Wujudkan Sejuta Rumah untuk Sejuta Senyum

Digitalisasi BTN Permudah Layanan Pengajuan KPR

6016
RUMAH SUBSIDI: Rachmawati, warga Potrobangsan, Kota Magelang, serius melihat-lihat rumah subsidi tipe 30/60 di perumahan Citra Harmoni 3 di Dusun Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Rumah subsidi di Citra Harmoni 3 bagian dari upaya pengembang, PT Arum Mandiri Indonesia, untuk menyukseskan program sejuta rumah untuk rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (LIS RETNO WIBOWO/RADARSEMARANG.COM)
RUMAH SUBSIDI: Rachmawati, warga Potrobangsan, Kota Magelang, serius melihat-lihat rumah subsidi tipe 30/60 di perumahan Citra Harmoni 3 di Dusun Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Rumah subsidi di Citra Harmoni 3 bagian dari upaya pengembang, PT Arum Mandiri Indonesia, untuk menyukseskan program sejuta rumah untuk rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (LIS RETNO WIBOWO/RADARSEMARANG.COM)

Bank Tabungan Negara (BTN) berperan sentral dalam pelaksanaan program sejuta rumah untuk rakyat yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Bagaimana BTN bisa mewujudkan rumah murah yang menjadi salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo tersebut?

MATA minus Hermawan, 34, warga Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, serius memperhatikan layar handphone milik Bagas, 35, temannya, di suatu sore di ujung Februari 2017 silam.

Sore itu, Hermawan sengaja mendatangi rumah Bagas di Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Ia ingin tahu lebih detail informasi yang disampaikan Bagas, teman SMA-nya semasa di Tegal, soal adanya rumah bersubsidi di Kabupaten Magelang yang harga jualnya cukup terjangkau: Rp 116,5 juta. Perumahan yang dimaksud adalah Citra Harmoni 3. Lokasinya, di Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan.

Setelah Bagas menunjukkan bentuk rumah, spek bangunan, dan lokasi Citra Harmoni 3 melalui layar handphone, Hermawan mengaku tertarik. Ia memang sedang mencari rumah murah. Gajinya sebagai karyawan swasta, di bawah nomimal Rp 4 juta. Satu sisi, istrinya tidak bekerja. Sedangkan anak semata wayangnya, bersekolah di sebuah SMA swasta di Kota Semarang. Untuk sementara, Hermawan dan istri tinggal di rumah adiknya di Mungkid. Tak ingin terus-menerus merepoti sang adik, Hermawan berniat membeli rumah yang secara harga sangat terjangkau. Uang muka ringan, angsuran juga di bawah Rp 1 juta.

Kepada Bagas, pria berkaca mata minus itu, mengaku tertarik membeli rumah bersubsidi di Citra Harmoni 3 untuk tipe 30, dengan luas tanah 60 meter per segi. Uang mukanya hanya Rp 5 jutaan, dengan asumsi cicilan Rp 700-an ribu per bulan, selama 20 tahun.

Untuk memudahkan simulasi angsuran, Bagas meminta Hermawan membuka portal BTNproperti. Setelah terkoneksi dengan situs www.btnproperti.co.id, Hermawan lantas membuka smart tools simulasi. Setelah mengisi pilihan jenis suku bunga, jenis subsidi, harga beli properti, uang muka, suku bunga per tahun, lama pinjaman, dan masa kredit fix suku bunga floating, muncul kisaran angsuran per bulan. Yaitu, jatuh di angka 771.232/bulan, dengan uang muka Rp 5.819.607. “Mudah mengaksesnya, saya jadi tahu estimasi angsuran rumah, dengan hanya mengklik menu di situs BTNproperti,” kata Hermawan, lantas tersenyum.

Keesokan harinya, pukul 12.00, bersama Bagas dan Hermawan, wartawan radarsemarang.com mendatangi perumahan Citra Harmoni 3. Lokasinya cukup strategis. Mudah dijangkau, baik dari arah Japunan maupun dari Jalan Raya Purworejo-Magelang. Setiap titik menuju lokasi perumahan, terdapat papan penunjuk lokasi. Lokasi perumahan ini tidak jauh dari kompleks Akademi Militer (Akmil).

