Tertibkan Jalur Kawasan Tertib Lalulintas

549
TERTIBKAN : Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Sugiyanto, memerintahkan pembongkaran balon promosi yang mengganggu lalu lintas jalan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
TERTIBKAN : Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Sugiyanto, memerintahkan pembongkaran balon promosi yang mengganggu lalu lintas jalan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Selama Operasi Simpatik Candi 2017 yang digelar Polres Pekalongan Kota, tidak hanya menertibkan pengendara. Namun, Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) juga menjadi sasaran untuk ditertibkan dari penganggu kenyaman dalam berkendara.

“Kami tidak hanya menertibkan pengendara, tapi para penggangu kelancaran lalulintas di jalan juga langsung kami tegur dan tertibkan,” ucap Kasatlantas Pekalongan Kota, AKP Sugiyanto, Selasa (7/3) kemarin.

Salah satu KTL yang ditertibkan adalah di Jalan Hayam Wuruk yang merupakan jalan satu arah dan jalur utama pantura, Jalan ini menjadi sasaran kegiatan operasi setiap hari, hingga operasi berakhir 21 Maret mendatang.

Di jalur khusus tersebut, pelanggar aturan langsung diberi surat teguran. Di antaranya, parkir tidak tepat, bangunan yang tidak tepat, hingga pemilik barang yang mengganggu jalan.

Tercatat saat penertiban di jalan tersebut, ada pemilik bangunan yang menaruh pasir untuk membangun di pinggir jalan. Sehingga, pemilik diminta memindahkan ke dalam gang atau dalam bangunan. Beberapa pengendara, juga masih ada beberapa yang parkir di lokasi yang ada rambu larangan parkir. Beberapa pemilik konter handphone yang memasang balon promosi di jalan, juga diperintahkan untuk membongkar. Karena jelas, berada di jalan raya. “Tadi pemilik konter juga saya suruh bongkar balonnya, karena berdiri di atas jalan raya, itu salah,” tegas Sugiyanto.

Beberapa pelanggar ketertiban di jalur tersebut, langsung diberikan surat teguran tertulis. Semacam tilang tapi tidak untuk disidangkan atau berakibat denda. Namun secara hukum surat tersebut berlaku, jika masih dilanggar akan diberi tindakan hukum khusus.

“Jalan Hayam Wuruk ini sangat penting untuk lalulintas di Pekalongan. Sehingga, selain KTL, di jalan ini juga kawasan bebas kaki lima,” ucap Kasatlantas.

Pihaknya juga turut membantu tugas Satpol PP Kota Pekalongan, untuk menertibkan trotoar. Karena sesuai aturan, sejak pagi hingga pukul 16.00, seluruh trotoar harus bersih dari pedagang kaki lima. Trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Ada atau tidak adanya Operasi Candi ini, AKP Sugiyanto, meminta masyarakat menumbuhkan kesadaran berlalulintas di jalan raya dengan menaati ketentuan dan perundang undangan lantas.

Seperti pengendara kendaraan bermotor, harus membawa kelengkapan surat kendaraannya seperti SIM, STNK, dan Pajak. Juga harus ada kelengkapan motor seperti kaca spion, lampu sen, lampu jauh harus menyala, gunakan helm bagi roda dua dan sabuk pengaman bagi roda empat dan menaati rambu-rambu lalu-lintas.

“Lebih utamanya bagi pengemudi, harus dalam keadaan sadar saat menyetir kendaraan. Jangan dipengaruhi oleh minuman beralkohol dan narkoba, sebab dapat membahayakan diri pribadi, orang lain dan keluarga sendiri,” ujarnya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here