Bank Bapas 69 Lebarkan Sayap ke ke Jogja

380
SIAPKAN UMKM : Bank Bapas 69 rutin menggelar peningkatan kapasitas UMKM dan karyawannya. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
SIAPKAN UMKM : Bank Bapas 69 rutin menggelar peningkatan kapasitas UMKM dan karyawannya. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID – PD BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang terus melakukan inovasi untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam waktu dekat, bank milik Pemkab Magelang ini akan melebarkan sayapnya hingga ke wilayah Jogjakarta.

“Saat ini aset kita sudah lebih dari Rp 770 miliar dan untuk wilayah Magelang kita mengalami kesulitan lagi berkembang. Makanya kita ingin melebarkan sayap ke Jogjakarta,” kata Direktur Utama PD BPR Bank Bapas 69 Fran Suharmaji, kemarin.

Menurutnya, saat ini, manajemen sedang melakukan persiapan dengan mencari lokasi di wilayah Jogjakarta. Diharapkan dalam waktu dekat akan segera terealisasi.

Fran menambahkan, untuk wilayah Jogjakarta, pihaknya tidak akan menyasar kredit UMKM. Namun, untuk menyasar bisnis yang lebih besar. Kebetulan, kata dia, selama ini sudah banyak instansi asal Jogjakarta yang bekerja sama dengan Bank Bapas 69. Di antaranya perguruan tinggi, pemerintahan dan swasta. “Makanya kita ingin mendekatkan kepada mereka,” jelas dia.

“Kami merencakan melakuklan ekspansi yang nantinya bisa untuk subsidi silang dengan di Magelang, tapi Bapas 69 tetap menjadi bank UMKM di Magelang,” tambah Fran.

Kinerja Bank Bapas 69 dalam setahun menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Dibuktikan dengan laba sebelum pajak hingga 31 Desember 2016 mencapai Rp33,39 miliar. Tercatat adanya peningkatakan 20,92 persen dibanding periode yang sama 31 Desember 2015 sebesar Rp27,613 miliar.

Alhamdulillah dari laba tahun 2016, Bank Bapas 69 dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Magelang berupa setoran PAD tahun 2017 ini sebesar Rp12,6 miliar. Meningkat dibanding tahun 2016 yang jumlahnya Rp10,2 miliar,” katanya.

Besarnya jumlah setoran PAD tersebut, diakui Fran, dalam beberapa tahun terakhir merupakan yang paling besar dibandingkan dengan BPR milik pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia. “Sekalipun sebesar itu, kalau dibandingkan dengan total APBD Kabupaten Magelang setoran PAD tidak seberapa,” ujarnya.

Sementara itu, menghadapi perkembangan situasi sekarang ini terutama untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memanfaatkan ruangan yang ada, pihaknya mengembangkan fasilitas training centre.

Nantinya, ruangan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai.

“Saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan akademisi dan praktisi, untuk menyusun kurikulum training yang komprehensif memuat beragam materi keterampilan. Materi tersebut dibutuhkan dunia perbankan seperti soft skill, character building, marketing dan lain-lain,” kata Fran.

Fasilitas training centre, katanya, nanti bisa juga dapat dimanfaatkan pihak eksternal seperti perusahaan, utamanya organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Magelang. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here