Siang itu, kuli-kuli bangunan perumahan tampak beristirahat di rumah-rumah yang sudah siap ditempati. Cuaca yang terik, membuat sebagian kuli pilih leyeh-leyeh di dalam bangunan, sembari mendengarkan lagu dangdut dari radio yang mereka nyalakan. Sebagian lainnya berniat menunaikan salat Duhur.

Beberapa staf PT Arum Mandiri Indonesia, developer Citra Mandiri 3 menyambut kedatangan Bagas dan Hermawan. Seorang staf marketing bernama Ricky mengatakan, Citra Harmoni 3 Magelang yang dikembangkan oleh PT Arum Mandiri Indonesia, merupakan wujud dukungan nyata terhadap program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. Khusus rumah bersubsidi, jumlah unit yang ditawarkan mencapai 250 bangunan. Pembangunnannya sudah dimulai sejak Desember 2015 silam. “Untuk rumah subsidi luas tanahnya 60 meter per segi. Kalau tipenya 30. Untuk yang nonsubsidi tipenya bervariasi, mulai tipe 36 dengan luas tanah 72 meter per segi dan tipe 45 dengan luas tanah 105 meter per segi,” kata Ricky.

Setelah dijelaskan adanya biaya tambahan seperti bea balik nama, pasang listrik, booking fee, pajak, dan tambahan biaya lainnya, Bagas dan Hermawan dipersilakan untuk melihat-lihat lokasi. Khusus rumah subsidi sudah banyak yang dibangun. Di tembok kanan setiap bangunan bahkan sudah tertempel stiker bertuliskan KPR Bersubsidi Pemerintah Republik Indonesia, dengan logo Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di bagian atas, dan logo Bank BTN di bagian bawah.

Di bagian tengah stiker, tertera nomor bangunan rumah serta tahun akad. Rata-rata tahun akadnya 2016. Sedangkan di sisi kanan tertulis ketentuan rumah subsidi. Pertama, rumah tidak disewakan. Kedua, rumah tidak boleh dipindahtangankan/dijual. Ketiga, rumah harus ditempati sendiri, tidak boleh dikosongkan. Apabila ketentuan dilanggar, maka subsidi perumahan dihentikan dan subsidi yang telah diterima harus dikembalikan sesuai perundang-undangan.

Ada sekitar 100 unit rumah yang sudah jadi. Baik yang subsidi maupun nonsubsidi. Dari jumlah itu, sembilan puluh persennya merupakan rumah subsidi. Jaringan listrik sudah tersedia. Pun, air artetis sudah mengalir. Dari sekian banyak bangunan yang berdiri, baru empat unit yang sudah ditempati oleh pemiliknya. Mereka umumnya sepasang suami-istri yang baru berumah tangga. Rata-rata mengaku daripada membuang uang untuk biaya kontrak rumah, lebih baik untuk mengangsur rumah.

“Rumah ini kan sudah mulai diangsur, jadi ya lebih baik ditempati. Daripada mengontrak, eman-eman, lebih baik uangnya untuk mengangsur,” kata seorang perempuan yang tidak mau menyebutkan namanya. Perempuan paruh baya itu mengaku sangat terbantu dengan rumah subsidi. “Ya terjangkau sudah pasti, karena gaji anak saya cuma Rp 2,5 juta per bulan. Biasanya kami ngontrak. Daripada setiap tahun ngontrak terus, anak saya dan istri ambil rumah ini. Plong, akhirnya mereka punya rumah.”

Beda dengan Hermawan yang sedang mencari rumah bersubsidi, Irawan, 37, warga Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota semarang, sudah lebih dulu memiliki rumah subsidi di Perumahan Puri Dinar Mas, Meteseh, Kota Semarang. Ia mengangsurnya via BTN pada 2009 silam, dengan uang muka saat itu Rp 7 juta. Harga rumah pada waktu itu Rp 42 juta. Sedangkan cicilan di kisaran Rp 200 ribu-an/bulan selama 10 tahun.

“Program rumah bersubsidi sangat membantu orang-orang seperti saya, pekerja informal. Kalau tidak ada program seperti itu, yang sekarang dilanjut oleh pemerintahan Pak Jokowi dengan program sejuta rumah untuk rakyat, bisa-bisa mereka yang berpenghasilan minim seperti saya, sangat sulit memiliki rumah. Tahu sendiri kan harga rumah semakin mahal,” kata Irawan.

