Pansel Minta Pendaftaran Diperpanjang

337

SALATIGA – Minimnya peserta lelang jabatan 4 pimpinan tertinggi (JPT) Pratama di Pemkot Salatiga membuat panitia seleksi (pansel) kebingungan. Kini mereka melaporkan kondisi yang ada kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Kami segera melaporkan hasil seleksi administrasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara mengenai minimnya pelamar lelang jabatan. Dalam pemberitahuan itu, kami juga sekaligus meminta izin untuk memperpanjang masa pendaftaran lelang jabatan,” terang Ketua Pansel JPT Salatiga, Fakruroji.

Dengan minimnya pelamar, sejumlah PNS menyuarakan agar lelang jabatan diberlakukan setengah wajib. Sehingga, PNS yang memiliki kapasitas administrasi sesuai tetap didaftarkan untuk meloloskan syarat minimal peserta lelang. Namun soal keputusannya bisa berdasar kepada hasil seleksi.

“Usulan kami, PNS yang yang sudah memiliki persyaratan administrasi lolos, sebaiknya langsung didaftarkan. Toh keputusan ada diseleksi, dan yang tidak minat tentu akan gagal dengan sendirinya, namun syarat minimal pelamar lelang terpenuhi,” ujar salah satu PNS senior di lingkungan Pemkot Salatiga saat bertemu wartawan, Rabu (8/3) siang.

Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Fathur Rahman menyebutkan, kemungkinan minimnya peserta lelang dikarenakan belum terbiasanya para ASN untuk bersaing karena kemampuan maupun prestasi sehingga minim yang mendaftar lelang jabatan. “Semoga ke depan lebih banyak pelamar di lelang jabatan,” jelas Fathur Rahman.

Empat jabatan yang dilelangkan yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Kepala Dinas Sosial, Kepala Satpol PP dan Kepala Kantor Perpustakan dan Arsip Daerah.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Penelitian Daerah (BKP2D) Kota Salatiga, Gati Setiti menjelaskan, sampai penutupan pendaftaran pada Senin (6/3, jumlah pendaftar minim. Total hanya ada 6 pelamar yang ikut seleksi. Padahal syarat minimal untuk bisa melaksanakan lelang adalah minimal empat pelamar per lowongan. Empat jabatan yang dilelangkan yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Kepala Dinas Sosial, Kepala Satpol PP dan Kepala Kantor Perpustakandan Arsip Daerah.

“Yang mendaftarkan diri untuk proses seleksi lelang jabatan JPT Pratama atau dikenal dengan jabatan eselon II di OPD 2017 ini hanya 6 orang dan tidak sesuai target yakni per job (jabatan) seharusnya diikuti 4 peserta pelamar,” jelas Gati, Selasa (7/3).

Ditanya langkah selanjutnya, ia menegaskan bahwa pihak pansel belum mengetahui sikap yang akan diambil. Namun demikian, pansel segera menggelar rapat untuk menentukan apakah memperpanjang waktu pendaftaran atau diulang lagi. “Prinsipnya pengisian jabatan ini tetap akan dilakukan dengan sistem lelang terbuka dan terbatas. Siapa saja nama-nama dari 6 orang yang mendaftarkan bukan wewenang kami untuk mengatakannya,” tukas Gati.

Ada sinyalemen minimnya pelamar dikarenakan dinas yang dilelangkan tergolong ‘kering’. Selain itu, juga ada kekhawatiran mengenai senioritas dan pesimistisme. “Mungkin ada anggapan bahwa keempat OPD itu kering sehingga enggan mendaftar. Tapi entahlah nanti bagaimana keputusannya karena pelamar sangat minim,” terang salah satu pelamar lelang jabatan yang enggan disebutkan namanya. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here