Jagung Hibrida Banyak yang Busuk

335
RAKOR: Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono memberi pengarahan dalam Rakor Upsus Pajale di Aula Makodim, Jumat (10/3). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
RAKOR: Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono memberi pengarahan dalam Rakor Upsus Pajale di Aula Makodim, Jumat (10/3). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Program swasembada pangan, khususnya padi, pada tahun 2016 dinilai mampu mencapai target yang ditentukan oleh pemerintah. Sementara pada 2017 ini terus didorong agar melampaui target. Komodintas yang belum memenuhi target adalah jagung. Untuk menyukseskan program swasembada pangan pajale (padi, jagung dan kedelai), Kodim 0707 memfasilitasi Rakor Upsus Pajale dengan mengundang Dinas Pertanian, Bulog, Gapoktan, pemilik gilingan padi, para Danramil dan perwira staf Kodim bertempat di Aula Makodim 0707/Wonosobo, Jumat (10/3).

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Wonosobo Tri Wahyu Utomo menyampaikan, untuk 2017 ini, program penanaman jagung lebih ditingkatkan lagi. Karena target jagung masih jauh dari sasaran. “Dinas Pertanian mendorong para petani penanam jagung untuk menanam jagung hibrida sehingga hasil bisa meningkat,” katanya.

Perwakilan Gapoktan Watumalang Eko mengatakan, untuk wilayah Watumalang sudah banyak yang menanam jagung dan jenisnya masih lokal. Petani sudah pernah mencoba menanam jagung hibrida akan tetapi tidak cocok dengan kondisi alam sehingga jagungnya busuk. “Untuk itu mohon dicarikan bibit jagung lokal yang varietas unggul,” katanya.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono menekankan, ketahanan pangan suatu negara sangatlah vital. Apabila suatu negara bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, maka negara tersebut tidak mudah dikendalikan oleh negara lain. “Ketahanan pangan sangat erat sekali dengan stabilitas nasional,” katanya.

Untuk itu, kata Dwi, TNI siap membantu program pemerintah dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan. Apalagi di 2016 sudah berhasil, maka untuk 2017 ini program tersebut harus lebih baik lagi dibanding kemarin. “Karena kita tinggal di Wonosobo, maka kita bergerak di lingkungan kita sendiri, yaitu kota Wonosobo. Sehingga kita wajib hukumnya untuk menyukseskan program swasembada pangan khususnya padi, jagung dan kedelai,” katanya. (ali/ton)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here