Irawan menyambut baik program Nawacita Presiden Joko Widodo yang—salah satunya—menggerakkan program sejuta rumah untuk rakyat. “Sekarang, rumah subsidi dengan uang muka satu persen, saya kira sangat membantu masyarakat kecil seperti saya untuk mendapatkan rumah. Program ini sangat baik dan layak diapresiasi oleh semua.”

 

KUMUH: Bangunan semipermanen di sepanjang bantaran kali di Jalan Seroja Timur menuju Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Semarang tampak kumuh. Warga menempati bantaran sungai karena alasan tak mampu membeli rumah yang harganya semakin tidak terjangkau. Untuk itulah, pemerintah membuat program Sejuta Rumah untuk Rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini sekaligus untuk mengurangi kekumuhan hunian yang padat di perkotaan. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.COM)
KUMUH: Bangunan semipermanen di sepanjang bantaran kali di Jalan Seroja Timur menuju Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Semarang tampak kumuh. Warga menempati bantaran sungai karena alasan tak mampu membeli rumah yang harganya semakin tidak terjangkau. Untuk itulah, pemerintah membuat program Sejuta Rumah untuk Rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini sekaligus untuk mengurangi kekumuhan hunian yang padat di perkotaan. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.COM)

Program Nasional Sejuta Rumah

Proyek pembangunan sejuta rumah untuk rakyat telah dimulai pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2015.

Melalui program ini, pemerintah menyediakan rumah subsidi dengan harga dan cicilan yang terjangkau. Rumah yang dibangun berkategori rumah dengan ‎Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau lebih sering disebut sebagai rumah subsidi. Harapannya, semua PNS dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seperti nelayan dan buruh, bisa segera memiliki rumah.

Sebab, angka kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tempat tinggal di Indonesia cukup tinggi. Yakni, mencapai 13,5 juta rumah. Artinya, masih ada 13,5 juta kebutuhan rumah layak huni yang belum bisa terpenuhi oleh pemerintah. Program ini sekaligus untuk mengurangi tingkat kekumuhan permukiman di berbagai wilayah di Indonesia. Harapannya, tidak akan ada lagi permukiman kumuh di kolong-kolong jembatan, bantaran kali, maupun di sepanjang rel kereta api.

Keunggulan program sejuta rumah adalah uang mukanya. Yakni, hanya 1 persen dari total harga keseluruhan. Sebagai perbandingan, uang muka perumahan komersial biasanya 20-30 persen dari total harga. Keunggulan berikutnya, besaran bunga KPR hanya 5 persen. Artinya, jauh lebih rendah dari perumahan komersial yang berbunga 7,5 persen.

Kemudahan lain, masyarakat bisa mengambil tenor pembayaran kredit relatif lama hingga 20 tahun, dengan angsuran Rp 500 ribu sampai Rp700 ribuan/bulan. Untuk menyukseskan program ini, pemerintah telah menunjuk BTN sebagai bank penyedia kredit rumah bersubsidi.

Praktisi sektor properti asal Magelang, Rudi Wiharno, mengapresiasi program sejuta rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu di Ungaran, Kabupaten Semarang. “Program sejuta rumah Pak Jokowi, saya kira patut diapresiasi oleh semua elemen bangsa, sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat berpenghasilan rendah yangs elama ini semakin sulit untuk membeli rumah,” kata Rudi kepada radarsemarang.com.

Menurut Rudi, rumah merupakan hak dasar bagi setiap warga negara Indonesia. “Tegas dinyatakan dalam UUD 1945 pasal 28h, yaitu setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang sehat serta memperoleh layanan kesehatan.” Penegasan lainnya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Bahkan, isu tentang rumah yang layak pun sejak lama menjadi perhatian internasional.

Yang terjadi saat ini, harga rumah terus meningkat, tanpa diikuti peningkatan pendapatan masyarakat. Ini, lanjut Rudi, merupakan persoalan klasik, baik di negara maju maupun berkembang. “Karena itu, kehadiran negara sangat diperlukan untuk memfasilitasi, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan dasar memiliki rumah.”

