Trenyuh Lihat Orang Tua Bacakan Buku

332
JENDELA DUNIA: Sejumlah siswa SD 5 Salatiga yang berlokasi tak jauh dari Selasar Kartini menyempatkan diri membaca di Selasar Baca. (DOK DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
JENDELA DUNIA: Sejumlah siswa SD 5 Salatiga yang berlokasi tak jauh dari Selasar Kartini menyempatkan diri membaca di Selasar Baca. (DOK DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Keberadaan Selasar Baca di Selasar Kartini Kota Salatiga ternyata cukup diminati masyarakat. Pondok baca kecil yang dibangun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga tersebut menjadi salah satu jujukan pengunjung yang ingin membaca buku di bawah pohon rindang.

Selasar Baca merupakan gabungan dua buah pondok yang disulap menjadi ruang baca untuk masyarakat Kota Salatiga. Ruangan berdinding warna hijau itu dipenuhi koleksi bacaan, majalah, dan koran. Orang-orang yang lewat di Selasar Kartini sering mampir untuk membaca koleksi yang ada.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga Agus Parmadi menjelaskan, tempat ini dibangun pada 12 November 2015. “Tujuan tempat baca ini dibangun adalah untuk meningkatkan gemar membaca masyarakat, mendekatkan buku kepada masyarakat, meningkatkan anak-anak untuk menyukai buku, dan mewujudkan Salatiga sebagai kota literasi,” jelas Agus.

Agus menyatakan, minat baca masyarakat Kota Salatiga menjadi meningkat setelah Selasar Baca ini dibangun. Hal ini diperlihatkan dengan banyaknya orang yang berkunjung ke Selasar Baca untuk membaca. “Kalau tidak berguna, maka Selasar Baca seharusnya sudah saya tutup,” kelakarnya.

Titik Hidayati, pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga sekaligus penjaga Selasar Baca memperlihatkan kepada Jawa Pos Radar Semarang jumlah orang yang mengunjungi tempat ini. “Dalam sehari, pengunjung Selasar Baca bisa saja mencapai 100 orang. Bahkan, pernah 153 orang mengunjungi tempat ini,” katanya sambil menunjukkan buku tamu yang harus diisi pengunjung.

Titik mengaku senang bisa menjaga tempat ini. Bahkan ia sering mengajak orang-orang untuk mampir ke Selasar Baca.

Pengalaman uniknya ketika menjaga Selasar Baca ketika ada orang tua yang mendongengi anaknya hingga 7 buku cerita. Ketika melihat hal tersebut, ia merasa trenyuh sekaligus bangga melihat orang tua yang sudah sedari dini menumbuhkan minat baca kepada anak kecil.

Deshinta Tri dan Martha Andriani, siswi kelas 12 SMA Negeri 3 Salatiga menyatakan suka membaca di Selasar Baca. Mereka suka membaca buku untuk mengisi waktu luang sembari menunggu orang yang akan menjemput mereka pulang sekolah. (mg27/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here