Tol Semarang-Demak Pindah Lokasi

685

SEMARANG – Jalur tol Semarang-Demak akan mengalami pergeseran lokasi dari rencana awal. Yaitu bergeser ke sebelah utara atau mendekat ke laut. Sebab, jalan tol tersebut juga berfungsi sebagai penahan rob.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku akan segera melakukan sosialisasi terkait perubahan lokasi tol ini. ”Jalur yang dilewati tol, khusus Semarang-Demak nanti digeser. Jadi nanti sosialisasi lagi,” kata Ganjar, Kamis (9/3).

Jalan tol Semarang-Demak nantinya mempunyai fungsi ganda. Sebagai jalur cepat menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Demak, serta menjadi sabuk pantai guna membendung limpasan air laut ke daratan atau rob.

Dijelaskan, pergeseran ini disebabkan trase awal belum mengakomodasi pembuatan tanggul laut penahan air rob. Pemprov sebelumnya membentuk tim pengadaan tanah melalui surat pengumuman nomor 590/0012570 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak.

Menurut Ganjar, keputusan pemerintah mendesain ulang jalur itu lebih baik karena tol Semarang-Demak mempunyai fungsi ganda. ”Mudah-mudahan ini bisa segera dikerjakan karena (pengerjaannya) butuh waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak direncanakan membutuhkan luasan lahan sekitar 1.887.000 meter persegi sepanjang sekitar 24 kilometer yang akan dibagi menjadi dua seksi. Yakni Seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebutkan, anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk proyek pembangunan tol Semarang-Demak sekitar Rp 9 triliun. Anggaran sebesar itu tidak hanya mencakup jalan tol, tetapi juga proyek yang berkaitan dengan penanganan rob.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDA-PR) Jateng, Prasetyo Budie Yuwono, mengatakan, rencana jalan tol yang didualfungsikan sebagai tanggul laut, sampai saat ini belum diputuskan oleh Menteri PUPR. Sehingga antara Satuan Kerja (Satker) pembangunan jalan tol Semarang-Demak dan PUSDA-PA Provinsi Jateng, masih sama-sama menunggu keputusan itu. ”Keduanya masih sama-sama menunggu,” ujarnya.

Menurutnya, desain sebelumnya, tanggul laut di perairan Demak yang sudah dibuat pada 2016 lalu rencana awalnya akan mulai konstruksi tahun ini. Yakni sepanjang 3 kilometer dari muara Sungai Tenggang hingga Sungai Seringin, serta 15 kilometer dari muara Sungai Babon hingga Sungai Jajar. ”Tapi setelah ada wacana mau bikin tol sekalian, ya kami menunggu kepastiannya dulu,” tegasnya.

Jika tanggul laut nantinya dikerjakan pusat, maka pemprov hanya cukup mengerjakan drainase di sisi selatan sabuk pantai. ”Saya akan membenahi drainasenya di belakang tanggul laut dengan sistem polder. Desainnya sudah ada, nanti tinggal pelaksanaannya menunggu jalan tol dikerjakan,” jelasnya. (amh/ric/ce1)

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here