33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Dapat BOK 9 M, Dinkes Diminta Hati-Hati

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

BATANG-Pemkab Batang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapatkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebesar Rp 9 miliar. Bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan untuk mencapai program kesehatan nasional. Kendati begitu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang meminta semua unsur Dinkes yang mendapatkan bantuan agar berhati-hati dalam penggunaan dana pemerintah pusat tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang, Edi Ermawan saat menggelar sosialisasi Program BOK bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kamis (9/3) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kejari juga mengimbau kepada semua pihak yang memiliki kewenangan atau kedudukan dalam pengelolaan pemanfaatan dana BOK untuk melaksanakan sesuai petunjuk teknis (Juknis) Peremenkes Nomor 71 Tahun 2016 agar aman dan tepat ke depannya.

“Menggunakan atau memanfaatkan dana BOK, di luar ketentuan petunjuk teknis, otomatis dapat merugian keuangan negara atau perekonomian negara. Hal ini tentu termasuk dalam tindak pidana korupsi,” ucapnya memperingatkan.

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbhet mengatakan bahwa dana BOK tahun 2017 dalam pemanfaatannya memang mengalami perluasan. Bukan hanya untuk operasional Puskesmas dan dukungan manajemen, tetapi juga untuk peningkatan peran Dinkes Kabupaten Batang dalam memfasilitasi pelayanan kesehatan dalam Upaya Kesehatan Masyakarat (UKM ) sekunder, termasuk Balai Kesehatan Masyarakat sebagai unit pelaksana teknis (UPT)-nya.

“BOK, selain untuk Puskesmas juga untuk mendekatkan petugas kesehatan kepada masyarakat. Melalui mobilisasi kader kesehatan, agar berperan aktif dalam membangun kesehatan,” ucap Basbhet

Sosialisasi yang diikuti oleh 80 peserta dari perwakilan OPD se-Kabupaten Batang tersebut, turut dihadiri Kajari Batang, Edi Ermawan. Kajari memberikan penjelasan hukum dalam penggunaan dana bantuan secara tepat dan benar.

“Kabupaten Batang tahun ini menerima BOK sebesar Rp 9 miliar. Tentunya kami mengharapkan, bantuan operasional kesehatan ini benar–benar dikerjakan sesuai dengan aturan yang berlaku, sesuai tugas pokok dan fungsi serta pentujuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya harus dilaksanakan,” timpal dr Basbhet.

Diharapkan juga oleh Kepada Dinkes, agar puskesmas dalam melaksanakan kegiatan program BOK, masyarakat bisa menerima manfaatnya. Seperti dalam bentuk, layanan kesehatan jemput bola melalui pengaktifan kembali Posyandu, mendatangi ibu hamil dan melahirkan ke rumah. Dan semua yang menyangkut masalah kesehatan boleh didatangi ke rumah oleh petugas puskesmas.

“Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekarang, petugas tidak bisa duduk manis di Puskesmas saja. Namun harus mendatanginya, agar mengetahui apa yang menjadi kesulitan dan apa yang mereka butuhkan untuk memperoleh pelayanan kesahatan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam bantuan operasional kesehatan ini, tidak hanya ada perubahan pada petugasnya. Namun masyarakat, diharapkan turut berperilaku dengan pola hidup bersih dan sehat. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...