IMI Tak hanya Urus Balap Motor

2309
BANYAK PERSOALAN: Jajaran pengurus IMI Jateng dipimpin Ketua Umum Kadarusman saat menemui Kepala Disporapar Jateng Kadarusman, kemarin. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANYAK PERSOALAN: Jajaran pengurus IMI Jateng dipimpin Ketua Umum Kadarusman saat menemui Kepala Disporapar Jateng Kadarusman, kemarin. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ikatan Motor Indonesia (IMI) hak hanya sekadar mengurus olahraga balap motor. Untuk olahraga, selain balap motor ada belasan olahraga otomotif lain baik roda dua maupun roda empat. Tak hanya melulu olahraga, tak kalah pentingnya, IMI juga membina klub-klub otomotif.

Namun selama ini pemerintah provinsi Jateng kurang memberikan perhatian terhadap IMI Jateng, terkait dengan pembinaan cabang olahraga di luar balap motor, serta pembinaan terhadap klub-klub otomotif.

“Padahal tak kalah pentingnya. Jateng sering diharumkan oleh prestasi olahraga otomotif seperti slalom, grasstrack di mana juara nasional berasal dari Jateng, serta motocross. Saat kejuaraan dunia di Pangkal Pinang lalu, 5 di antara 10 pembalap Indonesia yang tampil adalah atlet Jateng. Tapi itu luput dari perhatian pemerintah provinsi Jateng,” tegas  AKBP (Purn) H Kadarusman, Ketua Umum Pengprov IMI Jateng. “Jadi IMI bukan hanya mengurus balap motor. Soal bantuan finansial dari pemerintah provinsi, selama ini hanya yang terkait dengan balap motor karena itu yang dipertandingkan di PON,” tambahnya.

Selama ini, IMI Jateng juga secara konkret membina anak-anak muda, terutama penghobi otomotif yang tergabung dalam klub-klub. Sebagai anggota IMI Jateng, pembinaan bisa dilakukan secara baik. Dengan difasilitasi berbagai kegiatan positif, membuat di Jawa Tengah tidak pernah terdengar kabar buruk terkait kegiatan klub otomotif.

“Padahal selama ini di berbagai daerah di luar Jateng sering kita dengar klub-klub motor yang bikin onar. Tapi di Jateng tidak pernah ada. Ini karena IMI selama ini menggandeng mereka menjadi anggota, dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif,” Kadarusman, saat bersama jajaran pengurus IMI Jateng beraudiensi dengan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, kemarin.

Anak-anak muda tersebut selalu dilibatkan dalam kegiatan positif, seperti diturunkan di lokasi bencana alam, membantu kelancaran lalu lintas saat arus mudik, hingga dilatih penanganan kecelakaan lalu lintas. “Jadi klub-klub otomotif tersebut tak sekadar hura-hura, tapi banyak kegiatan positif yang dilakukan. Saat puluhan klub-klub otomotif berkumpul, juga tidak pernah ada konflik,” tegasnya.

Karena itulah Jajaran pengurus IMI Jateng berharap Pemerintah Provinsi memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan-kegiatan IMI Jateng, terutama soal bantuan keuangan.

Dalam audiensi tersebut, IMI Jateng juga mengeluhkan rencana “penggusuran” gedung secretariat IMI Jateng di kompleks GOR Jatidiri. Padahal menurut Kadarusman, gedung tersebut dibangun dengan dana yang 100 persen swadaya pengurus dan anggota IMI. Tanah seluas 500 meter diberikan oleh Gubernur Jateng saat itu, Mardiyanto, sebagai hadiah atas prestasi tim balap motor Jateng menjadi juara umum PON 2004 di Palembang.

“Kami tidak menghalangi pembangunan Jatidiri, kita bahkan mendukung. Tapi mohon difikirkan gedung pengganti, toh masih banyak gedung milik Pemprov Jateng yang tak terpakai. Karena kami membina ribuan anak-anak muda yang menjadi anggota IMI,” tegas Kadarusman.

Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin mengakui gedung tersebut memang akan digusur, karena sesuai rencana area tersebut menjadi lahan hijau. “Kita akan pikirkan lagi, bagaimana baiknya. Kita tamping keluhan dari IMI Jateng,” ujarnya. (smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here