Sejak era Presiden Soeharto—tepatnya sejak 1970-an—sambung Rudi, sebenarnya Pemerintah Indonesia telah melaksanakan program subsidi perumahan dengan berbagai inovasi. Dengan harapan, masyarakat miskin terfasilitasi kebutuhannya memiliki rumah. “Toh, faktanya, masih banyak masyarakat yang tidak punya rumah, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.”

Rudi lantas mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 yang mencatat, masih besarnya kesenjangan perumahan. Yakni, mencapai 13,5 juta unit. Penyebabnya, masyarakat bersama pengembang, hanya mampu menyediakan sekitar 400.000 unit rumah per tahun. “Padahal, kebutuhan rumah per tahun mencapai 800.000 unit.”

 

BERSIH DAN NYAMAN: Rusunawa di Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, yang pada 1 Mei 2015 (bertepatan dengan Hari Buruh), peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo, sudah berdiri megah. Peletakan batu pertama ketika itu, sekaligus menandai diluncurkannya program sejuta rumah untuk rakyat. Kini, rusunawa Gedanganak yang diperuntukkan bagi kaum buruh, sudah ditempati oleh keluarga dari masyarakat berpenghasilan rendah. (EKO BUDI/RADARSEMARANG.COM)
BERSIH DAN NYAMAN: Rusunawa di Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, yang pada 1 Mei 2015 (bertepatan dengan Hari Buruh), peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo, sudah berdiri megah. Peletakan batu pertama ketika itu, sekaligus menandai diluncurkannya program sejuta rumah untuk rakyat. Kini, rusunawa Gedanganak yang diperuntukkan bagi kaum buruh, sudah ditempati oleh keluarga dari masyarakat berpenghasilan rendah. (EKO BUDI/RADARSEMARANG.COM)

Dukung Sejuta Rumah, Developer Bangun Afiliasi

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah MR Priyanto mengatakan, para pengembang mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang menggeber program sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hanya saja, kritik Priyanto, realisasi di lapangan, para pengembang masih saja terganjal dengan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW). Karena itu, REI mendorong pemerintah daerah untuk merevisi Perda tersebut, agar proyek pembangunan rumah tidak berhenti di tengah jalan.

Satu sisi, Priyanto juga mengeluhkan harga lahan di masing-masing daerah relatif cukup tinggi. Dengan kondisi seperti itu, para pengembang perumahan tidak bisa merealisasikan target pembangunan. “Sekarang banyak spekulan tanah yang justru bermain. Imbasnya, kami tidak bisa menjangkau harga yang dipatok mereka. Idealnya, harga lahan per meter kurang dari Rp 200 ribu.”

Bagaimana terkait pembiayaan, dalam hal ini peran BTN? Priyanto menyampaikan, pemerintah lebih menekankan aturan SSB (subsidi selisih bunga) dalam program pembiayaan perumahan. Menurut Priyanto, baik program FLPP maupun SSB, nyaris tidak ada perbedaan di sisi konsumen. Semisal, suku bunga KPR 5 persen, uang muka 1 persen, dan jangka waktu cicilan 20 tahun. “Bedanya hanya terletak di pihak penyalur kredit saja,” ucapnya. Priyanto berharap, sistem SSB mampu menggenjot target pembangunan sejuta rumah bagi masyarakat bawah di Jawa Tengah.

Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah developer di daerah. Manajer Operasional PT Bangun Pelita Insan Sejahtera, Kristiono Hadi, mengemukakan, program sejuta rumah untuk rakyat, dihadapkan pada kendala terus meroketnya harga tanah, harga material, dan biaya tenaga kerja. Toh, demi suksesnya program tersebut, para pengembang di wilayah eks karesidenan Banyumas, memutar otak dengan membentuk manajemen bersama pembangunan rumah bersubsidi. Tujuannya, untuk memberikan kontribusi pada penyediaan perumahan bagi semua segmen. Utamanya, kalangan menengah ke bawah.

Kristiono mengungkapkan, perusahaannya meluncurkan Perumahan Shamara Mantrianom, berisi 147 unit rumah subsidi di Kabupaten Banjarnegara. Lokasinya, di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang. Masih menurut Kristiono, isu utama rumah bersubsidi adalah mutu bangunannya tidak baik. Ini terjadi karena developer menyiasati biaya produksi, dengan memilih bahan baku bermutu rendah. Akibatnya, konsumen yang dikorbankan.

