Ide Nulis Cerpen dari Motret

306
Suzanna Maria Luki Astuti Fajarini (CHRISTIAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Suzanna Maria Luki Astuti Fajarini (CHRISTIAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SUZANNA Maria Luki Astuti Fajarini, dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), memiliki hobi memotret flora atau bunga, tumbuh secara tak sengaja. Semula, Suzan – sapaan akrabnya- hanya suka memotret sejak 1994. Namun sejak flower photography (fotografi bunga) kali pertama dia ikuti itulah, kecintaannya memotret bunga tumbuh.

Sejak flower photography (fotografi bunga) kali pertama dia ikuti itulah, kecintaannya memotret bunga tumbuh. Dalam memotret bunga, angin menjadi tantangan terbesar. Angin membuat bunga yang ingin ia potret ambyar, sehingga harus mengulang proses pengambilan gambarnya berkali-kali. ”Sudah dapat posisi bunga yang diinginkan seperti tangkainya yang menunduk cantik, ada butir air nampak di kelopaknya, cahayanya sudah oke, tetapi angin datang dan membuat bunganya jatuh, ya saya ulang sampai saya mendapatkan gambar yang saya mau,” ujarnya.

Suzan menjelaskan bahwa enaknya memotret bisa mengamati, memandangi, melihat kejadian, mengintip objek foto, dan mengamati tingkah teman-teman pemotret sehingga dapat menambah ide untuk menulis cerita pendek. ”Hal tersebut bisa menambah dan memperluas ide-ide menulis cerpen,” jelasnya.

Menurutnya, ada hubungan kuat antara memotret, menulis, dan melepas stres. Karena ketika memotret, ia mendapatkan inspirasi untuk menulis cerita pendek. Ia pun percaya dengan menulis ia dapat melepaskan segala tekanan yang ada di dalam dirinya. Atau dengan kata lain, writing is healing. (mg27/ida/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here