Indeks Konflik Pilkada Rendah Kudus Belajar ke Batang

655
SIMBOLIS : Anggota Komisi A DPRD Kudus dan perwakilan Pemkab Kudus menyerahkan kenang-kenangan kepada Pemkab Batang, Rabu (8/3) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SIMBOLIS : Anggota Komisi A DPRD Kudus dan perwakilan Pemkab Kudus menyerahkan kenang-kenangan kepada Pemkab Batang, Rabu (8/3) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Dinobatkan sebagai daerah dengan indeks konflik dan kerawanan Pilkada terendah se-Jawa Tengah, bahkan tingkat nasional, Kabupaten Batang mulai jadi jujugan daerah lain untuk belajar. Salah satunya, anggota Komisi A DPRD Kudus dan perwakilan Pemkab Kudus, Rabu (8/3) kemarin.

Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Kudus yang dipimpin ketuanya Mardiyanto tersebut, diterima Plt Bupati Batang, yang diwakili Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Poltik (Kesbangpol), Agung Wisnu Barata, beserta jajarannya, Wakil Ketua DPRD Batang, Komisoner KPUD Batang dan Panwaslu Batang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kedatangan kami bersama anggota dan pejabat Pemkab Kudus, dalam rangka ingin bertukar pikiran dan pendapat. Karena tahun 2018, Kabupaten Kudus akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),” kata Mardiyanto.

Menurutnya, Kabupaten Batang merupakan kabupaten dengam pelaksanaan Pilkada teraman dan sukses di Jawa Tengah. “Untuk itu, kami berharap bisa bertukar pikiran atau menimba ilmu untuk Pilkada Kabupaten Kudus tahun 2018 mendatang,” ucapnya mewakili rombongan.

Kepala Kesbangpol, Agung Wisnu yang mewakili Plt Bupati Batang, Nasikin mengatakan bahwa keberhasilan Pilkada Batang dikarenakan adanya kerjasama yang baik antara KPU, Panwaslu, Pemkab Batang, Desk Pilkada, dan kalangan intelijen. “Kuncinya permasalahan pada pilkada dapat diselesaikan dengan pertemuan bersama. Netralitas ASN merupakan salah satu keberhasilan,” jelas Agung.

Ketua KPU Batang yang diwakili Divisi Teknis, Gunadi Fitriyanto, menjelaskan bahwa tahapan-tahapan Pilkada Batang tahun 2017 dijalankan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Karena tahapan-tahapan pilkada berperan penting atas keberhasilan Pilkada yang didukung pengelolaan anggaran untuk mensukseskan Pilkada.

“Sosialisasi-sosialisasi baik itu kepada pasangan calon dan masyarakat, kami laksanakan dengan baik, agar pesta demokrasi dapat berhasil. Bahkan, demia kemantapan, juga dilakukan Bintek terpadu antara KPU, Panwas, dan tim kampanye, supaya ada kesamaan paham antar semua pihak untuk mensukseskan pesta semokrasi,” jelas Gunadi.

Ketua Panwaslu Batang, Mizan Sya’roni menambahkan bahwa kegiatan panwas dalam mendampingi KPU meliputi dua hal yaitu pencegahan dan penanganan pelanggaran. “Dalam pencegahan dan penanganan pelanggaran, perlu komunikasi dan memberikan wawasan kepada PPS, PPK, KPPS, masyarakat, dan pasangan calon (Paslon) agar mengerti undang-undang dan aturan yang berlaku pada Pilkada. Sehingga pesta demokrasi berlangsung baik dan rakyat antusias,” kata Mizan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Nur Untung Slamet, juga menambahkan bahwa Pilkada Batang aman karena incumbent tidak nyalon. Jika incumbent nyalon, pasti banyak masalah dan banyak ASN yang tidak netral terutama para pejabat daerah. “Pilkada Kabupaten Terbaik se-Indonesia dan biaya politik Pilkada paling besar se-Indonesia,” kata Nur Untung Slamet.

Selain itu, menurut Untung, melalui anggota dewan, sejak lama sudah sepakat agar Pilkada Batang aman dan tertib. Sehingga sebelum digelarnya hiruk pikuk politik, semua elit politik sudah berkomitmen agar Pilkada berlangsung damai.  “Kunci utama yang lain, solidnya para elite politik. Karena mereka yang punya calon dan mereka yang punya massa. Jika sudah aman di tataran elite, tentu ke bawah juga bisa lebih aman dan tenang,” tandasnya. (han/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here