Dua Bulan Raskin Tak Dibagi

564
MENUNGGU PAGU : Pihak Bulog saat mendistribusikan raskin ke Kantor Kelurahan Kedungwuni, namun belum bisa dibagikan ke warga, karena pagu dari Pemprov Jawa Tengah belum turun. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENUNGGU PAGU : Pihak Bulog saat mendistribusikan raskin ke Kantor Kelurahan Kedungwuni, namun belum bisa dibagikan ke warga, karena pagu dari Pemprov Jawa Tengah belum turun. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Lantaran pagu atau alokasi anggaran, yang ditetapkan untuk mendanai beras miskin (raskin) di Kabupaten Pekalongan belum turun, jatah raskin Januari dan Februari belum juga dibagikan.

Beberapa warga mulai mendatangi balai desa setempat untuk menanyakan kejelasan program raskin. Pasalnya, saat ini harga beras di pasaran naik terus, seperti IR64 premium, per kilogramnya sudah mencapai Rp 11 ribu, jauh jika dibandingkan harga raskin. Sutari, 45, warga Kelurahan Kedungwuni, Minggu (12/3) mengungkapkan, saat ini harga beras naik cukup drastis karena beberapa daerah penghasil beras mengalami gagal panen akibat banjir dan diserang hama.

Menurutnya, dalam kondisi harga beras mahal, Pemkab Pekalongan diminta segera mendistribusikan raskin ke masyarakat. Hal itu untuk membantu biaya hidup warga miskin. Karena raskin tersebut akan digunakan untuk campuran beras premium yang dibeli di pasaran.

’’Biasanya menjelang pertengahan bulan seperti ini, raskin sudah dibagikan. Namun saya tanyakan ke Pak RT, raskin memang belum dibagikan. Padahal keluarga kami sangat membutuhkan raskin tersebut, karena harga beras mulai mahal,” ungkapnya.

Sutari juga mengatakan, jika pembagian raskin terlambat, agar ada pihak dari Kelurahan yang memberikan informasi. Sehingga dirinya tidak berharap akan raskin. Karena selama ini pembelian beras dilakukan sebulan sekali dan disesuaikan dengan kondisi raskin.

Menurutnya beberapa bulan lalu, pihaknya pernah menerima raskin yang bagus, yang hampir sama dengan kondisi IR64 premium. Namun raskin premium tersebut hanya diterima selama dua bulan saja. Setelah itu, kembali ke raskin seperti semula.

“Saya harap agar raskin yang akan dibagikan nanti yang seperti pertengahan 2016 lalu. Yaitu raskin premium. Tapi kalau tidak ada, raskin biasa tidak apa-apa asal pembagiannya jangan ditunda terlalu lama,” katanya.

Sementara itu, Kasubag Pengembangan Perekonomian Daerah, Setda Pemda Pekalongan,  Arif Rahman, membenarkan dua bulan terakhir raskin belum dibagikan, karena pagu dari Pemprov Jawa Tengah belum turun.

Menurutnya belum munculnya pagu dari provinsi tersebut, lantaran adanya penyesuaian data terbaru, atau verifikasi tahun 2015 oleh Kementerian Sosial. Sehingga Pemda Pekalongan belum dapat membuat Keputusan Bupati, apalagi menentukan penerima baik nama maupun alamat.

’’Kami sudah menyurati pihak desa dan kecamatan, untuk bersabar menunggu informasi lebih lanjut. Ini masih proses, kemungkinan akan didistribusikan bulan ini sebanyak tiga kali. Kalau belum ada dasar dari provinsi kami tidak berani didistribusikan,” jelasnya. (thd/ric)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here