Mengatasi hal itu, lanjut Kristiono, pihaknya membangun afiliasi antardeveloper dan antarproyek. “Sejumlah developer membangun afiliasi untuk belanja bahan baku bersama-sama, sehingga biayanya bisa efisien. Hasilnya, bahan baku pabrikasi untuk rumah subsidi dan rumah komersial sama saja. Semisal pintu, genteng, bata dan baja.”

Statemen senada juga disampaikan Direktur PT Antapura Raya, Arif Nugroho. Arif menyampaikan, kerja sama antardeveloper dalam belanja bahan baku, pada akhirnya menjaga kepuasan konsumen. “Hal paling penting, rumah bersubsidi pun tidak mengorbankan kualitas bangunan.” Kerja sama ini juga melahirkan rasa aman bagi konsumen pada aspek legalitas. Sebab, hak-hak mereka dapat terlayani dengan baik.

 

KPR BTN MIKRO: Pengunjung pameran meminta informasi pembelian rumah melalui KPR BTN Mikro pada pameran Gebyar BTN Kota Semarang di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jumat, 24 Februari 2017 lalu. Produk baru ini melayani pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.COM)
KPR BTN MIKRO: Pengunjung pameran meminta informasi pembelian rumah melalui KPR BTN Mikro pada pameran Gebyar BTN Kota Semarang di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jumat, 24 Februari 2017 lalu. Produk baru ini melayani pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.COM)

Terobosan BTN Wujudkan Sejuta Rumah

Berbagai terobosan dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) untuk menyukseskan program sejuta rumah untuk rakyat yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Utamanya, terkait kemudahan untuk menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pada 2016 lalu, misalnya, BTN menargetkan bisa menyalurkan KPR bagi 700.000 unit rumah. Untuk memuluskan capaian target tersebut, BTN melakukan langkah digitalisasi dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, dengan memanfaatkan teknologi informasi. Yakni, meluncurkan portal BTNproperti.

“Kami berharap portal BTNproperti, bisa menjadi icon baru menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah,” kata Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Maryono, seperti dikutip di menu berita laman www.btnproperti.co.id. Melalui portal tersebut, semua kebutuhan akan rumah, dengan mudah dan cepat bisa diperoleh secara online oleh masyarakat dan pengembang.

Penelusuran radarsemarang.com, pengajuan KPR secara online cukup mudah. Bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Langkah pertama, registrasi di www.btnproperti.co.id, yang bisa diakses via laptop atau telepon selular yang terkoneksi dengan internet. Setelah itu, mengisi data-data yang tersedia. Selanjutnya, verifikasi data registrasi via email, login ke web www.btnproperti.co.id, dan memilih kriteria rumah yang diinginkan. Berikutnya, melakukan pengajuan KPR disertai dengan scan KTP dan slip gaji. Terakhir, mendapatkan approval dari pihak BTN.

Hanya saja, pengajuan KPR via online, sampai pada tahap pengajuan Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K). Nah, jika pihak bank menyetujui, maka konsumen perlu melengkapi berkas yang dibutuhkan. Meski begitu, tidak semua permohonan disetujui. Hanya yang memenuhi persyaratan saja, bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

Menurut Maryono, portal BTNproperti merupakan inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Melalui portal ini, kami menjawab apa yang diperlukan masyarakat tentang kebutuhan rumah. Fitur-fitur seperti konsultasi KPR, simulasi KPR, edukasi masyarakat, customer service chat, berita seputar properti dan informasi terkini, tersedia di portal BTNproperti.”

Maryono melanjutkan, “Ini sebuah lompatan Bank BTN menjawab pasar kebutuhan rumah di Indonesia dan besarnya pengguna teknologi online dalam negeri yang disatukan dalam satu produk portal BTNproperti. Semoga ini menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap rumah layak dan siap huni dengan harga terjangkau.”

