Hendi Apresiasi Kawula Muda Junjung Toleransi

300
BERI APRESIASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama tokoh berbagai agama saat menghadiri Sesrawung Kaum Muda Lintas Agama di balai kota.
BERI APRESIASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama tokoh berbagai agama saat menghadiri Sesrawung Kaum Muda Lintas Agama di balai kota.

SEMARANG Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kerukunan dan persatuan antaragama yang ditunjukkan kawula muda Kota Semarang dalam selebrasi pergelaran sosial dan budaya yang bertajuk ”Srawung Kawula Muda Lintas Agama”.

Kegiatan yang digelar di halaman balai kota belum lama ini seakan-akan menegaskan Kota Semarang yang kondusif meski beragam dan majemuk. Dalam kegiatan tersebut, semangat kebersamaan tanpa memandang perbedaan diperlihatkan para peserta.

”Kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat, terlebih mengajak anak-anak muda untuk dapat memahami rasa persaudaraan dan saling menghormati perbedaan agama, seni dan budaya, memang harus kami dukung. Bahkan harus bisa menjadi agenda rutin. Hal ini membuat atmosfer kebersamaan tetap terjalin dengan baik, khususnya di Kota Semarang,” tandas Hendi, sapaan akrab wali kota.

”Bila dikaitkan dengan bangsa Indonesia hal ini merupakan kegiatan positif terutama untuk menciptakan citra bangsa yang selalu kompak, guyub, dan selalu mempunyai rasa nasionalisme,” tandasnya.

Srawung kaum muda lintas iman ini, menurut Hendi juga menjadi bukti bahwa Semarang tidak ada konflik besar yang menyangkut SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) karena tokoh lintas agama bersama pemuda Semarang duduk berdampingan rukun tanpa sekat. Saling belajar, memberi inspirasi dan bergotong royong hingga berembuk ide-ide yang kemudian bisa digunakan untuk memecahkan persoalan di Kota Semarang.

”Tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan kebersamaan meski digoyang banyak isu intoleransi. Toleransi antaragama, menghormati perbedaan, bagian hidup kita sehari-hari. Ini fondasi kokoh yang harus dijaga agar selaras berjalan bersama,” imbuhnya.

Di tengah acara berlangsung, sebanyak tujuh tokoh lintas agama menyampaikan motivasi terhadap kaum muda. Mereka menyampaikan kondisi keberagaman di Indonesia dan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keutuhan negara melalui toleransi.

Di penghujung acara, para tokoh agama membacakan Deklarasi Orang Muda Lintas Agama Semarang untuk Indonesia yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta srawung kaum muda dengan mengibarkan miniatur bendera Merah Putih.

Tidak hanya itu saja, acara tersebut juga diisi dengan refleksi para tokoh agama, pentas budaya dari berbagai tradisi keagamaan, mulai dari Tari Janger, Tari Salman, Tari Warak, puji-pujian rohani, puisi oleh Joko Pinurbo, hingga kolaborasi lagu dan permainan saksofon oleh Romo Aloys Budi Purnomo bersama vokalis band Power Slaves, Heydi Ibrahim. (zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here