Atasi Rob, Pemerintah Pusat Turun Tangan

907
BENCANA ROB : Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Bisri Romy, bersama Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat mengunjungi desa terdampak rob, di Desa Mulyorejo, Tirto, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BENCANA ROB : Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Bisri Romy, bersama Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat mengunjungi desa terdampak rob, di Desa Mulyorejo, Tirto, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Akhirnya Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat membantu penanganan banjir rob di Kabupaten Pekalongan. Setelah BNPB melihat langsung kondisi banjir rob yang menggenangi pemukiman warga dan melakukan survei atau kajian di Kecamatan Wonokerto dan Tirto, Kabupaten Pekalongan,

Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, dengan didampingi anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romy, saat mengunjungi lokasi banjir rob di Desa Mulyorejo, Jumat (10/3) kemarin.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan bahwa penanganan banjir rob yang ada di wilayah Kecamatan Wonokerto hingga Kecamatan Siwalan, akan ditangani langsung oleh BNPB pusat, dengan menggunakan anggaran APBN, yang akan mulai dilakukan pada tahun 2017 ini.

Sedangkan bencana banjir rob yang ada di Desa Jeruksari hingga Kota Pekalongan, akan dibantu penanganannya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Demikian juga dengan bencana banjir rob di Desa Mulyorejo, Karangjompo, Tegaldowo dan Spacar, akan dilakukan oleh Pemkab Pekalongan.

“Dalam waktu dekat ini, Pemkab akan membangun bendungan lintang sepanjang 820 meter, yakni mulai dari perbatasan Desa Jeruksari dengan Mulyorejo hingga Desa Karangjompo. Kemudian, akan kami siapkan polder dan pompa air. Dan air yang ada di tiga desa tersebut akan kami saluran ke Sungai Sengkarang sehingga bisa mengurangi genangan air di permukiman tiga desa tersebut,” ungkap Bupati Asip.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Bisri Romy, mengatakan bahwa Komisi VIII salah satu mitra kerjanya BNPB. Pihaknya sudah melakukan diskusi panjang dengan pejabat teras BNPB, termasuk Bupati Pekalongan dan jajarannya untuk membahas permasalahan rob yang ada di Kabupaten Pekalongan. “Hasil dari diskusi tersebut, diputuskan bahwa BNPB pusat, akan membantu menangani persoalan rob secara serius yang ada di Kabupaten Pekalongan,” katanya.

Demikian juga dengan Pemkab Pekalongan, akan melakukan penanganan secepatnya dengan menggunakan sumber dana daerah APBD. Meski selama ini, sudah dilakukan pada tiga desa terkena rob yang ada di Kecamatan Tirto. “Selanjutnya akan dipandu dan dimonitoring langsung oleh BNPB. Kebetulan saya bertugas di badan anggaran dan di Komisi VIII, serta Kabupaten Pekalongan merupakan daerah pemilihan (Dapil) saya. Sehingga layak untuk dibantu dalam penanganan rob oleh BNPB. Tentu sesuai mekanisme dan aturan yang ada, sehingga tak menyalahi prosedur,” tegas Bisri Romli. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here