Wisudawan UNNES Bagi 1.000 Gelas Susu Gratis

250
WISUDAWAN SUKSES: Salah satu wisudawan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Mohamad Faisal, membagikan susu gratis kepada keluarga wisudawan dan para mahasiswa di sekitar Auditorium UNNES, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDAWAN SUKSES: Salah satu wisudawan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Mohamad Faisal, membagikan susu gratis kepada keluarga wisudawan dan para mahasiswa di sekitar Auditorium UNNES, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Setiap kali acara wisuda di Universitas Negeri Semarang (UNNES) selalu saja ”dibumbui” momen unik. Kali ini, salah satu wisudawan Mohamad Faisal membagikan 1.000 gelas susu kepada warga di sekitar lokasi wisuda, Auditorium UNNES. Kebetulan wisudawan jurusan D3-Teknik Elektro itu adalah pemilik bisnis susu dengan brand ”it’s milk” yang telah memiliki 15 outlet di 13 kabupaten/kota di lima provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Lombok (NTB).

”Ini dalam rangka syukuran aja. Karena berkat jualan susu, saya bisa kuliah sampai selesai meskipun sedikit molor. Ada 1.000 gelas susu yang dibagi hari ini (kemarin, Red),” ujar Mohamad Faisal kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut pria kelahiran Brebes, 2 September 1993 ini, omzet per bulan dari bisnis susunya mencapai ratusan juta rupiah. Dari bisnis itu, ia bisa membiayai kuliahnya hingga tamat, termasuk membiayai sekolah kedua adiknya, serta membeli mobil impian.

Putra pasangan Eko Susihno dan Elinawati ini mulai merintis usaha penjualan susu sejak 2 September 2013. Modal awalnya Rp 1,3 juta yang diperoleh dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Saat itu, Faisal nekat menyewa kios di Jalan Cempaka, Sekaran, Gunungpati. Tak disangka, ia dapat mengantongi keuntungan hingga Rp 5 juta pada bulan pertama. Keuntungan tersebut digunakan untuk melunasi sewa kios.

Diakui, pasang surut dalam berbisnis pernah dialami. Bahkan ia sampai harus berutang pada teman-temannya. Faisal menceritakan, karena keterbatasan modal, ia hanya merenovasi outlet pertama dengan ala kadarnya. Bahkan, kedua pegawai yang direkrut pun tak digaji. Sebagai gantinya, ia menjanjikan saham. Kebetulan, salah satunya adalah pacar Faisal sendiri, yang kemarin juga diwisuda.

”Saya memilih berjualan susu, karena cita-cita saya ingin mengembangkan produk lokal yang diakui di seluruh Indonesia bahkan dunia. Saat itu, bidang usaha susu memiliki peluang yang besar, makanya saya ambil itu, yang penting kita tetap berinovasi dan tetap mengamati kompetitor,” jelasnya.

Dikatakan Faisal, yang membedakan dari susu segar lainnya terletak pada terobosan baru yang digagas. Ia mengeluarkan menu tradisional milk, seperti susu dari rempah-rempah meskipun belum tersedia di seluruh outlet karena keterbatasan bahan serta masih dalam tahap riset. Tak heran, jika banyak konsumen yang menyukai produk susunya. Bahkan, dalam waktu 3,5 tahun, ia memiliki 15 outlet dengan jumlah karyawan sebanyak 8 orang per outlet.

Untuk mendapatkan stok susu segar, Faisal mengaku mengambil langsung dari para peternak lokal baik di wilayah Gunungpati maupun Kopeng, Kabupaten Semarang. Sebab, daya tahan susu tidak bertahan lama. Menurutnya, susu segar harus dihabiskan dalam waktu satu hari agar tidak basi, sehingga setiap 1 outlet tersedia 1 peternak lokal.

Faisal menceritakan pengalaman tidak mengenakkan sewaktu kecil yang berpindah-pindah dari Bekasi ke Klaten, dan akhirnya kembali lagi ke Brebes untuk menetap. Bahkan ia sempat pesimistis bisa melanjutkan bangku kuliah hingga akhirnya memberanikan diri merantau ke Semarang. Meski hidup dalam kondisi keluarga pas-pasan, Faisal membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi orang yang sukses berkat kegigihannya.

”Saat itu bisa dibilang modalnya zero, karena orang tua tidak memberi uang. Mama cuma pesan, saya harus menghidupi diri dan membiayai kuliah di Semarang,” kenangnya.

Melihat kondisi yang ada, Faisal pernah mencoba merintis usaha sate aji, olos serta cokelat dengan gerobak di sekitar kampus UNNES. Meski tidak rugi, keuntungan yang didapatkan hanya cukup untuk bertahan hidup. Karena itulah, ia mencoba memutar otak sambil melihat peluang yang ada.

Selain sukses berbisnis, Faisal juga aktif di berbagai kegiatan organisasi dan kemahasiswaan. Bahkan pada 2013 lalu, ia sempat terpilih sebagai salah satu menteri di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNNES. Setelah diwisuda, ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. ”Mungkin saya akan lanjut S1 supaya jadi sarjana teknik. Tapi mungkin juga sampai S2,” kata Faisal.

Rektor UNNES, Fathur Rokhman, yang berkesempatan mencicipi susu gratis usai acara wisuda mengatakan, sosok Faisal merupakan contoh inspiratif bagi kaum muda saat ini. Terbukti, ia dapat menciptakan lapangan pekerjaan tanpa harus mencarinya. ”Semoga dia (Faisal, Red) dapat menginspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya mahasiswa. Di samping belajar, dia dapat mengembangkan bisnisnya. UNNES bangga memilikinya, semoga sukses dan apa yang menjadi keinginannya tercapai,” harapnya. (mg29/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here