PLTU Dikebut, Akhir Tahun Mesin Didaratkan

741
TUNJUKKAN LOKASI : Civil Enginering DGM PT BPI, Trisna Triyanta menunjukkan lokasi dermaga Jety temporary yang masih dalam proses pembangunan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUNJUKKAN LOKASI : Civil Enginering DGM PT BPI, Trisna Triyanta menunjukkan lokasi dermaga Jety temporary yang masih dalam proses pembangunan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang dengan kapasitas 2×1.000 megawatt (MW) saat ini terus dikebut pembangunannya. Ditargetkan, akhir tahun ini, berbagai peralatan terkait bangunan utama dan mesin didaratkan. Sehingga tahun 2018, bisa segera dilakukan perakitan.

“Progres saat ini 23 persen, antara lain seperti pondasi, tiang pancang, kantor sementara, dan progress dermaga/jety sementara,” jelas Civil Enginering DGM PT BPI Trisna Triyanta, saat ditemui di lokasi proyek PLTU di Ujungnegoro Batang, Kamis (9/3) kemarin.

Saat ini, jelasnya, masih dilakukan proses meratakan lahan dengan sistem cut and fill, atau memangkas bukit di sekitar lokasi sehingga ketinggiannya merata 3 meter dari atas permukaan lain, kemudian tanahnya digunakan untuk mengurug daerah yang belum memiliki ketinggian 3 meter di atas permukaan laut. “Tanah yang kami butuhkan untuk mengurug lahan sesuai kebutuhan, hanya 5 juta meter kubik saja. Sedangkan total tanah yang kami miliki dengan memangkas bukit dua kali lipat jumlahnya, jadi sangat berlebih dan cukup,” jelasnya.

Untuk itu, PT BPI menepis adanya isu bahwa PLTU Batang membutuhkan pasokan tanah urug dari luar. Sebab, material tanah urug untuk proyek pembangunan PLTU tersebut bisa dipenuhi sendiri dari pemangkasan lingkungan sekitar.

Setelah persiapan lahan selesai, dilakukan pembangunan dermaga sementara atau temporary jety. Dengan jarak sementara sekitar 300 meter dari bibir pantai. Nantinya, akan digunakan untuk mendaratkan mesin dan alat-alat penunjang lainnya.

“Transportasi laut kami pilih karena lebih efisien untuk mengangkut peralatan engineering yang ukurannya sangat besar. Jika lewat pantura, tidak muat jalannya. Kami menargetkan, akhir tahun harus jadi, dijadwalkan awal tahun 2018 mesin sudah harus mulai dipasang,” jelasnya sambil menunjukkan lokasi dermaga sementara.

Di lokasi yang sama, dalam jangka panjang akan dibuat permanen jety yang lebih menjorok ke tengah laut sepanjang 2,4 kilometer. Atau minimal pada kedalaman air 14 meter. Sehingga kapal tongkang pengangkut batubara bisa mendarat lebih mudah.

Saat ini, baru dilakukan pengetesan tiang pancang dasar laut yang sudah tertanam hingga kedalaman 40 meter sampai dasar pasir. Hal itu dilakukan, untuk menemukan dasar terkeras, sehingga jety bisa bertahan lama dan kuat.

Sementara itu, dalam pembangunan PLTU tersebut juga tetap berusaha menjaga kelestarian alam sekitar. Yakni, dengan tetap mempertahankan hutan di kawasan Ujungnegoro sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Serta mempertahankan satu pohon yang dikeramatkam oleh penduduk sekitar. Bahkan, sepanjang batas lokasi di lepas pantai, diberi semacam pelampung memanjang silt curtain atau tirai lumpur hingga kedalaman 2 meter. Yang difungsikan agar, pasir akibat proyek tidak terbawa arus ke pantai yang digunakan warga untuk mencari ikan. (han/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here