Krisnaningtyas, Alumnus UKSW Salatiga yang Berbisnis Kado Unik

Padukan Kado dan Foto, Pelanggan hingga Makassar

342
KREATIF: Krisnaningtyas dan sejumlah kado unik karyanya. (DOKUMEN PRIBADI)
KREATIF: Krisnaningtyas dan sejumlah kado unik karyanya. (DOKUMEN PRIBADI)

Kado dan foto adalah dua hal yang berbeda. Namun di tangan Krisnaningtyas, kado yang merupakan simbol perayaan dan sukacita dikombinasikan dengan foto yang merupakan simbol abadinya saat-saat istimewa menjadi bentuk kado unik. Seperti apa?

CHRISTIAN PASKAH PS

 

KADO warna-warni berbentuk kubus dengan bagian atas dipasang pita itu sekilas seperti kado biasa. Namun saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi sejumlah kartu ucapan dan foto yang dirangkai sedemikian rupa. Ya, itulah kado unik yang dibuat Krisnaningtyas. Lewat pembuatan kerajinan tangan itu, Krisnaningtyas mampu mengumpulkan pundi-pundi uang yang tidak sedikit.

Ia berbisnis kado unik itu dengan brand Explocraft. Nama Explocraft merupakan gabungan dari dua kata. Yakni, ’Explo’ atau ’exploded box’ karena ketika dibuka kado akan memunculkan foto-foto yang tersusun sedemikian rupa di setiap sisi kotak tersebut. Serta ’craft’ yang bermakna ’kerajinan tangan’. Maka, dapat disimpulkan bahwa bentuk usaha Krisnaningtyas adalah kado yang dibuat dengan tangan.

Usahanya sudah dimulai sejak 2016 lalu, tepatnya pada 21 Juni. Diakui perempuan ini, ia melakukan ini sebagai pengisi waktu senggang ketika menggarap skripsinya. Alumnus Fakultas Teknologi dan Informasi Unika Kristen Satya Wacana Salatiga ini mendapatkan ide dari orang-orang yang suka berfoto.

”Saya terinspirasi dari orang-orang yang suka banget foto. Biasanya, orang-orang menyimpan fotonya di galeri foto telepon selular mereka. Daripada hanya sekadar disimpan, mengapa tidak diabadikan saja?” paparnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Awalnya, ia mengunggah foto kado yang berhasil dibuat di media sosial. Tak disangka, foto tersebut langsung mendapatkan respons positif. Respons itulah yang membuat ia meneruskan usahanya hingga sekarang.

Pembuatan kado unik ini membutuhkan waktu lima hingga dua puluh jam. Sebab, proses pembuatannya cukup rumit.  Tapi, kalau bentuk kadonya simpel, sehari ia bisa membuat dua kado. ”Kalau bentuk kadonya complicated, sehari saya hanya buat satu kado. Maklum, saya hanya mengerjakan sendirian,” jelasnya.

Dalam pembuatan, ia mengusahakan untuk membuat pola dari kadonya tersebut. Membuat pola kado ini adalah proses penting, karena jika tidak dipola, pembuatan kado akan memakan waktu lebih lama. Pembuatan kado yang sudah dipola sendiri sudah memakan waktu lima hingga enam jam.

Dalam satu bulan, kado yang dipesan bisa sampai dua puluh buah. Tak hanya dari Salatiga dan kota-kota di Jateng, pemesan juga datang dari Palembang, Bali, Nusa Tenggara Barat, Aceh, hingga Makassar. Pemesannya berasal dari ragam kalangan, yang didominasi kawula muda usia sekolah hingga kuliah. Tak jarang, warga yang memesan kado ini adalah pasangan suami-istri. Bahkan, pernah ada siswa SMP yang memesan kado hingga lima buah.

”Ada yang pesan sampai lima buah. Satu buat temannya, satu buat pacarnya, dua buat orang tuanya, dan satu untuk temannya yang ulang tahun,” paparnya.

Untuk pengiriman barang, dilakukan dengan menggunakan packing kayu, sehingga pelanggan harus menambah biaya pengiriman. ”Itu dilakukan untuk menjaga kadonya agar tidak cepat rusak,” jelasnya.

Kado yang tampak cantik ini rupanya menarik perhatian orang banyak. Salah satu yang membuatnya merasa terhormat adalah ketika Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana mengundangnya untuk men-display kado-kadonya tersebut saat acara talkshow ”Strive for Revolutionary Business Ideas” yang mengundang artis Shandy Aulia, penyanyi Vicky Shu, dan aktor kenamaan Muhammad Haykal Kamil pada Rabu (1/3) lalu. ”Saya merasa sangat terhormat diundang ke acara tersebut,” katanya bangga.

Ia tidak menyangka bisnis yang baru dirintis sejak delapan bulan lalu itu mendapat sambutan yang luar biasa. Ia mengaku mendapat suntikan semangat dan masukan dari Shandy Aulia, Vicky Shu, dan Muhammad Haykal Kamil.

Selain di UKSW, Krisnaningtyas pernah mengikuti pameran di SMA Negeri 2 Salatiga (19/11/2016) dan di Lapangan Kridanggo (25/11/2016). Ke depannya, Explocraft akan melakukan pengembangan, terutama untuk menambah karya waranya. ”Kepinginnya sih itu. Karena saya melakukan semuanya sendiri. Karena itulah pembuatannya memakan waktu yang cukup lama,” ucapnya. (*/aro/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here