Portal BTNproperti, lanjut Maryono, melengkapi inisiatif Housing Finance Center (HFC) yang telah diluncurkan pada Oktober 2014 silam. Maryono berharap, dengan pengalaman sebagai lembaga pembiayaan perumahan terbesar—dan juga peran sentral BTN sebagai integrator stakeholder perumahan—portal BTNproperti dapat menjadi engine baru bagi pertumbuhan bisnis perusahaan. Sekaligus, diharapkan menjadi solusi nyata sebagai “pasar properti” di dunia digital yang mempertemukan antara supply dan demand.

“Masyarakat dan pengembang dapat mengakses dengan mudah stok rumah. Jika dalam satu kawasan dengan rumah stok yang tersedia cukup banyak, maka tidak mustahil pengembang dapat membelinya dan menjualnya kembali dengan harga tinggi. Ini dapat menjadi peluang investasi dengan modal yang terukur dan hasil yang sangat menguntungkan. Perseroan pun diuntungkan dengan kondisi ini, karena proses recovery asset kredit akan dapat dilakukan dengan cepat.”

Selain terobosan berupa digitalisasi dan sinergi dengan BUMN, untuk menggenjot program sejuta rumah, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, meluncurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) BTN Mikro. Produk ini diperuntukkan bagi pekerja informal. Skema kredit dirancang untuk mendukung program pemerintah mewujudkan sejuta rumah bagi rakyat.

“Produk ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama pekerja di sektor informal yang jumlahnya diprediksi mencapai 6,5 juta orang,” kata Maryono usai peluncuran KPR BTN Mikro di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/2/2017) kepada awak media, termasuk Jawa Pos Radar Semarang.

KPR BTN Mikro membidik keluarga atau individu yang memiliki penghasilan rata-rata Rp 1,8 juta hingga Rp 2,8 juta/bulan. Maryono menyampaikan, segmen masyarakat ini merupakan segmen yang paling membutuhkan akses pembiayaan. Sebab, mereka tidak masuk dalam kategori penerima KPR subsidi, baik dalam skema FLPP maupun subsidi selisih bunga (SSB) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) yang dikucurkan pemerintah.

Meski menyasar segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), KPR BTN Mikro bukan bagian dari program bantuan pendanaan program sejuta rumah. “Pendanaan KPR Mikro ini murni inisiatif BTN.” Adapun penyaluran KPR BTN Mikro tahun ini senilai Rp150 miliar. Untuk tahap awal, KPR BTN Mikro menyasar ke asosiasi pedagang mi dan bakso.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank BTN Semarang Agus Susanto menjelaskan, pada 2016, target KPR subsidi untuk wilayah Jawa Tengah sebesar Rp 450 miliar. Sedangkan realisasinya mencapai Rp 408.531.840.000, dengan total sekitar 3.893 unit. Sementara pada 2017, target meningkat menjadi sekitar Rp 700 miliar. “Dengan adanya peningkatan target tersebut, Bank BTN, khususnya di wilayah Jawa Tengah, akan men-support developer yang akan membangun dan memasarkan rumah subsidi, baik dari konsumen untuk KPR dan bagi developer untuk kredit konstruksi dan kredit pemilikan lahan,” tutur Agus saat ditemui radarsemarang.com di kantornya. Saat ini, menurut Agus, wilayah yang sangat berkembang adalah Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.

Syarat untuk mendapatkan KPR subsidi cukup mudah. Yakni, warga negara Indonesia minimal berusia 21 tahun atau sudah menikah dengan penghasilan pokok maksimal Rp 4 juta untuk rumah tapak atau Rp 7 juta untuk rumah susun. Pemohon dan pasangannya belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah. Kemudian memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan surat pemberitahuan tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi atau surat pernyataan penghasilan.

Masih menurut Agus, BTN selaku bank penyalur KPR yang sudah lama dan berpengalaman, mendukung program satu juta rumah untuk masyarakat. Salah satunya, dengan memberikan kemudahan kepada calon debitur yang akan mengajukan KPR dengan online melalui BTNproperti. Sejumlah kemudahan pengajuan BTNproperti online, antara lain, pengajuan dapat dilakukan di mana saja sepanjang tersedia jaringan internet. Pengisian formulir di website, bebas biaya administrasi dan diskon provisi 50 persen. “Masyarakat juga bisa mencari rumah di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Agus.

