33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Tol Semarang-Demak Pindah Lokasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Jalur tol Semarang-Demak akan mengalami pergeseran lokasi dari rencana awal. Yaitu bergeser ke sebelah utara atau mendekat ke laut. Sebab, jalan tol tersebut juga berfungsi sebagai penahan rob.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku akan segera melakukan sosialisasi terkait perubahan lokasi tol ini. ”Jalur yang dilewati tol, khusus Semarang-Demak nanti digeser. Jadi nanti sosialisasi lagi,” kata Ganjar, Kamis (9/3).

Jalan tol Semarang-Demak nantinya mempunyai fungsi ganda. Sebagai jalur cepat menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Demak, serta menjadi sabuk pantai guna membendung limpasan air laut ke daratan atau rob.

Dijelaskan, pergeseran ini disebabkan trase awal belum mengakomodasi pembuatan tanggul laut penahan air rob. Pemprov sebelumnya membentuk tim pengadaan tanah melalui surat pengumuman nomor 590/0012570 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak.

Menurut Ganjar, keputusan pemerintah mendesain ulang jalur itu lebih baik karena tol Semarang-Demak mempunyai fungsi ganda. ”Mudah-mudahan ini bisa segera dikerjakan karena (pengerjaannya) butuh waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak direncanakan membutuhkan luasan lahan sekitar 1.887.000 meter persegi sepanjang sekitar 24 kilometer yang akan dibagi menjadi dua seksi. Yakni Seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebutkan, anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk proyek pembangunan tol Semarang-Demak sekitar Rp 9 triliun. Anggaran sebesar itu tidak hanya mencakup jalan tol, tetapi juga proyek yang berkaitan dengan penanganan rob.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDA-PR) Jateng, Prasetyo Budie Yuwono, mengatakan, rencana jalan tol yang didualfungsikan sebagai tanggul laut, sampai saat ini belum diputuskan oleh Menteri PUPR. Sehingga antara Satuan Kerja (Satker) pembangunan jalan tol Semarang-Demak dan PUSDA-PA Provinsi Jateng, masih sama-sama menunggu keputusan itu. ”Keduanya masih sama-sama menunggu,” ujarnya.

Menurutnya, desain sebelumnya, tanggul laut di perairan Demak yang sudah dibuat pada 2016 lalu rencana awalnya akan mulai konstruksi tahun ini. Yakni sepanjang 3 kilometer dari muara Sungai Tenggang hingga Sungai Seringin, serta 15 kilometer dari muara Sungai Babon hingga Sungai Jajar. ”Tapi setelah ada wacana mau bikin tol sekalian, ya kami menunggu kepastiannya dulu,” tegasnya.

Jika tanggul laut nantinya dikerjakan pusat, maka pemprov hanya cukup mengerjakan drainase di sisi selatan sabuk pantai. ”Saya akan membenahi drainasenya di belakang tanggul laut dengan sistem polder. Desainnya sudah ada, nanti tinggal pelaksanaannya menunggu jalan tol dikerjakan,” jelasnya. (amh/ric/ce1)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harga Bawang Belum Stabil

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Harga bawang di tingkat petani saat panen raya hingga kini masih belum stabil. Meski ada kenaikan dibandingkan awal panen raya beberapa...

Indonesia Kebanjiran Merek Asing

SEMARANG - Industi elektronik dalam upaya menguasai pasar Indonesia terus melakukan inovasi teknologi. Ini dilakukan karena Indonesia memiliki pasar yang sangat potensial. Hasilnya banyak merek-merek...

Santuni Anak Yatim dan Jompo

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Hari Ulang Tahun (HUT) TK Pamekar Budi ke-68 kemarin, berlangsung meriah. Selain dirayakan dengan jalan sehat bersama disertai lepas balon ke...

Jual Wisata Gunung Lewat Tradisi Rejeban

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Ratusan pengunjung berbondong-bondong ke lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit Desa Pagergunung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung, Jumat (30/3). Mereka mengikuti tradisi "Rejeban...

Tambi Luncurkan Teh Wangi

WONOSOBO–PT Tambi Perusahaan Perkebunan Teh Wonosobo memasuki usia ke-60 tahun. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Tambi terus melakukan terobosan. Di...

Terkendala Pembebasan Lahan

PEKALONGAN – Proyek pembangunan tanggul penahan rob senilai Rp 128 miliar, segera dimulai. Hal itu seiring penandatangan kontrak kerja antara pejabat pembuat komitmen (PPKom)...