33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

12.208 Warga Belum Rekam Data

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

UNGARAN – Belasan ribu warga Kabupaten Semarang masih belum melakukan rekam data KTP Elektronik (E-KTP). Dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) saat ini masih ada 12.208 wajib E-KTP yang belum melakukan rekam data.

“Jumlah tersebut hanya 1,1 persen dari jumlah wajib E-KTP di Kabupaten Semarang. Belum melakukan perekaman bukan karena adanya keterlambatan blangko,” ujar Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Rudi Susanto, Minggu (12/3).

Dijelaskan Rudi, saat ini jumlah warga Kabupaten Semarang yang wajib ber E-KTP sebanyak 750.699. Sedangkan jumlah warga yang sudah melakukan rekam data sebanyak 738.491. “Yang sudah rekam data prosentasenya sebanyak 98 persen. Jumlah,” katanya.

Meski prsentasi warga yang belum melakukan rekam data kecil, namun pihaknya tetap mengimbau kepada warga yang tersebar di 19 kecamatan tersebut untuk segera melakukan kepengurusan E-KTP.

Keterlambatan blangko E-KTP seharusnya tidak menjadi alasan atau kendala masyarakat dalam melakukan rekam data. Pihak Disdukcapil sendiri saat ini masih menanti kedatangan blangko E-KTP yang dijadwalkan akan tiba pada Maret 2017. Surat Keterangan yang diberikan oleh Disdukcapil sebagai pengganti sementara E-KTP memiliki fungsi yang sama.

“Warga wajib memiliki E-KTP untuk melakukan proses administrasi di segala bidang. Misalnya petani atau pedagang ingin mendapatkan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) maka wajib memiliki E-KTP,” ujarnya.

Surat Keterangan sebagai pengganti E-KTP sementara diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melakukan segala kepengurusan yang berhubungan dengan status kependudukan. “Ada 52.460 warga yang sementara ini memakai surat keterangan sebagai pengganti E-KTP sampai blangko untuk mencetak E-KTP tersedia kembali,” ujarnya.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristiono mengatakan pelayanan E-KTP harus terus berjalan. Meski saat ini santer pemberitaan kasus korupsi terkait E-KTP, namun untuk urusan administrasi tetap harus berjalan.

Diakui Budi, kelangkaan blangko E-KTP terjadi sejak Oktober 2016. Sehingga, untuk mengantisipasi keperluan kepengurusan administrasi yang memerlukan surat kependudukan, pemerintah mengeluarkan surat keterangan sebagai solusi.

“Seluruh daerah di Indonesia blangko habis tidak hanya Kabupaten Semarang saja. Surat keterangan sebagai pengganti E-KTP memiliki kekuatan hukum yang sama dengan E-KTP,” katanya. Surat keterangan dapat diterima oleh masyarakat jika sudah melakukan rekam data di masing-masing kantor kecamatan maupun di kantor Dispendukcapil. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Anggotanya Pencinta segala Macam Mainan

Para pencinta mainan di Kota Semarang tergabung dalam satu komunitas. Namanya Komunitas Dolanan Semarang  atau Kondomers. Seperti apa? DIAZ AZMINATUL ABIDIN ANEKA mainan mulai robot seukuran...

KPK Geledah Kantor Syahbandar

SEMARANG-Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, Rabu (6/9) kemarin, digeledah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sembilan penyidik KPK datang...

Cashless Generation

RADARSEMARANG.COM - WELCOME to the digital era! Kini segala aspek kehidupan memanfaatkan perkembangan teknologi. Nggak terkecuali jual beli. Keberadaan uang fisik yang sejak dulu...

Disruduk Trailer, Rumah Rata dengan Tanah

KENDAL—Diduga mengantuk, sebuah truk trailer bernomor polisi KT 9030 LD menabrak sebuah gudang oli di Jalan Raya Soekarno Hatta, Desa Brangsong, Kabupaten Kendal. Tidak ada korban...

Dorong Realisasikan UHC

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta mendorong tujuh daerah untuk merealisasikan program Universal Health...

Beras Organik Jadi Peluang Pasar

SEMARANG – DPRD meminta pemerintah ikut andil dalam meningkatkan produksi beras organik di Jateng. Sebab, pruduk organik bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Jateng. Meski...