33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Coca Cola Forest, Cegah Bencana Alam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN–Coca Cola Forest (hutan Coca Cola) di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang didirikan PT Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia Bawen sebagian besar berisi tanaman sengon. Pendirian hutan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar untuk mencegah bencana alam.

“Sebanyak 3.000 pohon dari berbagai jenis kita tanam. Namun yang masih banyak, yaitu sengon,” kata Group Managing Director Coca Cola International, Alison Watkins usai peresmian hutan Coca Cola yang lokasinya berada di belakang pabrik, Rabu (8/3) kemarin.

Menurut Alison, saat ini isu lingkungan menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi dengan semakin berkurangnya hutan yang beralih fungsi menjadi lahan permukiman. Hal itu dinilai dapat membuat lingkungan menjadi tidak seimbang. “Kalau banyak orang berlomba mempersempit hutan, Coca-Cola akan melakukan sebaliknya yaitu justru melestarikan hutan,” katanya.

Selain itu, ia berharap dengan adanya hutan Coca-Cola, dapat merangkul warga dan komunitas sekitar. Dikatakannya, tidak hanya karyawan pabrik, adanya hutan Coca-Cola juga bisa dimanfaatkan warga sekitar. Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan, seperti halnya gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat diskusi warga sekitar. “Lokasinya juga berdekatan dengan sungai, sehingga semakin asri,” ujarnya.

Sementara itu, Public Affair Comunication CCAI, Ida Lukitowati mengungkapkan ke depan jumlah tanaman akan ditambah dengan beberapa tanaman buah. “Kami akan menambah varietas tanaman di hutan Coca-Cola,” kata Ida.

Dikatakan Ida, selain pendirian hutan, pihaknya juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengelola lahan pertanian milik pabrik. “Warga kami persilahkan menggarap lahan pertanian milik Coca-Cola di sekitar pabrik. Harapannya bermanfaat untuk mendongkrak taraf hidup perekonomian warga sekitar,” ujarnya.

Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup, Tuti Hendrawati yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan hutan Coca Cola dapat menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Semarang. “Kabupaten Semarang ini luasnya 95.000 hektare dan kurang tiga persen merupakan tanah datar. Mayoritas lahannya dataran tinggi atau pegunungan. Sehingga adanya Coca Cola Forest ini, diharapkan dapat mencegah bencana banjir dan tanah longsor,” katanya.

Tuti berharap Coca Cola Forest yang dibuat PT CCA Indonesia Cabang Bawen ini dapat ditiru perusahan lain yang ada di Kabupaten Semarang. “Perusahaan tidak hanya memikirkan target bisnis, tetapi juga memperhatikan lingkungan hidup dan lingkungan warga sekitar,” tandasnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menuju Kurikulum yang Integral (1)

RADARSEMARANG.COM - PEMERINTAH sudah banyak melakukan perbaikan kualitas pendidikan nasional. Diawali oleh Menteri Agama Wahid Hasyim, dengan Permenag No 3 tertanggal 11 Agustus 1950,...

Meotel Kebumen Kunjungi Radar Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Okupansi Hotel Meotel by Dafam Kebumen menjadi leader di Kebumen, meski baru hadir  pada 2015 silam. Hotel yang  mengklaim sebagai "economic bed &...

Warung Makan Dipo Dibobol Pencuri

SALATIGA – Warung makan Dipo yang berada di kompleks asrama Denpom, jalan Diponegoro menjadi sasaran pencuri, Kamis (16/11). Aksi pencurian ini yang kesekian kalinya...

Dongkrak Penjualan, Lelang Elektronik

MAGELANG – Penjualan barang elektronik menjelang akhir tahun ini cenderung sepi. Sejumlah cara harus dilakukan untuk mendongkrak penjualan. Toko Electronic City di Artos Mall menggelar...

Bawa Kabur Barang dan Bawa Sajam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang driver online dilaporkan ke Polrestabes Semarang oleh penumpangnya. Pelaporan ini terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan cara membawa kabur uang dan...

Digusur, Bertahan di Puing-Puing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Empat kepala keluarga (KK) nekat bertahan di tengah puing-puing yang sudah dirobohkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Senin (14/5) lalu. Saat itu...