Hamil 8 Bulan, Selingkuhan Dibunuh

Pelaku Menghilang, Mayat Dikubur di Ladang Warga

440
SUMBER: POLRES MAGELANG
SUMBER: POLRES MAGELANG

MUNGKID—Aksi pembunuhan keji dilakukan oleh Ahmad Fauzi, 51, warga Dusun Jetis, Desa Umbulsari, Kecamatan Windusari. Korbannya tetangga sendiri yang juga selingkuhannya, Sumiyati, 40. Aksi sadis Fauzi terjadi pada Juni 2016 silam. Namun, baru terungkap saat Fauzi ditangkap oleh warga di rumahnya usai kabur selama sepuluh bulan lebih.

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono mengatakan, pelaku mengubur korban di area hutan rakyat Muneng Larangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kemarin (8/3), makam korban dibongkar pihak kepolisian

“Pelaku ini sempat kabur dan kemarin pulang ke rumah. Saat itu, warga datang dan menangkap dia, karena curiga erat kaitannya dengan hilangnya Sumiyati. Oleh tim, pelaku kita jemput dan kita bawa ke Polsek,” kata Kapolres Magelang AKBP Hindarsono. Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia membunuh Sumiyati dan menunjukkan lokasi selingkuhannya itu dikubur.
Tim Resmob menindaklanjuti “nyanyian” Fauzi, dengan mencari keberadaan tempat korban dikubur. Hasilnya, polisi menemukan sesosok mayat perempuan yang sudah tinggal tulang-belulang.
Tim Forensik Polda Jawa Tengah yang datang ke lokasi langsung melakukan otopsi. Tim Forensik menyimpulkan bahwa korban meninggal karena dibunuh. Sebab, ada beberapa bekas luka. “Kasus ini masih dalam proses pengembangan terkait motif pembunuhan. Saat ini sedang dalam proses otopsi dan untuk hasilnya masih menunggu,” terang Hindarsono.
Pengakukan tersangka, pembunuhan dilakukan pada Juni 2016, pukul 05.30. Korban dipukul di bagian kepala beberapa kali menggunakan batu. Setelah meninggal, mayat korban dikubur. Motif pembunuhan, pelaku menolak bertanggung jawab atas kehamilan korban yang menginjak usia 8 bulan. Baik pelaku dan korban, masih ada hubungan keluarga.
Kasubag Humas Polres Magelang AKP Santoso mengatakan, pelaku beralibi mengajak korban berbelanja. Yang terjadi, pelaku justru mengajak korban ke area ladang warga. Di situlah, korban dihabisi. Polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, cangkul, batu, dan pakaian yang dikenakan korban.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam pasal 340 KUHP. “Bunyinya barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan, dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.” (vie/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here