Kedai Mangot Maooot: Ikannya Segar, Pedasnya Maut

1947
RINTIS USAHA : Anita Ristiani, pemilik kuliner Mangot Maooot menunjukkan menu andalannya. (NURCHAMIM/jawa pos radar semarang)
RINTIS USAHA : Anita Ristiani, pemilik kuliner Mangot Maooot menunjukkan menu andalannya. (NURCHAMIM/jawa pos radar semarang)

Mangut dikenal sebagai makanan khas yang mudah ditemukan di kawasan pantura. Masakan berkuah santan dan berbahan ikan asap ini memang favorit. Kali ini Jawa Pos Radar Semarang berkesempatan mencicipi Mangot Maooot di Jalan MT. Haryono Nomor 63, Ungaran.

Mangot Maooot terbilang masih baru. Bahkan mungkin satu-satunya di Ungaran. Namun siapa sangka, langganannya berasal dari kalangan pejabat kabupaten setempat hingga provinsi. Memanfaatkan area rumah letaknya strategis pinggir jalan utama keluar masuk kendaraan menuju Tol Ungaran, suasana yang ditawarkan sejuk dengan pemandangan hijau perbukitan, menambah kenikmatan saat makan.

“Karena awalnya bingung mau cari tempat dimana, dan kebetulan rumah ada banyak ruang , ami putuskan menggunakan halaman depan dan samping rumah,” ujar Anita Ristiani, pemilik kuliner Mangot Maooot.

Anita yang sempat menjadi pengusaha mebel ini menceritakan, sebelumnya tidak pernah mengira akan membangun bisnis kuliner. Hanya berbekal saran dari keluarga yang merasa mangut yang dibuatnya berbeda dari yang lain, ia pun menjalankannya dibantu oleh suami dan keluarganya.

“Alhamdulillah awalnya nggak berekspektasi tinggi, karena mulanya kan dari senang memasak mangut di event keluarga lalu diusulkan dan sambutannya bagus,” ungkap Anita sambil menyiapkan hidangan.

Ibu 3 anak ini mengungkapkan perbedaan pada masakannya yakni dari bahan baku ikan, yang ia datangkan langsung dari nelayan di Jepara. Selain itu, bumbu memasaknya pun berbeda. Keistimewaan lain dari kedainya adalah ia hanya menyediakan menu mangut sehingga orang tidak memesan menu lainnya.

“Ikan semuanya dari Jepara, karena langsung dari nelayan jadi masih fresh. Ikan pe nya tidak bau pesing. Bumbunya hampir sama pakai bawang merah, kemiri dikasih kencur sedikit, nah santannya direbus, biar lebih tanak dan rasanya juga beda,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan aneka rempah seperti daun jeruk, salam, dan serai sehingga amisnya tidak menyengat. Karena menurut Anita, umumnya masakan mangut meninggalkan bau yang kurang sedap dari ikannya. “Bukan resep rahasia ya, cuma karena biasa masak seperti itu. Keluarga dari suami saya kan banyak yang luar jawa, selalu minta dimasakin. memang rasanya berbeda, pelanggan juga demikian,” tuturnya.

Keistimewaan dari menu ini adalah pilihan ukuran kepala ikan yang cukup besar. Meski bagian kepala, daging yang dihasilkan masih cukup banyak dan memiliki tekstur lembut. Soal rasa, menu berkuah kental ini bercita rasa gurih dan pedasnya bisa disesuaikan dengan selera konsumen.

Selain mangut pe (ikan pari), Anita juga menyediakan menu lainnya seperti mangut kepala manyung, penyet pe menggunakan sambal terasi serta menu pendamping lalapan glandir dengan sambal asam. Harga yang dibanderol untuk satu porsi mangut kepala manyung berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu, bergantung pada besar kecil ukurannya. “Kalau andalan sebetulnya mangut Pe, tapi pelanggan seringnya pesan mangut kepala manyung, mungkin karena besar-besar ukurannya,” ungkap Anita.

Anita mengatakan, jika ramai pengunjung ia juga memanfaatkan bagian dalam rumahnya untuk makan dengan lesehan.

Salah satu langganannya yakni Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kribo. Menu favoritnya adalah mangut kepala manyung. “Beliau malah senang masak sendiri kalau kesini, jadi tempenya dimasak sendiri. Kami juga tidak melarang, karena konsepnya memang homy,” bebernya.

Ke depan, Anita berencana untuk mencari mitra sehingga nantinya ia akan memasok menunya dalam keadaan matang dan juga membuka cabang. Ia mengatakan, meski belum ada 1 tahun namun kedainya telah dikenal banyak orang khususnya di Ungaran. “Jadi buka cabang tapi dapurnya tetap satu dari sini, jadi rasanya tidak akan berbeda. Tapi itu masih rencana karena kita masih sering kewalahan disini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, alasan lain membuka kedai mangut ini karena ingin mengangkat nelayan Jepara.

Mangot Maooot buka mulai pukul 10.00 hingga 15.00. Pengunjung mulai ramai bahkan sebelum menunya selesai dimasak. (mg26/ric)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here