Jadi Dokter dan Bisnis Kebaya

358
Femilia Dwi Antoro (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS-RADAR SEMARANG)
Femilia Dwi Antoro (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS-RADAR SEMARANG)

DOKTER Femilia Dwi Antoro tak hanya cantik dan cerdas, tetapi juga kreatif. Selain kesibukan menjadi seorang dokter, Fefen –sapaan akrabnya— juga menekuni bisnis persewaan dan pembuatan kebaya desainnya sendiri. Ide awal merintis bisnis tersebut lantaran puluhan kebaya miliknya hanya digunakan sekali pakai. Melihat banyak kebaya di kamarnya, ia lantas memutar otak untuk menjadikan ladang usaha yang bermanfaat.

”Sebenarnya gak kepikiran mau bisnis kebaya, karena numpuk dan malah jadi rusak. Jadi dimanfaatin buat disewain. Gak tahunya malah laris, terus banyak yang suka sama desainku. Akhirnya aku buat bisnis sewa serta pembuatan kebaya desainanku sendiri,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dokter kelahiran, Semarang 9 Juni 1992 yang hobi menggambar, kuliner dan traveling ini mengaku, selalu berinovasi setiap minggunya untuk menciptakan desain terbaru agar konsumen tidak jenuh dengan model yang lama. Saat ini, butik miliknya yang berada di Jalan Mintojiwo Dalam VI/2 Pamularsih, menyimpan puluhan kebaya desainnya sendiri. Untuk membuat kebaya pesanan, ia mengaku memiliki penjahit langganan yang sudah turun-temurun dari keluarganya.

”Biasanya konsumen order kebaya yang aku desain sendiri, terus modelnya aku kirim email, kalau cocok ya langsung kuserahin sama penjahit langgananku. Kalau yang mau sewa, tinggal datang ke gerai,” jelas Fefen.

Harga sewa untuk masing-masing model kebaya beragam. Untuk model kebaya Jawa/modern mulai harga Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu. Untuk dress mulai harga Rp 175 ribu hingga Rp 250 ribu, sedangkan untuk dress pengantin dan kebaya pengantin dibanderol dengan harga 500 ribu per 3 hari.

”Untuk sistem penyewaannya biasanya mereka datang langsung. Kalau gak, nanti ada karyawanku yang anter sampai rumahnya. Untuk harga sewa, biasanya ditambah dengan deposit (1 x harga sewa). Deposit akan dikembalikan ke konsumen setelah baju yang disewa dikembalikan. Tujuan deposit itu untuk jaga-jaga kalau barang tidak dikembalikan atau hilang, jadi ada pertanggungjawabannya. Kecuali kalau ada baju yang rusak, biasanya kita ada system charger,” katanya.

Sejauh ini, putri pasangan Wulantoro dan Pujiati ini, tetap semangat dalam menjalani bisnis kebaya meski kesibukan sebagai dokter tetap menjadi prioritas utama. Selain mendapatkan uang sendiri, ia juga bangga dapat memperkenalkan serta melestarikan busana kebanggaan orang Jawa.

”Kenapa kebaya, karena aku wanita asli Jawa. Aku merasa harus melestarikan budaya serta menjunjung tinggi busana kebanggaan kita sebagai ciri khas. Kalau bukan dimulai dari kita, siapa lagi,” ujarnya. (mg29/aro/ce1)

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here