Coca Cola Forest, Cegah Bencana Alam

423
PERESMIAN: Group Managing Director Coca Cola International, Alison Watkins saat meresmikan hutan Coca-Cola di belakang pabrik Bawen, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERESMIAN: Group Managing Director Coca Cola International, Alison Watkins saat meresmikan hutan Coca-Cola di belakang pabrik Bawen, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Coca Cola Forest (hutan Coca Cola) di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang didirikan PT Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia Bawen sebagian besar berisi tanaman sengon. Pendirian hutan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar untuk mencegah bencana alam.

“Sebanyak 3.000 pohon dari berbagai jenis kita tanam. Namun yang masih banyak, yaitu sengon,” kata Group Managing Director Coca Cola International, Alison Watkins usai peresmian hutan Coca Cola yang lokasinya berada di belakang pabrik, Rabu (8/3) kemarin.

Menurut Alison, saat ini isu lingkungan menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi dengan semakin berkurangnya hutan yang beralih fungsi menjadi lahan permukiman. Hal itu dinilai dapat membuat lingkungan menjadi tidak seimbang. “Kalau banyak orang berlomba mempersempit hutan, Coca-Cola akan melakukan sebaliknya yaitu justru melestarikan hutan,” katanya.

Selain itu, ia berharap dengan adanya hutan Coca-Cola, dapat merangkul warga dan komunitas sekitar. Dikatakannya, tidak hanya karyawan pabrik, adanya hutan Coca-Cola juga bisa dimanfaatkan warga sekitar. Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan, seperti halnya gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat diskusi warga sekitar. “Lokasinya juga berdekatan dengan sungai, sehingga semakin asri,” ujarnya.

Sementara itu, Public Affair Comunication CCAI, Ida Lukitowati mengungkapkan ke depan jumlah tanaman akan ditambah dengan beberapa tanaman buah. “Kami akan menambah varietas tanaman di hutan Coca-Cola,” kata Ida.

Dikatakan Ida, selain pendirian hutan, pihaknya juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengelola lahan pertanian milik pabrik. “Warga kami persilahkan menggarap lahan pertanian milik Coca-Cola di sekitar pabrik. Harapannya bermanfaat untuk mendongkrak taraf hidup perekonomian warga sekitar,” ujarnya.

Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup, Tuti Hendrawati yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan hutan Coca Cola dapat menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Semarang. “Kabupaten Semarang ini luasnya 95.000 hektare dan kurang tiga persen merupakan tanah datar. Mayoritas lahannya dataran tinggi atau pegunungan. Sehingga adanya Coca Cola Forest ini, diharapkan dapat mencegah bencana banjir dan tanah longsor,” katanya.

Tuti berharap Coca Cola Forest yang dibuat PT CCA Indonesia Cabang Bawen ini dapat ditiru perusahan lain yang ada di Kabupaten Semarang. “Perusahaan tidak hanya memikirkan target bisnis, tetapi juga memperhatikan lingkungan hidup dan lingkungan warga sekitar,” tandasnya. (ewb/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here