Pianis Cilik Kendal, Jefri Setiawan, Siap Pecahkan Rekor di London, Inggris

Mainkan Piano sambil Nyanyikan 60 Lagu Nonstop

502
MINTA RESTU: Jefri Setiawan bersama Bupati Kendal Mirna Annisa dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal Agus Rifai, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MINTA RESTU: Jefri Setiawan bersama Bupati Kendal Mirna Annisa dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal Agus Rifai, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Mimpi pianis cilik Jefri Setiawan bisa mencatatkan namanya dalam rekor dunia sudah di depan mata. Siswa kelas V SD ini akan berangkat ke London, Inggris untuk mengikuti tes Record Holders Republic (RHR)  bulan depan. Seperti apa persiapannya?

BUDI SETYAWAN

SENYUM semringah tampak saat Jefri Setiawan meminta doa restu kepada Bupati Kendal, Mirna Annisa untuk berangkat ke London. Sebelumnya, Jefri juga bertemu dengan beberapa pejabat penting, seperti Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Aksinya memainkan piano dengan mata tertutup sempat membuat para pejabat tersebut terpukau. Rencananya, Kamis (9/3) hari ini, Jefri bersama orang tuanya dan staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal akan berangkat ke Jakarta bertemu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Tujuannya, untuk mengurus teknis keberangkatannya ke Inggris.

”Mohon doa restu ibu bupati, semoga saya bisa melaksanakan ujian di RHR  bisa berjalan lancar,” kata Jefri kepada Mirna di ruang kerja bupati, Rabu (8/3).

Jefri mengaku, sebelumnya tak pernah memimpikan jika dirinya bisa terbang ke Inggris, apalagi bisa mengikuti kontes rekor dunia. ”Saya juga belum tahu London itu seperti apa. Hal pertama yang akan saya lakukan ketika sampai di sana adalah memegang salju,” ucap siswa SD Ananda ini polos.

Ditanya persiapannya, Jefri mengaku selalu berlatih setiap hari. Diakui, tantangan dari RHR memang sangat berat. Ia harus bisa menyanyikan 60 lagu tanpa henti sembari memainkan alat musik keyboard dengan mata tertutup.

”60 lagu tersebut harus mampu saya selesaikan dalam tempo waktu lima jam. Jadi, setiap lagu maksimal harus saya selesaikan dalam tempo waktu lima menit.  Tidak boleh berhenti, kalau berhenti otomatis akan langsung didiskualifikasi,” tuturnya.

Jefri mengaku, sejauh ini dirinya belum pernah mencoba memainkan keyboard dengan mata tertutup selama lima jam. Namun ia mengaku sudah pernah mencobanya selama dua jam berturut-turut tanpa henti. ”Selama dua jam tersebut, saya bisa menyelesaikan 25 lagu,” akunya.

Diakui, selama dua jam memainkan piano sambil menyanyi, memang sudah sangat lelah, terutama pita suaranya. Sehingga ia harus banyak minum air untuk menjaga kualitas suaranya agar tetap stabil.

Hal menarik lainnya dari tantangan RHR adalah dari 60 lagu yang harus diselesaikan, enam lagu di antaranya harus murni lagu ciptaaannya sendiri. Namun hal tersebut tak membuatnya gusar. Meski kecil, ternyata Jefri pandai menciptakan lagu. Enam lagu ciptaannya yang sudah dipersiapkannya berjudul Raih Mimpi, Disayang Mama Papa, Adikku Tersayang, Kananta Sahabatku, Kita Bersaudara, dan Nusantara. ”Enam lagu itu saya ciptakan bersama guru les musik saya,” tandasnya.

Ayah Jefri, Joko Manis, menambahkan, Jefri direncanakan akan berangkat ke London pada 16 April mendatang. Sedangkan ujian RHR akan dilaksanakan pada 19 April pukul 11.00-16.00 waktu setempat.  ”Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati Kendal yang telah banyak membantu Jefri,” katanya.

Sebelumnya, Jefri telah tampil beberapa kali, di antaranya di Kuala Lumpur, Malaysia pada 25 September 2016 lalu. Jefri juga sudah memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID), serta Original Record Indonesia (ORI).

Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku senang bisa mengantarkan Jefri untuk meraih rekor dunia. Ia berharap prestasi Jefri ini bisa menjadi contoh anak-anak di Kendal untuk lebih bersemangat mengasah ilmu dan bakat. ”Kondisi ekonomi bukanlah suatu halangan untuk meraih prestasi. Terpenting adalah mengasah kemampuan diri, biarkan dunia yang menilai apakah kita layak atau tidak,” ujarnya. (*/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here