Kopi Arabica Unggul pada Rasa

294
KOPI NUSANTARA : Barista Iwan Pamungkas sedang menyeduh kopi hasil petikan petani lereng Gunung Sumbing-Sindoro yang hadir mewarnai coffee society, di Atrium Artos Mall. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KOPI NUSANTARA : Barista Iwan Pamungkas sedang menyeduh kopi hasil petikan petani lereng Gunung Sumbing-Sindoro yang hadir mewarnai coffee society, di Atrium Artos Mall. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Minum kopi sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Mulai dari pedesaan hingga masyarakat urban, ngopi seolah menjadi tradisi teman santai, juga saat bekerja.

Seiring makin populernya kopi, bermacam varian rasa lahir dari olahan biji murni varietas kopi arabica dan robusta. Pemetikan, pengolahan, hingga penyajian kopi menjadi salah satu seni dalam meracik secangkir minuman.

Barista dari Watu Limbung Coffee (WLC) Temanggung Iwan Pamungkas mengatakan, kopi sudah menyentuh hampir semua lapisan umur. Dari segi rasa, kopi arabica masih paling banyak penggemarnya. Selain aroma kopi yang menggoda, kopi arabica asli Temanggung kuat pada rasa tembakau, dan cokelat. “Sementara rasa buah-buahannya lebih sedikit,” tuturnya di sela acara Coffee Society yang berlangsung di Atrium Artos Mall Magelang, Jumat (10/3).

Untuk menyeduh secangkir kopi, ia menggunakan mesin dan manual. Mesin penyeduh kopi untuk membuat ekspreso dan americano. Lalu bagaimana cara menikmati kopi ? “Tergantung dari karakter penikmat. Ada yang menggunakan gula, ada juga yang lebih senang menikmati kopi tanpa gula,” kata Iwan. Menurutnya, kopi tubruk merupakan salah satu kopi yang paling bisa dinikmati.

Pria asal Sanggrahan Magelang itu juga berbagi tips agar masyarakat bisa menyeduh kopi dengan benar. Langkah pertama, bubuk kopi dituangkan ke dalam gelas. Lalu, masukan air mendidih yang sudah didiamkan selama 2-3 menit atau suhu panasnya mencapai antara 94-96 derajat celcius. “Supaya tidak ada rasa gosong.

Berikutnya, serbuk kopi yang mengapung di bagian atas dibalik agar menyatu dengan airnya. Setelah itu, buih yang keluar dibuang.

Acara yang berlangsung hingga Selasa (14/3) mendatang ini diikuti sejumlah pelaku usaha kopi. Selain WLC, ada juga Office Barcafe, Coffe Ville, Kopi Gesing, dan Kelompok Tani dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mandiri Sejahtera Ngrancah. Sabtu (11/3) ini, akan digelar brewing class sekaligus bagi-bagi kopi gratis dari Komunitas Kopi Magelang. (put/ton)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here