33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Dua Bulan Raskin Tak Dibagi

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

KAJEN – Lantaran pagu atau alokasi anggaran, yang ditetapkan untuk mendanai beras miskin (raskin) di Kabupaten Pekalongan belum turun, jatah raskin Januari dan Februari belum juga dibagikan.

Beberapa warga mulai mendatangi balai desa setempat untuk menanyakan kejelasan program raskin. Pasalnya, saat ini harga beras di pasaran naik terus, seperti IR64 premium, per kilogramnya sudah mencapai Rp 11 ribu, jauh jika dibandingkan harga raskin. Sutari, 45, warga Kelurahan Kedungwuni, Minggu (12/3) mengungkapkan, saat ini harga beras naik cukup drastis karena beberapa daerah penghasil beras mengalami gagal panen akibat banjir dan diserang hama.

Menurutnya, dalam kondisi harga beras mahal, Pemkab Pekalongan diminta segera mendistribusikan raskin ke masyarakat. Hal itu untuk membantu biaya hidup warga miskin. Karena raskin tersebut akan digunakan untuk campuran beras premium yang dibeli di pasaran.

’’Biasanya menjelang pertengahan bulan seperti ini, raskin sudah dibagikan. Namun saya tanyakan ke Pak RT, raskin memang belum dibagikan. Padahal keluarga kami sangat membutuhkan raskin tersebut, karena harga beras mulai mahal,” ungkapnya.

Sutari juga mengatakan, jika pembagian raskin terlambat, agar ada pihak dari Kelurahan yang memberikan informasi. Sehingga dirinya tidak berharap akan raskin. Karena selama ini pembelian beras dilakukan sebulan sekali dan disesuaikan dengan kondisi raskin.

Menurutnya beberapa bulan lalu, pihaknya pernah menerima raskin yang bagus, yang hampir sama dengan kondisi IR64 premium. Namun raskin premium tersebut hanya diterima selama dua bulan saja. Setelah itu, kembali ke raskin seperti semula.

“Saya harap agar raskin yang akan dibagikan nanti yang seperti pertengahan 2016 lalu. Yaitu raskin premium. Tapi kalau tidak ada, raskin biasa tidak apa-apa asal pembagiannya jangan ditunda terlalu lama,” katanya.

Sementara itu, Kasubag Pengembangan Perekonomian Daerah, Setda Pemda Pekalongan,  Arif Rahman, membenarkan dua bulan terakhir raskin belum dibagikan, karena pagu dari Pemprov Jawa Tengah belum turun.

Menurutnya belum munculnya pagu dari provinsi tersebut, lantaran adanya penyesuaian data terbaru, atau verifikasi tahun 2015 oleh Kementerian Sosial. Sehingga Pemda Pekalongan belum dapat membuat Keputusan Bupati, apalagi menentukan penerima baik nama maupun alamat.

’’Kami sudah menyurati pihak desa dan kecamatan, untuk bersabar menunggu informasi lebih lanjut. Ini masih proses, kemungkinan akan didistribusikan bulan ini sebanyak tiga kali. Kalau belum ada dasar dari provinsi kami tidak berani didistribusikan,” jelasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sentuhan “Jari Den Gulo” Senangkan Belajar IPA

RADARSEMARANG.COM - MATA pelajaran  IPA di SMK Program pilihan Bisnis Manajemen (BISMEN) mempelajari lingkungan dan permasalahannya. Kompetensi dasar yang dipelajari diantaranya tentang limbah, polusi...

Proyek Tol Bawen-Salatiga Terancam Molor

SEMARANG - Percepatan konstruksi jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga terkendala musim hujan. Jika sepanjang Maret ini intensitas hujan masih tinggi, pengerjaan bakal...

Kenang Jasa Pahlawan 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Peringati Hari Bhayangkara, Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya mengajak seluruh anggotanya untuk berziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Kusuma Jati Kendal. Tujuannya untuk...

Pemdes Siap Dukung Usaha Warga

BRINGIN –Pemerintah Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, akan terus mendukung segala bentuk usaha yang ada di desa. Hal tersebut demi meningkatkan perekonomian warga...

Para Pihak Pilih Bungkam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Para pihak yang memiliki kewenangan dalam proses pailitnya perusahaan plastik kemasan legendaris yang berdiri sejak 1973, PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) saling bungkam....