Percepat Perbaikan, Jalan Kaliwungu-Boja Ditutup

516
DIKEBUT : Perbaikan jalan sementara di jalur utama Kaliwungu-Boja di Desa Darupono mulai dikebut. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT : Perbaikan jalan sementara di jalur utama Kaliwungu-Boja di Desa Darupono mulai dikebut. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Jalan Kaliwungu-Boja rencananya akan ditutup bagi kendaraan roda empat. Hal itu dilakukan lantaran kondisi longsor akibat tanah labil semakin mengkhawatirkan dan sangat berisiko jika dilalui kendaraan roda empat. Selain kekhawatiran akan longsor susulan, juga untuk mempercepat pekerjaan pembuatan jalan darurat sementara agar cepat selesai. Meski ditutup untuk pengendara roda empat, tapi kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas.

Untuk mengantisipasi warga yang selama ini naik angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal akan menyediakan dua sub terminal. Yakni berada di dua ujung jalan yang rusak, di sisi selatan dan sisi utara.

Sehingga angkutan tidak sampai melintasi jalan yang putus. Tapi berhenti dan menurunkan penumpang di sub terminal. Selanjutnya, untuk menuju sub terminal kedua, penumpang jalan kaki sekitar 20 meter dan melanjutkan penampungan dengan naik angkutan yang berbeda. “Sub terminal dadakan ini kami tujukan agar warga bisa tetap beraktivitas selama ada perbaikan jalan di Desa Darupono,” kata Kepala Dishub Kendal, Mohammad Toha.

Toha mengimbau agar pengendara roda empat yang ingin melewati jalan tersebut agar menggunakan jalan utama yakni jalan pantura Semarang. “Pengendara dari Kendal yang ingin ke Boja atau sebaliknya sebaiknya lewat Ngaliyan atau pantura Semarang,” ujarnya.

Sementara untuk jalan rabat beton yang ambles dan putus dibongkar dan disingkirkan ke sisi timur talut yang longsor. Kontraktor pelaksana PT Wiwaha Wahyu Wijaya Perkasa dari Semarang, ditargetkan menyelesaikan perbaikan jalan sementara selama dua pekan ke depan.

Pantauan di lapangan, rabat beton yang sebelumnya ambles dan miring sudah dibongkar dan disingkirkan. Kondisi jalan sekarang berupa tanah padas. Dan satu unit eskavator dikerahkan untuk meratakan tanah padas.

Jatmiko Aji, pengawas lapangan dari PT Wiwaha Wahyu Wijaya Perkasa mengatakan bahwa pihaknya ditargetkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal bisa menyelesaikan pembangunan jalan sementara selama dua pekan ke depan.

Secara teknis, sisi timur jalan atau bekas talud yang longsor akan diberi tiang pancang dengan diameter 30 sentimeter. Tiang pancang yang disiapkan mencapai 300 unit dengan ketinggian 12 meter dan 18 meter.

Tiang pancang dipasang tidak hanya di sisi timur, tapi juga sisi barat jalan dan akan dikaitkan dengan besi pengikat. Jarak antara tiang pancang yang satu dengan yang lainnya hanya sekitar lima sentimeter sehingga jaraknya akan sangat rapat. Semetara panjang jalan yang longsor sekitar 40 meter. “Kami mulai efektif bekerja hari ini (kemarin, red) dan ditargetkan dua pekan ke depan. Besok Sabtu diupayakan tiang pancang sudah dibawa ke lokasi. Kami juga mendatangkan crane untuk memasang tiang pancang tersebut,” terangnya. (bud/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here