Akan Luncurkan Aplikasi Crowdacting Bergerak Bersama

289
GERAM: Posting-an Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait fenomena vandalisme di kotanya.
GERAM: Posting-an Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait fenomena vandalisme di kotanya.

GERAM: Posting-an Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait fenomena vandalisme di kotanya.

Hendi : Ayo Lawan Vandalisme
SEMARANG – Semangat berbagai pemerintah daerah di Indonesia dalam meningkatkan fasilitas publik di wilayahnya ternyata tak dibarengi oleh semangat masyarakatnya untuk menjaga, dan Kota Semarang menjadi salah satunya. Kondisi ini tergambar pada salah satu unggahan foto Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di akun Instagram pribadinya @HendrarPrihadi.

Dalam foto yang diunggah wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut tampak sebuah papan nama sebuah taman di Kota Semarang berwarna merah yang tampak memprihatinkan dipenuhi oleh coretan-coretan masyarakat (link foto: https://www.instagram.com/p/BRUPSkMhKmX). ”Sedih rasanya bila yang sudah dibangun dengan susah lalu dirusak dengan mudah – Penting : Menulis namanya di sini tak membuatnya jadi jodohmu..mohon bijak dalam bertindak !,” tulis wali kota.

Menyikapi hal tersebut, Hendi yang baru saja diberi penghargaan sebagai kepala daerah terbaik dalam hal pelayanan publik oleh Kemenpan RB ini pun menginisiasi sebuah gerakan #SemarangLawanVandalisme. ”Yang melihat hal serupa ini silakan foto dan tag ke saya dengan menginfokan lokasi serta menyertakan tagar #SemarangLawanVandalisme,” tegas Hendi melalui akun Twitter-nya @HendrarPrihadi.

Hendi sendiri mengatakan bahwa dirinya sedang menyiapkan sebuah aplikasi bernama ’Bergerak Bersama’ untuk mendukung gerakan melawan vandalisme tersebut. ”Jadi nanti bentuk aplikasinya adalah Crowdacting, seperti aplikasi Crowdfunding tetapi yang didonasikan bukan hanya uang tetapi juga tenaga,” jelas Hendi. ”Nanti salah satu fiturnya dirancang untuk menghimpun masyarakat dalam menghapus vandalisme seperti coretan, misalnya dengan bersama-sama mengecat ulang pada waktu yang telah ditentukan dan seterusnya,” tambahnya.

Sebelumnya wali kota juga pernah menginisiasi sebuah gerakan menghapus coretan-coretan yang ada pada halte-halte bus di Kota Semarang. Saat itu pada awal 2015, wali kota bahkan turun langsung mengecat halte bus yang dicorat-coret bersama masyarakat. Saat ini bahkan halte-halte bus di Kota Semarang telah dihiasi oleh lukisan-lukisan mural.

Septiadi, 30, warga Potrosari, Banyumanik, sepakat jika vandalisme harus dilawan. Sebab, aksi tersebut sangat merusak pemandangan. Terlebih coretannya itu tidak jelas dan bersifat jorok. “Bikin kumuh saja. Kalau perlu pelakunya yang terbukti diberi sanksi tegas,” katanya. (*/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here