Papes Minta Jatah Wisatawan Manca

192

SEMARANG – Paguyuban Angkutan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Papes) mengeluhkan pengangkutan penumpang mancanegara yang dikuasai Biro Perjalanan Wisata (BPW).

Menurut Ketua Papes Kornen, selama ini wisatawan asing diangkut oleh shuttle bus yang disediakan BPW dan tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar dalam hal ini anggota Papes.

”Kita sekarang merasa hanya menjadi penonton saja, dalam artian tidak mengangkut penumpang mancanegara dan hanya diberikan kesempatan untuk domestik,” ujarnya

Ia menceritakan bahwa selama ini pihak Biro Perjalanan Wisata tidak memihak kepada Papes yang ada untuk bisa mendapat penumpang mancanegara ketika ada kapal pesiar yang berlabuh, hal itu karena BPW menyediakan beberapa shuttle bus bagi wisatawan.
”Kami di sini kan sudah sejak lama, dari Pelindo juga memfasilitasi salah satunya counter. Diminta untuk merapikan juga sudah kami lakukan,” katanya.
Dirinya mengungkapkan kebijakan pengangkutan wisatawan asing dinilai masih memihak kepada mereka yang memiliki modal. Baginya, hal tersebut harus ditata dengan baik sehingga semuanya mendapat jatah.
”Kami ini kan juga kerja, datang dini hari jam 1 sampai sore nunggu giliran tapi nggak dikasih, semuanya (turis) dibawa pakai shuttle bus,” ungkapnya.
Papes mengatakan secara tegas tidak mau diberi kompensasi, karena mereka murni bekerja dan ingin mendapat uang secara mandiri.
”Kalau diberi kompensasi itu kan tidak mendidik, kami tidak mau, yang betul kami di sini ya kerja, ngantar penumpang dan dapat uang dari mereka,” jelasnya.
Pihaknya tidak mempermasalahkan jika shuttle bus yang dipakai wisatawan sudah termasuk dalam paket berliburnya. Namun wisatawan nonpaket pun seringkali diangkut oleh BPW.

Salim, anggota Papes menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir, pihak pelabuhan tidak melakukan koordinasi ketika ada kapal wisatawan yang berlabuh.

”Dulu itu ada, jadi kita diajak koordinasi tentang kapal asing. Kita tahu ada berapa jumlah penumpang, berapa yang paket dan nonpaket, sekarang tidak dan tidak jelas alasannya,” ujarnya. Pihaknya berharap jasa angkut lokal bisa mendapat penumpang mancanegara. (mg26/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here