 

AJUKAN KPR VIA ONLINE: Vanya Puspitasari, warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sedang mengakses portal BTNproperti untuk mencari rumah subsidi yang ditawarkan pihak pengembang, sekaligus melakukan simulasi angsuran KPR. (LIS RETNO WIBOWO/RADARSEMARANG.COM)
AJUKAN KPR VIA ONLINE: Vanya Puspitasari, warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sedang mengakses portal BTNproperti untuk mencari rumah subsidi yang ditawarkan pihak pengembang, sekaligus melakukan simulasi angsuran KPR. (LIS RETNO WIBOWO/RADARSEMARANG.COM)

Tinggal Klik, Tak Perlu ke Bank

Susanto, 24, warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, yang tengah mencari rumah baru di Kota Tentara itu, mengaku pernah menjajal simulasi pengajuan KPR secara online di portal BTNproperti. Ia sangat terbantu, karena bisa memilih perumahan yang ada di menu portal, sekaligus tahu asumsi nominal angsuran rumah.

“Yang pasti, mudah. Juga praktis, saya tidak perlu capek ke bank. Apalagi saya kerjanya sampai sore, jadi nggak mungkin bisa ke bank. Cukup klik BTNproperti dari mana saja, bisa langsung akses,” kata Susanto kepada radarsemarang.com.

Susanto mengaku sedang mencari rumah bersubsidi yang uang muka maupun cicilannya terjangkau. “Untuk saat ini saya tertarik dengan perumahan Citra Harmoni 3 di Magelang yang memang perumahan bersubsidi.” Melalui simulasi KPR di portal BTNproperti, Susanto langsung tahu berapa angsuran per bulan yang harus ia setor ke BTN jika membeli rumah di Citra Harmoni 3. “Portal BTNproperti sangat membantu orang-orang seperti saya yang memang awam dengan hitung-hitungan cicilan KPR dan bunga.”

Hal yang sama juga disampaikan oleh Nugroho, 32, warga Gayamsari, Kota Semarang. Nugroho yang kini tengah mencari rumah berkelas premium, mengaku sangat terbantu dengan portal BTNproperti. “Yang saya suka pada portal ini adalah saya jadi semakin teredukasi perihal hak-hak konsumen dalam membeli rumah. Portal ini tidak sekadar memudahkan membeli rumah dengan pengajuan KPR melalui BTN, tapi sekaligus memberikan edukasi. Itu poin yang cukup penting.”

Hal lain yang dia suka dengan portal BTNproperti adalah calon konsumen bisa langsung melakukan simulasi pengajuan KPR. “Cicilannya berapa kalau jangka waktunya 10 tahun dengan uang muka sekian atau ambil jangka waktu 15 tahun dengan uang muka sekian, semua bisa langsung diketahui, tanpa perlu repot menemui marketing perumahan atau pihak bank,” kata pengusaha muda ini, sekaligus memberikan masukan kepada pengelola BTNproperti untuk lebih memperbanyak daftar perumahan se-Indonesia. “Yang saya amati, masih banyak perumahan dari wilayah Jabodetabek, sedangkan yang dari daerah-daerah belum begitu banyak.”

Seorang Loan Service Staf BTN Semarang, Ita, mengatakan, program digitalisasi efektif untuk mempermudah pengajuan KPR. “Memang efektif dari segi proses karena tidak terbatas ruang dan waktu. Konsumen jauh lebih tertarik, karena toh (pengajuan) lebih mudah juga.” Meski begitu, jika kekurangan data, tetap harus dilengkapi dengan mendatangi ke pihak bank.

 

BERKEMBANG PESAT: Pintu masuk ke perumahan Puri Dinar Mas, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Puri Dinar Mas merupakan perumahan subsidi yang sudah ada sejak 10-an tahun lalu dan kini sudah berkembang sangat pesat. Karena ramai, tak jauh dari lokasi Puri Dinar Mas, saat ini bahkan sudah mulai dibangun perumahan berkelas premium, Victoria Residence. (PRATONO/RADARSEMARANG.COM)
BERKEMBANG PESAT: Pintu masuk ke perumahan Puri Dinar Mas, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Puri Dinar Mas merupakan perumahan subsidi yang sudah ada sejak 10-an tahun lalu dan kini sudah berkembang sangat pesat. Karena ramai, tak jauh dari lokasi Puri Dinar Mas, saat ini bahkan sudah mulai dibangun perumahan berkelas premium, Victoria Residence. (PRATONO/RADARSEMARANG.COM)

Apresiasi Sinergi BUMN

Terpisah, kepada radarsemarang.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpendapat, pencanangan program sejuta rumah merupakan solusi bagi masyarakat atau pekerja yang belum memiliki rumah.

