Dukun Pengganda Uang Diringkus

320
ABAL-ABAL: Tersangka pengganda uang Agus Purwanto bersama petugas dalam gelar perkara di Mapolres Temanggung, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
ABAL-ABAL: Tersangka pengganda uang Agus Purwanto bersama petugas dalam gelar perkara di Mapolres Temanggung, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG – Praktik penipuan dengan dalih menggandakan uang masih saja terjadi. Agus Purwanto, 31, warga Dusun Kopen Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung yang mengaku bisa menggandakan uang berlipat ganda dengan ritual tertentu, ditangkap anggota Polsek Kandangan.

Tersangka ditangkap polisi di rumahnya setelah ada laporan dari korban, Saryanto, 36, warga Dusun Karangjati Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. “Pelaku ini mengaku bisa menggandakan uang, asalkan korban mau menyetor uang terlebih dahulu dan mau mengikuti petunjuknya,” ucap Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto melalui Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti saat gelar perkara di Mapolres Temangggung, Kamis (9/3).

Henny menceritakan, akhir Februari lalu, tersangka datang ke seorang tukang pijit urut yang masih tetangga desa. Saat dipijit itu, ia iseng-iseng bercerita dapat menggandakan uang hingga miliaran rupiah. Berselang beberapa hari kemudian, tukang pijit tersebut datang bersama Saryanto. Saryanto mengaku tertarik untuk menggandakan uang, bahkan ia rela menyerahkan uang Rp 17 juta dengan harapan bisa berlipat hingga menjadi Rp 1 miliar.

Lanjut Henny, waktu itu Agus mau menggandakan uang asalkan Saryanto mau mengikuti petunjuknya. Agus meminta Saryanto membawa kemenyan, lilin, kardus, kain mori dan bunga kantil warga putih, kuning dan merah untuk ritual. Ritual dilaksanakan di kamar rumah Saryanto, yang dilanjutkan dengan ngamen di tempat-tempat yang terdapat banyak uang, seperti di SPBU dan depan perbankan.

Kemenyan dan lilin yang dikalungi bunga kantil dinyalakan di kamar dan tidak boleh padam. Sementara korban bersama tersangka mengamen di depan bank dan SPBU. “Nanti uang akan pindah secara gaib dari kantor bank atau SPBU ke dalam kardus di dalam kamar tersebut” terang Henny.

Setelah ritual dilaksanakan, Saryanto diminta menunggu beberapa hari. Namun kardus masih tetap kosong. Dari situ ia mulai curiga telah jadi korban penipuan. Ia lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. “Kami menindaklanjutinya dengan bergegas ke rumah tersangka kemarin (Rabu, 8/3) malam. Tersangka ditangkap dan diamankan petugas tanpa ada perlawanan,” jelas Henny.

Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti. Antara lain 1 buah kardus, 1 buah lilin berwarna putih, 1 lembar kain berwarna putih dengan ukuran 150 x 150 sentimeter dan 1 butir kemenyan. “Tersangka dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara,” tegas Henny.

Di hadapan petugas, Agus mengakui semua perbuatannya. “Saya nekad melakukan ini semua karena terlilit utang. Saya ingin dapat uang banyak dalam waktu singkat,” aku pria yang sehari-hari menjadi petani itu. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here