33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Hendi Apresiasi Kawula Muda Junjung Toleransi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kerukunan dan persatuan antaragama yang ditunjukkan kawula muda Kota Semarang dalam selebrasi pergelaran sosial dan budaya yang bertajuk ”Srawung Kawula Muda Lintas Agama”.

Kegiatan yang digelar di halaman balai kota belum lama ini seakan-akan menegaskan Kota Semarang yang kondusif meski beragam dan majemuk. Dalam kegiatan tersebut, semangat kebersamaan tanpa memandang perbedaan diperlihatkan para peserta.

”Kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat, terlebih mengajak anak-anak muda untuk dapat memahami rasa persaudaraan dan saling menghormati perbedaan agama, seni dan budaya, memang harus kami dukung. Bahkan harus bisa menjadi agenda rutin. Hal ini membuat atmosfer kebersamaan tetap terjalin dengan baik, khususnya di Kota Semarang,” tandas Hendi, sapaan akrab wali kota.

”Bila dikaitkan dengan bangsa Indonesia hal ini merupakan kegiatan positif terutama untuk menciptakan citra bangsa yang selalu kompak, guyub, dan selalu mempunyai rasa nasionalisme,” tandasnya.

Srawung kaum muda lintas iman ini, menurut Hendi juga menjadi bukti bahwa Semarang tidak ada konflik besar yang menyangkut SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) karena tokoh lintas agama bersama pemuda Semarang duduk berdampingan rukun tanpa sekat. Saling belajar, memberi inspirasi dan bergotong royong hingga berembuk ide-ide yang kemudian bisa digunakan untuk memecahkan persoalan di Kota Semarang.

”Tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan kebersamaan meski digoyang banyak isu intoleransi. Toleransi antaragama, menghormati perbedaan, bagian hidup kita sehari-hari. Ini fondasi kokoh yang harus dijaga agar selaras berjalan bersama,” imbuhnya.

Di tengah acara berlangsung, sebanyak tujuh tokoh lintas agama menyampaikan motivasi terhadap kaum muda. Mereka menyampaikan kondisi keberagaman di Indonesia dan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keutuhan negara melalui toleransi.

Di penghujung acara, para tokoh agama membacakan Deklarasi Orang Muda Lintas Agama Semarang untuk Indonesia yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta srawung kaum muda dengan mengibarkan miniatur bendera Merah Putih.

Tidak hanya itu saja, acara tersebut juga diisi dengan refleksi para tokoh agama, pentas budaya dari berbagai tradisi keagamaan, mulai dari Tari Janger, Tari Salman, Tari Warak, puji-pujian rohani, puisi oleh Joko Pinurbo, hingga kolaborasi lagu dan permainan saksofon oleh Romo Aloys Budi Purnomo bersama vokalis band Power Slaves, Heydi Ibrahim. (zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kejati Mulai Sisir Perkara Kecil

SEMARANG-Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah semakin menyisir perkara kecil yang ada di wilayah Jateng. Kali ini, menyidik kasus dugaan korupsi penjualan tanah sawah...

Sembunyikan Motor Curian di Kuburan

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Pujiono alias Muklas, 35, harus berurusan dengan aparat Polsek Puring. Warga Desa Srusuhjurutengah Puring ini diduga mencuri 2 sepeda motor milik...

Pengetahuan Gizi Masyarakat Masih Kurang

BATANG–Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi masih sangat kurang. Padahal, untuk mencetak generasi yang mumpuni diperlukan gizi yang cukup di masa pertumbuhan. Hal tersebut terungkap saat...

Kampanye Membaca, Jadikan Buku sebagai Teman

Sudah tiga tahun lebih, Komunitas Perpustakaan Jalanan Semarang menjalankan misi untuk mengajak masyarakat sadar membaca. Dengan komitmen yang besar, sekarang keberadaannya mulai mendapatkan tempat...

Sehari, 422 Pengendara Ditilang

SEMARANG - Kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas dinilai masih rendah. Terbukti, masih banyaknya pengendara roda dua maupun roda empat yang terjaring Operasi Patuh...

Raih 2 Penghargaan Keuangan Daerah

MAGELANG–Kota Magelang menerima penghargaan kategori Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik Regional Jawa dan Kondisi Keuangan Daerah Terbaik Regional Jawa. Dua penghargaan itu diberikan oleh...