Gubernur Ganjar mengakui, masih banyak para buruh dan pekerja informal di Jwa Tengah, belum memiliki rumah sendiri karena mahalnya harga rumah setiap tahun. “Alhamdulillah, pemerintah sudah bekerjasama dengan lembaga perbankan menurunkan bunga rumah subsidi dari 7,25 persen menjadi 5 persen. Ini program bagus.” Kendalanya, kata Ganjar, justru banyak makelar tanah yang mempermainkan harga. “Hal seperti ini yang tidak bisa dikontrol secara menyeluruh.”

Gubernur Ganjar juga mengapresiasi terobosan yang dilakukan BTN, yang semakin mempermudah masyarakat yang ingin memiliki rumah, dengan layanan online melalui portal BTNproperti.

“Saya kira di era kekinian, di mana masyarakat sudah semakin melek informasi dan saling terkoneksi dengan internet, maka layanan online menjadi sebuah keniscayaan yang musti dilakukan.” Setidaknya, melalui portal BTNproperti, masyarakat menjadi semakin teredukasi, utamanya menyangkut tata cara membeli rumah, simulasi kredit KPR, hak-hak konsumen, dan lainnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman SS, juga mengapresiasi terobosan BTN selaku bank yang ditunjuk oleh pemerintah untuk memberikan Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahan (FLPP) alias subsidi bunga KPR. “Terobosan BTN dengan melakukan digitalisasi melalui layanan online dengan me-launching portal www.btnproperti.co.id semakin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan edukasi tentang tahapan membeli rumah.”

Melalui portal BTNproperti, masyarakat bisa melakukan pengajuan KPR secara online dengan persetujuan seketika. “Saya rasa masyarakat sangat terbantu sekali dengan kehadiran portal itu, karena menjawab apa yang diperlukan masyarakat tentang kebutuhan rumah, seperti fitur konsultasi KPR, simulasi KPR, edukasi masyarakat, maupun berita seputar properti dan informasi terkini terkait perumahan,” kata alumnus Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang itu.

Sukirman menyampaikan, ada dua peran utama yang bisa dilakukan BTN. Yakni, sebagai lembaga pembiayaan yang menyediakan lending products kepada seluruh pihak terkait pembangunan perumahan, baik dari sisi supply maupun demand. “Kedua, BTN sebagai inisiator dan integrator, menjalin kerjasama antar institusi dalam meningkatkan suplai rumah.”

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno ketika berada di Semarang mengingatkan BUMN untuk menyukseskan program sejuta rumah. Khusus kepada BTN, Menteri Rini meminta perusahaan plat merah itu untuk terus membantu pemerintah dalam mewujudkan program sejuta rumah.

Rini menginginkan BTN bisa mewujudkan program satu juta rumah dalam setahun. “Kita sebagai BUMN harus terus memberikan kemudahan kepada masyarakat,” tutur Rini yang ditemui usai meresmikan rusunawa di Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, yang jadi bagian dari program sejuta rumah untuk rakyat. Menteri Rini juga mengapresiasi langkah BTN dalam menjalin sinergi bisnis dengan perusahaan BUMN lain, demi suksesnya program sejuta rumah untuk rakyat. ‎(pratono/lis/isk)

1 KOMENTAR

  1. Apakah Anda memerlukan pinjaman, apakah Anda memerlukan pinjaman usaha atau pribadi?
    Apakah Anda ingin membiayai kembali perusahaan Anda?
    Kami adalah Perusahaan Keuangan Bersertifikat yang menyetujui dana untuk semua jenis proyek.
    Kami memberikan pinjaman kepada setiap individu dan perusahaan dengan tingkat suku bunga 2% Apply Now.via us Email: jolsonfinancialgroup@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here