak Imin mengaku target tersebut berdasar potensi dan kekuatan mesin partai. Pihaknya pun siap menggandeng parpol lain. Terkait calon gubernur, dia menyerahkan keputusan tersebut kepada Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jateng. Baik mekanisme penjaringan atau pola komunikasi dengan parpol lain. Sebab saat ini PKB hanya punya 13 kursi di DPRD Jateng, atau 13 persen dari total 100 kursi. Sementara syarat partai dapat mengusung calon Gubernur dan Wakil Gubernur sendiri, minimal 20 persen suara. ”Biar DPW membicarakan lintas partai sekaligus menghitung potensi, ketokohan dan kualitas, untuk segera melakukan rekrutmen siapa yang layak jadi Gubernur Jateng,” tegasnya.

Sementara itu, PDIP yang punya kursi 30 persen di DPRD Jateng, justru belum mempersiapkan penjaringan. Partai ini masih memetakan kondisi politik di Jateng. Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menjelaskan, mekanisme perekrutan calon gubernur dan wakil gubernur akan disusun Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

”DPD hanya membantu. Jadi kalau DPP belum mengambil keputusan ya DPD tidak. Tapi DPP pasti punya cara-cara  sendiri untuk mempersiapkannya,” tegasnya.

Menurutnya, dahulu PDIP memang memiliki mekanisme penjaringan melalui pembukaan pendaftaran. Untuk saat ini, diperkirakan akan ada perubahan karena sistem pendaftaran punya dampak negatif. ”Karena ada masukan-masukan, pendaftaran itu justru membuat orang yang tidak dapat rekomendasi kecewa. Kalau rekomendasi kan cuma satu, yang nggak dapat rekom akhirnya marah, akhirnya ’ngopling’, ini kan berbahaya,” katanya.

Meski begitu, Pacul tetap menunggu keputusan DPP yang bisa saja menerapkan mekanisme pendaftaran. Pihaknya tetap menjalankan apa pun keputusan DPP. ”Jadi, ada tidaknya pendaftaran, tergantung DPP. Tapi biasanya sebelum ada mekanisme, DPP minta masukan DPD dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid mengatakan, pihaknya berencana melakukan konvensi atau penjaringan bakal calon yang akan diusung pada Maret ini. Dia bakal memanggil jajaran anggota dewan dari kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI. ”Kami sampaikan akan menyiapkan kader untuk maju ke Pilgub 2018. Setelah itu akan ada konvensi eksternal,” katanya.

Dijelaskan, proses penentuan calon di Partai Gerindra diawali dari usulan di daerah kemudian diajukan ke DPP. Selanjutnya ketua umum akan menentukan dengan mengeluarkan rekomendasi pada calon bersangkutan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan, untuk tahapan Pilgub Jateng 2018, masih akan menunggu keputusan KPU RI mengenai penetapan hari atau tanggalnya. Tapi diperkirakan pelaksanaan pemungutan suara digelar pada Juni 2018.

”Kebetulan pada Juni 2018 nanti ada perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah, kemungkinan pelaksanan pengutan suara bisa sebelum atau sesudah Idul Fitri,” katanya. (amh/ric/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here