Dapat BOK 9 M, Dinkes Diminta Hati-Hati

798
PERINGATKAN OPD : Kejari tegaskan agar semua OPD harus berhati-hati dalam penggunaan dana BOK 2017. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
PERINGATKAN OPD : Kejari tegaskan agar semua OPD harus berhati-hati dalam penggunaan dana BOK 2017. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Pemkab Batang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapatkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebesar Rp 9 miliar. Bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan untuk mencapai program kesehatan nasional. Kendati begitu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang meminta semua unsur Dinkes yang mendapatkan bantuan agar berhati-hati dalam penggunaan dana pemerintah pusat tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang, Edi Ermawan saat menggelar sosialisasi Program BOK bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kamis (9/3) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kejari juga mengimbau kepada semua pihak yang memiliki kewenangan atau kedudukan dalam pengelolaan pemanfaatan dana BOK untuk melaksanakan sesuai petunjuk teknis (Juknis) Peremenkes Nomor 71 Tahun 2016 agar aman dan tepat ke depannya.

“Menggunakan atau memanfaatkan dana BOK, di luar ketentuan petunjuk teknis, otomatis dapat merugian keuangan negara atau perekonomian negara. Hal ini tentu termasuk dalam tindak pidana korupsi,” ucapnya memperingatkan.

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbhet mengatakan bahwa dana BOK tahun 2017 dalam pemanfaatannya memang mengalami perluasan. Bukan hanya untuk operasional Puskesmas dan dukungan manajemen, tetapi juga untuk peningkatan peran Dinkes Kabupaten Batang dalam memfasilitasi pelayanan kesehatan dalam Upaya Kesehatan Masyakarat (UKM ) sekunder, termasuk Balai Kesehatan Masyarakat sebagai unit pelaksana teknis (UPT)-nya.

“BOK, selain untuk Puskesmas juga untuk mendekatkan petugas kesehatan kepada masyarakat. Melalui mobilisasi kader kesehatan, agar berperan aktif dalam membangun kesehatan,” ucap Basbhet

Sosialisasi yang diikuti oleh 80 peserta dari perwakilan OPD se-Kabupaten Batang tersebut, turut dihadiri Kajari Batang, Edi Ermawan. Kajari memberikan penjelasan hukum dalam penggunaan dana bantuan secara tepat dan benar.

“Kabupaten Batang tahun ini menerima BOK sebesar Rp 9 miliar. Tentunya kami mengharapkan, bantuan operasional kesehatan ini benar–benar dikerjakan sesuai dengan aturan yang berlaku, sesuai tugas pokok dan fungsi serta pentujuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya harus dilaksanakan,” timpal dr Basbhet.

Diharapkan juga oleh Kepada Dinkes, agar puskesmas dalam melaksanakan kegiatan program BOK, masyarakat bisa menerima manfaatnya. Seperti dalam bentuk, layanan kesehatan jemput bola melalui pengaktifan kembali Posyandu, mendatangi ibu hamil dan melahirkan ke rumah. Dan semua yang menyangkut masalah kesehatan boleh didatangi ke rumah oleh petugas puskesmas.

“Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekarang, petugas tidak bisa duduk manis di Puskesmas saja. Namun harus mendatanginya, agar mengetahui apa yang menjadi kesulitan dan apa yang mereka butuhkan untuk memperoleh pelayanan kesahatan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam bantuan operasional kesehatan ini, tidak hanya ada perubahan pada petugasnya. Namun masyarakat, diharapkan turut berperilaku dengan pola hidup bersih dan sehat. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here