Pedagang Tolak Terboyo Jadi Pangkalan Truk

392

SEMARANG – Keberadaan Terminal Terboyo Semarang hingga kini masih memprihatinkan. Tak berdayanya pemerintah menghadapi persoalan klasik rob dan banjir di kawasan ini membuat Terminal Terboyo seakan hidup segan mati tak mau. Meski masuk kategori terminal tipe A, Pemerintah Kota Semarang merencanakan ke depan akan mengalihfungsikan Terminal Terboyo untuk dijadikan pangkalan truk, terutama petikemas dan angkutan barang.
Tetapi rupanya para pedagang di kawasan tersebut menolak wacana itu. Mereka masih tetap berharap agar Terminal Terboyo dipertahankan sebagai terminal penumpang. Apalagi Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Nomor 154 Tahun 2016 tentang Terminal Terboyo dinyatakan tetap sebagai terminal tipe A.
”Kami masih berharap Terminal Terboyo dirawat. Kami sepakat agar amanah Peraturan Menteri Nomor 154 itu dijadikan acuan. Di Kota Semarang tercantum terminal tipe A, yakni Terminal Terboyo dan Terminal Mangkang,” kata Ketua Perkumpulan Pedagang dan Jasa (PPJ) Unit Terminal Terboyo, Mustofa, kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Jika Pemkot Semarang memiliki kebijakan lain, yakni bakal mengalihfungsikan Terminal Terboyo menjadi pangkalan truk, maka hal itu akan berdampak bagi banyak sektor. Termasuk bagi masa depan pedagang dan pemilik kios di kawasan tersebut terancam dipindah. Baik dipindah ke Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron. ”Padahal di sini jumlahnya cukup banyak. Sedikitnya ada 220 pedagang,” ujarnya.

Para pedagang, kata dia, berharap agar Terminal Terboyo dimaksimalkan pembangunannya saja sesuai dengan Peraturan Menteri sebagai terminal tipe A. Dia mengakui, persoalan banjir dan rob sejauh ini masih menjadi kendala utama yang menyebabkan Terminal Terboyo tidak maksimal. Tetapi, pihaknya yakin bila pemerintah serius, bisa menyiasatinya.

”Kami berharap, Terboyo tetap menjadi ikon Kota Semarang dan kembali bisa berjaya seperti masa lalu. Terus terang para pedagang mengharapkan itu,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJ) Kota Semarang, Ngadino, mengatakan, Peraturan Menteri Nomor 154 tersebut, sejauh ini juga masih wacana pemerintah pusat. Peraturan pemerintah pusat tersebut berbenturan dengan otonomi daerah.

”Pemerintah daerah juga memiliki wewenang terhadap kebijakan di daerah masing-masing. Kami juga masih menunggu kebijakan pemerintah daerah. Apakah pemerintah daerah tetap akan mewujudkan wacana akan membangun terminal barang yang lokasinya di Terminal Terboyo atau tidak,” ujar Ngadino.
Dikatakannya, wacana pemerintah kota untuk mengalihfungsikan Terminal Terboyo menjadi terminal barang juga sudah lama. Tetapi sejauh ini tidak ada progres berarti. Ia berharap agar segera mendapat penanganan agar nasib Terminal Terboyo jelas. Sehingga sektor-sektor lain juga bisa berkembang.

”Kami bisanya menunggu kebijakan pemerintah daerah, dan mendorong agar segera dilakukan penanganan,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Tri Wibowo, mengatakan, akan mengalihfungsikan Terminal Terboyo menjadi pangkalan parkir truk.  Banyak penumpang maupun bus tidak mau masuk ke terminal tersebut karena kondisinya sering banjir dan rob.

”Ke depan, kami akan mengalihfungsikan Terminal Terboyo untuk pangkalan parkir truk. Ini juga sebagai upaya untuk mengatasi atas banyaknya truk-truk besar yang seringkali parkir di bahu jalan. Terutama jalan nasional di wilayah Semarang bagian utara,” ujar Triwibowo.

Pihaknya mengakui, Terminal Terboyo saat ini tidak kondusif untuk difungsikan sebagai terminal penumpang. Kondisi Terminal Terboyo hanya memungkinkan dikembangkan sebagai pangkalan truk. ”Nanti terminal penumpang terpusat di Terminal Mangkang, terutama untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Selain itu, juga di Terminal Penggaron. Terboyo nantinya hanya khusus truk,” tegas dia.

Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut untuk pengalihan fungsi Terminal Terboyo tersebut. Termasuk diperlukan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan infrastruktur yang diperlukan. ”Kami baru mengalokasikan, saat ini masih membuat lay out-nya. Diperkirakan, pangkalan truk di Terboyo baru bisa dioperasikan pada 2018 mendatang,” katanya.

Terkait pengelolaan, untuk Terminal Terboyo yang akan beralih fungsi sebagai pangkalan truk, tetap dikelola oleh Pemkot Semarang. Sedangkan untuk Terminal Mangkang diserahkan kepada Kementerian Perhubungan RI. ”Rencana difungsikannya Terminal Terboyo menjadi pangkalan truk merupakan terobosan untuk memanfaatkan aset. Sekaligus untuk mengatasi masalah keruwetan jalur-jalur nasional akibat banyaknya truk parkir di bahu jalan,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here