33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Papes Minta Jatah Wisatawan Manca

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Paguyuban Angkutan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Papes) mengeluhkan pengangkutan penumpang mancanegara yang dikuasai Biro Perjalanan Wisata (BPW).

Menurut Ketua Papes Kornen, selama ini wisatawan asing diangkut oleh shuttle bus yang disediakan BPW dan tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar dalam hal ini anggota Papes.

”Kita sekarang merasa hanya menjadi penonton saja, dalam artian tidak mengangkut penumpang mancanegara dan hanya diberikan kesempatan untuk domestik,” ujarnya

Ia menceritakan bahwa selama ini pihak Biro Perjalanan Wisata tidak memihak kepada Papes yang ada untuk bisa mendapat penumpang mancanegara ketika ada kapal pesiar yang berlabuh, hal itu karena BPW menyediakan beberapa shuttle bus bagi wisatawan.
”Kami di sini kan sudah sejak lama, dari Pelindo juga memfasilitasi salah satunya counter. Diminta untuk merapikan juga sudah kami lakukan,” katanya.
Dirinya mengungkapkan kebijakan pengangkutan wisatawan asing dinilai masih memihak kepada mereka yang memiliki modal. Baginya, hal tersebut harus ditata dengan baik sehingga semuanya mendapat jatah.
”Kami ini kan juga kerja, datang dini hari jam 1 sampai sore nunggu giliran tapi nggak dikasih, semuanya (turis) dibawa pakai shuttle bus,” ungkapnya.
Papes mengatakan secara tegas tidak mau diberi kompensasi, karena mereka murni bekerja dan ingin mendapat uang secara mandiri.
”Kalau diberi kompensasi itu kan tidak mendidik, kami tidak mau, yang betul kami di sini ya kerja, ngantar penumpang dan dapat uang dari mereka,” jelasnya.
Pihaknya tidak mempermasalahkan jika shuttle bus yang dipakai wisatawan sudah termasuk dalam paket berliburnya. Namun wisatawan nonpaket pun seringkali diangkut oleh BPW.

Salim, anggota Papes menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir, pihak pelabuhan tidak melakukan koordinasi ketika ada kapal wisatawan yang berlabuh.

”Dulu itu ada, jadi kita diajak koordinasi tentang kapal asing. Kita tahu ada berapa jumlah penumpang, berapa yang paket dan nonpaket, sekarang tidak dan tidak jelas alasannya,” ujarnya. Pihaknya berharap jasa angkut lokal bisa mendapat penumpang mancanegara. (mg26/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dandim Sambangi Markas GPK

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono menyambangi Markas GPK di Kauman Salaman, Kamis (31/5) malam. Kunjungan Dandim bertujuan untuk...

Ternak Mati Misterius, Warga Dihantui Waswas

PURWOREJO—Warga Padukuhan Buwono, Desa Kambangan, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, masih dihantui rasa waswas, menyusul matinya kambing-kambing secara misterius milik warga. Salah satunya, misteri kematian...

Jika Terpaksa, Woro jadi “Orang Gila”

PANGGILAN hati merupakan jawaban Wiworo Nugrahani, 58. Ia pernah menjadi pendamping rohani bagi para korban kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa dr. Soerojo Kota Magelang...

Penyidik Segera Lakukan Rekonstruksi 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendal berencana melakukan rekonstruksi atau reka ulang. Yakni dalam kasus dugaan pembunuhan Pemandu Karaoke (PK) Dinasti, Gonoharjo...

Hibur Pelanggan Setia

SALATIGA – Sekitar 80 pengunjung terhibur saat digelar acara dealer auto show dengan tema test drive experience week di Showroom PT Sun Star Motor...

Diterjang Angin, 1 Tewas

MUNGKID—Bencana angin puting beliung di kawasan perbukitan Menoreh Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, Sabtu (4/2) mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Jumali, 60, warga Dusun Tubansari...