Pedagang Buah Bikin Jengkel Satpol

364
DITERTIBKAN: Agar cepat rampung, Satpol PP Kota Magelang membantu pedagang buah di Jalan Ikhlas Kota Magelang untuk memindahkan barang dagangannya ke dalam kios, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
DITERTIBKAN: Agar cepat rampung, Satpol PP Kota Magelang membantu pedagang buah di Jalan Ikhlas Kota Magelang untuk memindahkan barang dagangannya ke dalam kios, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang menertibkan pedagang kios buah di Jalan Ikhlas yang kedapatan menggunakan trotoar untuk berjualan. Pedagang terlihat lambat dalam melaksanakan perintah satpol.

Terpaksa, personel penegak perda ini beraksi. Salah satu kios, harus rela beberapa keranjang buahnya dinaikkan ke truk pengangkut. Setiap kali sarana untuk berjualan itu digeser ke dalam kios, penjaga kios justru mengeluarkannya lagi. Hal ini membuat petugas jengkel.

“Kita harus tertibkan, karena melanggar aturan dengan berjualan menggunakan trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki,” kata Kasi Operasional Satpol PP Kota Magelang, Djarot, kemarin ditemui di lokasi.

Pihaknya tak membiarkan para pedagang seenaknya berjualan dengan memangkas hak pejalan kaki. Lalu, buah-buahan yang menggantung di langit-langit trotoar juga menjadi fokusnya. Ia berharap, sebagian buah-buahan distok di rumah. Agar barang dagangan tidak menumpuk penuh.

Jika pascapenertiban ini kembali melanggar, Satpol PP berjanji mengambil tindakan tegas. “Bila ada barang yang kami angkut, bisa diambil lagi ke kantor. Tentunya, akan ada kesepakatan untuk tidak mengulangi pelanggaran,” ujarnya.

Pemilik kios Anugerah blok 28 C, Siti Khoiriah tidak kaget dengan penertiban ini. Sebelumnya, pedagang telah dikumpulkan Satpol PP untuk menerima pengarahan. Ia juga tidak keberatan bila harus taat aturan.

“Sebetulnya senang begini, toh buahnya jadi terlihat lebih banyak. Nggak capek-capek mengeluarkan barang dan menatanya,” ungkap Siti.

Lalu kenapa ikut melanggar ? “Saya cuma ikut-ikutan saja. Kalau saya nggak ikut maju-maju (pakai trotoar, Red), nanti nggak kelihatan sendiri. Jadi ya ikutan maju lagi,” imbuh warga Magersari ini yang optimistis dagangannya tetap laku walau sekarang menjorok ke dalam.

Sementara itu, seorang pembeli di kios tersebut, Agus Setyawan, 35, mengaku lebih senang jika para pedagang berjualan sesuai ketentuannya. Secara visual, lebih tertata rapi dan bersih. “Jadi lebih nyaman belanja dan jalan kaki, harapannya pedagang bisa mempertahankan seperti ini. Jangan maju-maju lagi karena malah semrawut,” imbuh warga Candimulyo, Kabupaten Magelang yang ingin membeli buah kelengkeng dan anggur merah itu.

Dalam penertiban ini, Satpol PP juga menyisir beberapa lokasi yang rawan pelanggaran perda. Yakni, di seputar Jalan Mataram, seputar kawasan SMPN 4 Kota Magelang, kemudian sekitar kios PJKA di area Shooping. Satpol PP juga mencopot sejumlah baner ilegal. (put/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here