Terminal Penumpang Bandara Dibangun April

206

SEMARANG – Proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang segera memasuki tahap krusial. Yaitu pembangunan terminal penumpang dua lantai. Pembangunan tersebut diharapkan dapat dimulai awal April 2017 dan rampung pada Oktober 2018.

Manajer Teknik Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani I Ketut Aryana mengungkapkan saat ini pihaknya mengerjakan dua paket pekerjaan. Paket pertama yang dikerjakan adalah akses masuk menuju bandara yang kini sudah tercapai 79,3 persen. Sedangkan untuk paket kedua, pembuatan apron serta taxi way, sudah selesai 100 persen pada 28 Juni 2016 lalu.

”Paket ketiga, kita akan bangun terminal dengan gedung dua lantai. Progresnya saat ini sudah proses lelang. Akhir Maret diharapkan sudah bisa ditentukan, sehingga mulai dikerjakan awal April,” katanya dalam acara ”Gayeng Bareng Gubernur Jateng” di Studio TVRI Jateng, Senin (6/3) sore.

Pembangunan terminal penumpang ditargetkan selesai Oktober 2018, tapi Agustus 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi. ”Kapasitas penumpangnya nanti bertambah jadi delapan kali lipat dilihat dari traffic forecast,” terangnya.

Ditambahkan, nantinya Bandara Ahmad Yani juga akan mampu menampung pesawat berbadan besar meski saat ini baru apronnya saja yang mampu menampung. Sementara, untuk runway akan dilakukan overlay peningkatan daya dukung secara bertahap agar mampu menahan beban pesawat berbadan besar.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Satrio Hidayat menambahkan, selain Bandara Ahmad Yani, Pangkalan Udara Wirasaba Purbalingga yang kini berganti nama menjadi Bandara Jenderal Soedirman sedang dikerjakan. Pembangunannya diatur dalam Perpres dengan melibatkan Pemkab, Pemprov, Dishub, Angkasa Pura I, TNI AU, Pertamina, Pertanahan, dan BMKG.

”Saat ini Perpresnya sedang didorong di tim wapres dengan salah satu skema pembiayaannya dilakukan oleh Angkasa Pura I dan nantinya akan di-sharing. Kalau ini jadi, maka akan mendukung banyak hal, salah satunya destinasi pariwisata,” bebernya.

Terkait keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Direktur PT KIK Hyanto Wihadhi mengungkapkan saat ini sudah ada 30 tenant yang siap masuk. Diprediksi, industri di wilayah tersebut menyerap sedikitnya 5.000 tenaga kerja pada 2017-2018, dengan nilai investasi Rp 5 triliun.

”Harapan kami pelayanan-pelayanan bisa ditingkatkan. Seperti pelayanan terpadu satu pintu, dan yang lebih penting infrastruktur akses bisa ditingkatkan dari dan menuju kawasan keluar masuknya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan, beberapa waktu lalu dia diundang Presiden ke Istana Negara untuk memaparkan progres dari beberapa proyek strategis nasional yang ada di Jateng. Mulai dari kesiapan, target penyelesaian, hingga hambatan yang dihadapi.

”Proyek nasional yang dikerjakan di Jateng itu sebenarnya apa saja sih, dan sampai mana pengerjaannya. Lalu bagaimana upaya percepatannya sehingga diharapkan selesai,” katanya. (ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here