PSIS v Persebaya Laga Penuh Gengsi

435
Rio Saputra (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Rio Saputra (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Laga penuh gengsi bakal tersaji di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (12/3) sore ini, di mana dua tim sarat sejarah, yakni PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya bakal bentrok dalam laga uji coba. Meski hanya berlabel uji coba, laga tersebut cukup penting bagi kedua tim sebagai bahan evaluasi sebelum benar-benar bertarung di Liga 2. Apalagi selama masa persiapan ini, PSIS belum pernah mendapatkan lawan selevel di kandang.

Dan yang lebih menarik lagi, kedua tim sama-sama dibesut pelatih yang pada musim lalu menangani tim kasta tertinggi. Skuad PSIS akan dibesut head coach Subangkit yang musim lalu menjadi juru taktik Mitra Kukar. Sedangkan Persebaya saat ini dibesut oleh coach Iwan Setiawan yang musim lalu bergabung dengan Pusamania Borneo FC.

”Yang pasti pertandingan besok (hari ini, Red) tekanannya akan sangat tinggi, baik secara nonteknis yakni tekanan penonton, maupun tekanan teknis di dalam lapangan, karena kita tahu baik PSIS maupun Persebaya adalah tim satu level dan kami butuh atmosfir pertandingan itu sebagai bahan evaluasi sebelum turun di Liga 2,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ’Liluk’ Winarto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui, tekanan penonton ini diperkirakan akan luar biasa. Karena kedua tim memiliki suporter fanatik. PSIS didukung SneX dan Panser Biru, sementara Persebaya dengan Bonek yang pada laga sore ini mendapat kuota 3 ribu orang.

Saat latihan kemarin, tim berjuluk Mahesa Jenar memberikan isyarat untuk sedikit merombak komposisi pemainnya. Sejumlah pemain kemungkinan bakal diparkir coach Subangkit lantaran masih dalam kondisi pemulihan cedera. Sebut saja winger Juni Riyadi, yang sedang tidak dalam kondisi fit. Kemudian bek tengah M. Rio Saputra yang bermasalah dengan engkel kaki kanannya, serta gelandang M. Ilham Arfil yang juga masih butuh perawatan.

”Di posisi Arfil, saya bisa dorong M. Yunus ke pos tersebut.  Kemudian di bek tengah, kami juga masih ada beberapa stok pemain, seperti Haudi Abdillah, Anhar Latif dan Anam Syahrul. Jadi, akan ada perubahan komposisi, tapi tidak banyak,” bebernya.

Dengan bergesernya M. Yunus di pos second striker, berarti kemungkinan besar pelatih asal Pasuruan itu akan menduetkan Saddam Sudarma Hendra dan Ahmad Agung untuk menjaga kedalaman lini tengah.

Subangkit berharap, Johan Yoga dkk tampil lebih baik dibanding lima kali laga uji coba lalu. Seperti saat laga melawan Pusamania Borneo FC, lini belakang Mahesa Jenar begitu keropos, sehingga harus rela kemasukan empat gol.

Lini penyerangan PSIS juga masih menjadi problem tersendiri. Lima gol dalam lima laga uji coba tentu bukan menjadi catatan yang bagus.

”Kami masih akan pakai 4-2-3-1, dengan Johan Yoga sebagai target man. Dan yang jelas melawan Persebaya, kami harus tampil lebih baik lagi dari semua sisi dibanding lima laga uji coba sebelumnya,” harapnya.

Skuad Persebaya sendiri datang ke Semarang dengan modal cukup bagus, yakni usai menyabet gelar juara Dirgantara Cup 2017 yang digelar di Jogjakarta hingga 8 Maret 2017 lalu, dengan catatan empat kali kemenangan, dan satu kali kalah. Hanya saja, coach Iwan Setiawan sore ini kemungkinan belum bisa menggunakan tenaga Rachmat Afandi. Pengemas empat gol di Dirgantara Cup itu masih dalam masa pemulihan cedera hamstring. ”Anak-anak kami tuntut untuk fokus agar bisa bermain semaksimal mungkin. Dan akan ada beberapa rotasi pemain di pertandingan lawan PSIS besok (hari ini, Red),” kata coach Iwan di Stadion Jatidiri.

Yang sedikit membuat lega, tim berjuluk Green Force ini sudah bisa menurunkan bek tengah Rachmat Irianto yang sudah bergabung di Semarang. Selain itu, pemain terbaik Dirgantara Cup, Sidik Saimima, juga dalam kondisi on fire.

”Pemain kami punya kualitas untuk turun di Liga 2. Hari ini (kemarin, Red) kami juga fokus adaptasi kondisi lapangan Stadion Jatidiri yang permukaannya agak keras,” ujarnya. (bas/aro/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here