Jalan Kepil-Kalibawang Rusak

367
AWAS JATUH: Seorang warga tampak kewalahan saat mengendarai sepeda motor melewati jalan kabupaten di Desa Kalikarung Kecamatan Kalibawang. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
AWAS JATUH: Seorang warga tampak kewalahan saat mengendarai sepeda motor melewati jalan kabupaten di Desa Kalikarung Kecamatan Kalibawang. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Jalan Kabupaten, yang menghubungkan kecamatan Kepil dan Kalibawamg rusak parah. Akibatnya, warga satu desa yang ikut wilayah kecamatan Kalibawang, Desa Kalikarung, harus kesulitan ketika ingin mengurus keperluan di kecamatan.

“Walaupun secara administrasi ikut kecamatan Kalibawang tapi warga desa kami merasa lebih dekat dengan kecamatan Kepil,” jelas Musliman, warga Dukuh Grenjeng, Desa Kalikarung.

Menurut Musliman, warga Desa Kalikarung nyaris tak pernah menyambangi kecamatan Kalibawang, kecuali ada urusan penting. Seperti contoh, untuk keperluan pasar dan sekolah, warga desanya lebih memilih ke kecamatan tetangga, Sapuran dan Kepil. Alasannya, selain jalannya rusak, medan yang menanjak dinilai menyulitkan warga.

Menurutnya, akses jalan tersebut, sudah bertahun-tahun ini tak pernah diperbaiki. Panjang jalan yang rusak sekitar 4 kilometer. Kerusakan terparah berada di tanjakan Dusun Pucungroto dan beberapa titik sebelum Dusun Mirombo Kalibawang.

“Bisa dibilang akibat jalan rusak, tidak ada yang sekolah di Kalibawang, mereka lebih memilih sekolah di Kepil, Sapuran. Kalau saja jalan ini diperbaiki sebenarnya sekolah di Kalibawang bisa menjadi alternatif, karena jaraknya memang paling dekat,” kata PNS yang harus tiap hari hilir mudik melintasi jalan tersebut.

Selain sebagai akses utama warga Desa Kalikarung ke pusat kecamatan Kalibawang, jalan tersebut sejatinya bisa menjadi alternatif bagi warga Kepil yang ingin ke Kalibawang-Kaliwiro-Wadaslintang, maupun sebaliknya. Bahkan, dulu pernah diwacanakan jadi jalur utama Magelang-Kebumen via Kalibawang. Jika terwujud, maka warga tak perlu memutar melintasi jalan utama Wonosobo-Purworejo seperti sekarang ini. “Dulu ada wacana seperti itu, dari Magelang tembus Kebumen, angkutan semuanya lewat sini,” jelasnya.

Warga lain, Fathul Mujib menjelaskan, akses tersebut sangat dibutuhkan warga yang ingin belanja ke pasar Kalibawang. Meski ada alternatif Pasar Sapuran, Pasar Kalibawang dinilai paling masuk akal ketika ingin belanja dengan jumlah kecil. Mengingat, perbandingan jarak keduanya sampai 3 kali lipat lebih jauh.

“Kalau dari tempat kami (Paseran) ke Sapuran paling tidak butuh waktu 45 menit. Coba saja ke Kalibawang, kalau jalan halus, tidak sampai 15 menit,” katanya.

Kendati demikian, ia mengaku masih bersyukur, jalur utama warga desa ke Pasar Sapuran maupun Kepil sudah halus berkat pembangunan yang baru selesai belum lama ini. “Sekarang, tinggal jalan ini yang masih rusak. Harapan saya, pemerintah ke depan mau membangun akses jalan di kecamatan yang masih baru ini,” katanya. (cr2/ton)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here