33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Lapas Kedungpane Sarang Narkoba

Ditemukan 25 Napi Positif Nyabu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Lembaga pemasyarakatan (lapas) ternyata masih menjadi sarang peredaran narkoba. Terbukti, sebanyak 25 narapidana Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Hal itu terungkap saat dilakukan razia mendadak oleh tim gabungan Polda Jateng, Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Jateng, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, dan Kantor Bea Cukai Jateng, Rabu (8/3) pagi.

Razia dipimpin langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng Djoni Priyatno serta Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, didampingi Kalapas Kedungpane Semarang, Taufiqurrakhman. Mereka menggelar razia secara dadakan pada Rabu (8/3) sekitar pukul 05.30 atau menjelang pagi. Razia ini juga dikawal oleh pasukan Brimob dan Sabhara, serta menurunkan tiga ekor anjing pelacak milik Bea Cukai.

Sasaran awal melakukan razia di Blok Padepokan Abimayu. Di mana blok tersebut masing-masing kamar berisi 3 sampai 18 orang napi yang merupakan kasus narkoba kelas kakap. Para napi yang masih terlelap tidur langsung terbangun kaget ketika pintu sel diketuk petugas gabungan. Petugas langsung mengeluarkan para napi untuk menjalani tes urine. Setelah itu, petugas menggeledah masing-masing kamar, hingga ditemukan sejumlah handphone, charger, simcard, korek api, serta barang terlarang lain. Selain itu, di beberapa kamar ditemukan pipet kaca bekas sebagai alat isap sabu-sabu.

Di kamar nomor 20, petugas mendapati 3 napi positif amphetamine, yang ternyata belum lama ini mengonsumi narkoba. Petugas juga mengamankan alat isap sabu dari kamar tersebut. Ketiga napi itu masing-masing Andi Kurniawan, 35; Supriyadi, 35, dan Benny Joyo Wiyono, 51. Mereka mengaku berpesta sabu sekitar 3 hari lalu di dalam sel penjara. Saat ditanya ketiganya mendapat sabu dari temannya sesama narapidana yang kini telah bebas.

Benny, terpidana 15 tahun penjara kasus narkoba jenis ekstasi, mengaku barang tersebut bisa masuk ke dalam lapas dengan diselipkan di barang bawaan saat dirinya dibesuk. ”Dapet dari Toyib, orangnya sudah bebas,” katanya di depan petugas.

Razia kemarin juga menyasar Blok Padepokan Kresna yang diisi napi teroris dan oknum polisi. Di lokasi ini, petugas juga mendapati ponsel termasuk uang dari napi Aiptu Wahyu, mantan anggota Polsek Banyumanik, terpidana 1 tahun kasus narkoba. Uang itu hasil jualan rokok di dalam lapas.

Selain itu, petugas sempat masuk Blok Janaka, yang diisi napi korupsi. Namun petugas hanya memeriksa sampel saja, tidak semua digeledah. Diketahui, jumlah penghuni Lapas Kedungpane saat ini mencapai lebih dari 1.300 orang, baik berstatus napi maupun tahanan.

Dalam razia yang berlangsung kurang lebih selama tiga jam itu berhasil mendapati 25 napi yang positif mengonsumsi sabu, 21 unit telepon seluler (ponsel), 17 pipet kaca yang di dalamnya ada sisa sabu, catatan-catatan transaksi narkoba serta uang tunai Rp 2,470 juta. Petugas juga mendapati 1 unit laptop.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar mengungkapkan, napi yang positif mengonsumsi narkoba itu menghuni tiga blok, yakni Abimanyu, Janaka, dan Kresna.

Krisno menambahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan forensik untuk temuan puluhan handphone tersebut. Alat komunikasi itu juga sebagai bahan untuk pengembangan. ”Kita gunakan untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Djoni Priyanto, menegaskan, pelaksanaan razia dilakukan secara dadakan dan tidak melibatakan internal lembaga pemasyarakatan. Hal ini guna menghindari kebocoran informasi dalam melaksanakan kegiatan razia tersebut. ”Ini secret (rahasia). Sampai malam kita pantau tidak bocor. Kami sengaja tidak libatkan satgas kamtib karena takut bocor,” tegasnya.

Menanggapi hasil temuan tersebut, termasuk para narapidana yang positif narkoba, Kalapas Kedungpane, Taufiqurrakhman, mengatakan, akan memberikan sanksi tegas setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurutnya, sanksi tegas yang diberikan bermacam-macam, termasuk mencabut remisi atau pembebasan bersyarat. Selain itu, bisa dipindah ke dalam sel pengasingan, pencabutan hak-haknya, tidak boleh dikunjungi, dan dipindah ke lapas lain.

”Bagi narapida yang terbukti melanggar tata tertib akan ditindaklanjuti dengan diberikan sanksi. Jadi, ada letter F yakni sanksi catatan buku pelanggaran. Bisa tidak dapat hak-haknya di tahun pelanggaran ini, cabut remisi atau pembebasan bersyarat atau ditunda,” tegasnya.

Taufiqurrakhman mengakui, narapidana pecandu narkoba sampai kapan pun akan tetap berusaha melakukan berbagai cara agar bisa tetap mengonsumsi narkoba. Ia menjelaskan, penyelundupan narkoba ke lapas kerap terjadi dengan cara dilempar dari dinding luar, serta diselipkan di barang bawaan pembesuk.

”Kami sudah melakukan pengawasan dan penggeledahan secara ketat dan cermat terhadap pengunjung serta tamu yang datang ke lapas, tapi ada saja cara baru yang dilakukan,” katanya. ”Kami ucapkan rasa terima kasih pada tim gabungan, bagaimanapun banyak keterbatasan personel serta sarana dan prasarana yang kami miliki,” tambahnya. (jks/mha/aro/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Afril Maulida Pertahankan Juara Tunggal Anak Putri Utama

DEMAK-Unggulan satu tunggal anak putri utama Afril Maulida, berhasil memenangi laga final melawan Avika Arsya (PB Cahaya Mas David Sport), pada hari terakhir kejuaraan...

Ratusan Warga Ikuti Zumba Nation di CFD

SEMARANG- Ratusan warga mengikuti Zumba Nation di area Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (19/11) pagi. Kegiatan ini meliputi senam bersama dan...

RT/RW dan Modin Terima Insentif

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – 1.290 RT dan RW di wilayah kota Salatiga mendapatkan bantuan administrasi dan insentif masing–masing Rp 2 juta. Selain itu, 88 modin...

Bunga Pinus Diolah Jadi Teh Herbal yang Bernilai Ekonomis

MAGELANG - Di tangan lima mahasiswa PGSD FKIP UM Magelang, bunga pinus mampu diolah menjadi teh kantong herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.  Hasil penelitian...

Makelar Calon Polisi akan Ditindak  

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya akan bersikap tegas terhadap penyimpangan proses penerimaan anggota Polri 2018. Terutama terhadap oknum panitia yang menjadi makelar...

Calhaj Kota Semarang Dibagi 6 Kloter

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 1.919 jamaah calon haji (calhaj) Kota Semarang akan bertolak ke Tanah Suci yang dibagi dalam 6 kelompok terbang (kloter). Yakni,...