BNN Tangkap Dua Pemakai Sabu-sabu

543
DITANGKAP : Dua tersangkap pemakai narkoba jenis sabu-sabu, Indra Karisma, 23 dan Hendi Budi Utomo, 33 saat diperiksa di Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP : Dua tersangkap pemakai narkoba jenis sabu-sabu, Indra Karisma, 23 dan Hendi Budi Utomo, 33 saat diperiksa di Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal menyerahkan dua orang tersangka yang diduga sebagai pemakai narkoba jenis sabu-sabu. Kedua tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji besi Polres Kendal adalah Indra Karisma, 23, warga Kecamatan Brangsong dan Hendi Budi Utomo, 33 warga Kecamatan Kaliwungu.

Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlyn Tjahaya mengatakan bahwa keduanya ditangkap oleh Tim Sapu Bersih (Saber) BNN Kendal bersama anggota Sat Narkoba Polres Kendal. Keduanya ditangkap di sebuah kawasan Masjid At-Taqwa Desa Rejodari, Kecamatan Brangsong sekitar pukul 16.15.

Dari tangkap tangan dan pemeriksaan yang dilakukan tersebut, tim saber BNN Kendal mendapati sejumlah barang bukti paket sabu-sabu seberat 0,76 gram. Selain itu, uang sebesar Rp 250 ribu, satu sepeda motor, 3 buah HP dan 4 buah simcard HP. “Kedua tersangka kami periksa. Setelah itu kami serahkan ke Polres Kendal untuk pemeriksaan lebih lanjut dan diproses secara hukum,” kata Sharlyn, Kamis (9/3) kemarin.

Sharlyn membeberkan jika penangkapan kedua tersangka berasal dari laporan masyarakat yang mengetahui ada beberapa orang yang gerak-geriknya mencurigakan. “Setelah itu, kami tindak lanjuti dengan penyelidikan langsung ke lokasi. Setelah itu, kami melakukan pemeriksaan dan keduanya kami tangkap karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu,” tandasnya.

Tersangka Hendi berdasarkan hasil pemeriksaan mengaku jika shabu tersebut bukanlah untuk dijual. Melainkan untuk dikonsumsi sendiri. “Kami tidak menjualnya, hanya kami pakai sendiri. Sabu-sabu tersebut kami dapatkan dari sesorang di Kota Semarang,” akunya.

Namun penjualnya siapa, kedua tersangka tidak mengetahuinya. Sebab transaksi dilakukan melalui komunikasi telepon seluler. Sedangkan uang diberikan dengan cara transfer. Setelah itu barang yang sudah dipesan itu ditaruh di suatu tempat yang sudah ditentukan. “Waktu itu, dikatakan jika barang berada di Jalan Pemuda Semarang,” tuturnya.

Hendi juga menjelaskan, jika sabu-sabu tersebut ia pakai bersama teman-temannya. Awalnya ia membeli sabu-sabu seberat 1 gram dengan harga Rp1 juta di Semarang. ”Saya sudah tiga kali menggunakan sabu-sabu, sedangkan teman saya Indra baru pertama kali menggunakan sabu-sabu,” akunya.

Kepala BNN Sharlyn mengatakan dari hasil pemeriksaan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dari rangkain penangkapan ini. Mengingat keduanya hanyalah pemakai, sedangkan pengedar belum tertangkap karena berada di Semarang. “Selain itu, tidak menutup kemungkinan keduanya selain pemakai juga terlibat dalam rantai peredaran narkoba jenis sabu-sabu,”ujarnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here