Peradi Minta Pasang Rambu

365
RESPONS KELUHAN: Pengurus DPC Peradi Kota Semarang saat bertemu sejumlah dinas di Provinsi Jateng terkait keluhan jalan rusak. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
RESPONS KELUHAN: Pengurus DPC Peradi Kota Semarang saat bertemu sejumlah dinas di Provinsi Jateng terkait keluhan jalan rusak. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sejumlah keluhan terkait jalan rusak yang diadukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo direspons secara cepat, walau belum ada tindakan yang langsung terlihat. Dibuktikan dengan surat balasan untuk mengadakan pemaparan terkait masalah tersebut bersama dinas terkait, di kantor Gubernur Jateng, Jumat (10/3).

Dalam pertemuan itu, Ketua Peradi Semarang, Theodorus Yosep Parera meminta semua jalan rusak yang menjadi kewajiban pemerintah baik kabupaten/kota, segera ditangani. Jika memang belum ada perbaikan, setidaknya diberi rambu-rambu. ”Undang-Undang (UU) sudah jelas, kalau belum bisa diperbaiki, maka diberi dulu rambu-rambu dahulu,” kata Yosep.

Dewan Pembina Peradi Semarang, Sujiarno Broto Aji mengkritisi langkah yang dilakukan pemprov yang hanya menandai jalan berlobang dengan pilox. Menurutnya hal tersebut kurang efektif.

”Kalau ditandai pilox, itu bukan ‎rambu-rambu. Harusnya dikasih tanda berupa plang berisi pesan ’hati-hati jalan rusak’. Semua jalan rusak juga harus dipasang rambu-rambu itu,” imbuh Sujiarno yang juga Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Jateng ini.

Dalam pertemuan itu, dihadiri sejumlah perwakilan dari dinas terkait di Provinsi Jateng, di antaranya  Inspektorat diwakili Harsono, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Iriyanto, Dinas Bina Marga Purhatmanto, Biro Pemerintahan Hariyono BS, dan Dinas Perhubungan Andi.

”Memang banyak jalan yang terjadi kerusakan. Kami juga sudah menerima keluhan masyarakat tersebut. Info Lapor Gub juga selalu kami tanggapi dengan cepat. Kami juga sudah memiliki 9 Balai Pelaksana Teknis (BPT), prosesnya maskimal 3 hari sudah ditangani, khususnya jalan provinsi,” kata perwakilan Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, Purhatmanto.

Kemudian perwakilan Inspektorat Provinsi Jateng, Harsono mengatakan, komitmen berkaitan perbaikan jalan sebenarnya sudah dicanangkan Gubernur Jateng, seperti kebijakannya membangun fasilitas yang bagus, menutup lumbang jalan, bahkan sebelumnya juga sudah ada wacana untuk membuat kendaraan patroli wilayah. Ia juga meminta masyarakat yang menggunakan jalan agar muatannya tidak sampai 2 kali lipat dari yang diizinkan. (jks/zal/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here