Menang Susah Payah Lawan Persekap

537
TIDAK MUDAH: Pemain tengah PSIS Taufik Hidayat berduel dengan pemain Persekap Kabupaten Pekalongan dalam ujicoba sore kemarin di Stadion Citarum yang berakhir dengan kemenangan PSIS 2-1. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK MUDAH: Pemain tengah PSIS Taufik Hidayat berduel dengan pemain Persekap Kabupaten Pekalongan dalam ujicoba sore kemarin di Stadion Citarum yang berakhir dengan kemenangan PSIS 2-1. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PSIS telah melalui uji coba kelima mereka selama masa persiapan ke kompetisi Liga 2. Terakhir, skuat Mahesa Jenar menjamu Persekap Kabupaten Pekalongan di Stadion Citarum Semarang sore  kemarin (8/3). Namun sejauh ini permainan tim polesan Subangkit ini masih belum meyakinkan. PSIS bahkan harus menang susah payah melawan tim dengan level di bawahnya.

Meski berhasil menang 2-1, penampilan PSIS jauh dari memuaskan. Kesalahan individu, minim kreativitas penyerangan membuat laga tim beda kasta ini berjalan monoton. Babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata. Malah di babak kedua, PSIS harus kebobolan lebih dahulu melalui skema serangan balik cepat yang dilancarkan Persekap. Beruntung Mahesa jenar bisa membalikkan keadaan melalui gol Juni Riyadi dan Johan Yoga Utama dan mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1.

Atas hasil tersebut, jajaran pelatih tampaknya harus berfikir keras bagaimana caranya mendongkrak performa Johan Yoga. Apalagi, PSIS akan menghadapi laga ujicoba sarat gengsi, yakni menjamu “musuh bebuyutan”, Persebaya Surabaya di Stadion Jatidiri Minggu (12/3) mendatang.

Direktur Utama PSIS, Kairul Anwar ditemui usai uji coba kemarin mengakui timnya belum bisa bermain seperti yang diharapkan. “Saya kira dari lima kali uji coba ini baik tim pelatih maupun manajemen memiliki catatan untuk evaluasi. Banyak pekerjaan rumah yang harus dirampungkan. Karena secara pribadi saya melihat anak-anak belum bisa tampil maksimal,” bebernya.

Beberapa hal teknis termasuk tambal sulam pemain masih bisa dilakukan oleh tim PSIS Semarang di masa persiapan ini. termasuk setelah melakoni beberapa kali laga uji coba ke depan melawan tim-tim selevel. “Yang jelas tambal sulam pemain pasti masih akan ada, dan sebulan sebelum kompetisi bergulir pelatih sudah harus menetapkan tim secara utuh sehingga akan ada evaluasi setelah beberapa kali uji coba ke depan,” sambung Kairul.

Di laga uji coba kemarin, head coach PSIS, Subangkit menurunkan skuat proyeksi starting eleven. Di bawah mistar PSIS dihuni oleh Feri Bagus. Kemudian Safrudin Tahar, M Rio Saputra, Anhar Latif dan Taufik Hidayat juga turun sebagai starter. Di tengah, Subangkit menurunkan Hari Nur Yulianto dan Mariando Djonak Uropmabin sebagai winger. Kemudian M Yunus dan Saddam Sudarma Hendra serta M Ilham Arfil di lini tengah. Johan Yoga kemabli tampil sebagai lone striker. Ada beberapa pergantian termasuk peran M Ilham Arfil digantikan Juni Riyadi dan M Rio Saputra digantikan oleh Anam Syahrul. Ditarik keluarnya Ilham Arfil membuat Mariando bergeser peran di second striker dan Juni Riyadi di plot sebagai winger.

Usai laga coach Subangkit mengakui dua problem yaitu finishing touch dan komunikasi lini belakang masih menjadi problem utama PSIS. ”Ditambah lagi lapangan yang keras membuat kami harus memainkan long pass di babak kedua,” katanya.

Eks pelatih Mitra Kukar itu mengaku masih tetap akan melakukan sejumlah perubahan di laga versus Persebaya. ”Terutama di lini belakang kami masih memiliki Haudi Abdillah dan Anam Syahrul,” pungkasnya. (bas/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here