Cut Luthvia Klaim Labkes Didukung Alat-Alat Canggih

266
TINJAU: Wali Kota Sigit Widyonindito didampingi Wakilnya, Windarti Agustina meninjau ruang laboratorium kimia air, di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kota Magelang, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
TINJAU: Wali Kota Sigit Widyonindito didampingi Wakilnya, Windarti Agustina meninjau ruang laboratorium kimia air, di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kota Magelang, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Laboratorium Kesehatan (Labkes) dan Klinik Utama Kota Magelang akhirnya menempati gedung representatif di Jalan A Yani 135 Magelang. Laboratorium ini diklaim merupakan laboratorium kabupaten/kota di Jawa Tengah yang pertama terakreditasi ISO Komite Akreditasi Nasional (KAN). Juga, mengantongi terakreditasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Laboratorium Kesehatan (KALK).

Di Jawa Tengah, hanya Kudus dan Kota Magelang yang mengantongi sertifikat ISO KALK. Kemarin, gedung Labkes dan Klinik Utama yang baru, diresmikan penggunaannya oleh Wali Kota Sigit Widyonindito, didampingi Wakilnya, Windarti Agustina.

Kepala Labkes dan Klinik Utama Kota Magelang, Cut Luthvia Dewi mengatakan, pihaknya memiliki pelayanan usaha kesehatan masyarakat dan usaha kesehatan perorangan. Lantai 1, misalnya, digunakan untuk pelayanana klinik spesialis bedah anak, penyakit dalam, rontgen, apotek, dan ruang pengambilan sampel laboratorium klinik.

Lantai 2, digunakan untuk laboratorium klinik, fisika, dan kimia. Juga ruang penerimaan sampel lingkungan dan klinik spesialis gigi. “Untuk lantai tiga, digunakan laboratorium mikrobiologi.”

Cut menjamin, hasil uji laboratorium akurat. Selain didukung alat yang modern dan canggih, kualitas sumber daya manusianya juga mumpuni. “Ada dokter spesialis patologi klinik, pascasarjana kesehatan masyarakat, sarjana MIPA Biologi, Sarjana Teknik Kimia, Sarjana Teknik Lingkungan, Sarjana Sains Terapan, juga diploma analisa kesehatan dan farmasi makanan-minuman,” sebutnya.

Bagaimana kemampuan analis di Laboratorium Mikrobiologi? Cut mengatakan, pihaknya menggunakan 15 parameter uji. Di Laboratorium Kimia Lingkungan, 40 parameter uji, dan Laboratorium Patologi Klinis 30 parameter uji. “Kami memeriksa air minum, air bersih, air limbah dan air kolam renang. Pemeriksaan ini untuk mengetahui kandungan di dalam air. Sehingga aman, baik untuk dikonsumsi maupun aman ketika dibuang. Juga tidak mencemari lingkungan atau sesuai yang ditetapkan Menteri Kesehatan,” kata petugas ruang kimia air, Kuriawati.

Sebelum pindah ke gedung baru, setiap tahun ada sekitar 2.000 pasien klinis dan 3.000 pasien lingkungan yang terlayani. Adanya gedung baru ini, Pemkot Magelang berharap pasien meningkat.

Wali Kota Sigit menyampaikan, bangunan tiga lantai tersebut, dibangun menggunakan APBD 2016 sebesar Rp 10,2 miliar. Luasnya sekitar 1.082,7 meter per segi. Labkes dan Klinik Utama dibangun untuk melayani masyarakat umum. Soal tarif, Sigit memastikan terjangkau sesuai Perda. “Siapa saja boleh ke sini dan akan dilayani. UMKM Kota Magelang juga bisa memanfaatkan Labkes ini untuk pengujian produknya.” Sebelum pindah ke gedung baru, Labkes menempati eks-Kantor Camat Magelang Utara.

Selain meresmikan bangunan Labkes dan Klinik Utama, Sigit juga meresmikan hasil gedung lainnya. Antara lain, bangunan Pasar Rejowinangun sisi timur, pembangunan stadion Dr Moch Soebroto tahap delapan, gedung olahraga Samapta, lalu shelter Tuin Van Java dan shelter kuliner Lembah Tidar. (put/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here